Senin, 17 Februari 2014

Dampak Negatif dan Positif Perkembangan Teknologi Media Komunikasi

1 komentar
Dampak Negatif dan Positif Perkembangan Teknologi Media Komunikasi

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi hingga saat ini sangatlah cepat dan telah menyusul dengan pesat hingga pada kecanggihannya. Masyarakat di seluruh dunia dapat menikmati kecanggihan teknologi komunikasi dan informasi melalui media komunikasi yang telah diciptakan dan ditemukan oleh para ahlinya. Di jaman modern seperti sekarang ini, masyarakat telah mengenal beragam teknologi diluar media tradisional seperti mobile phone, internet, social network, blog, dan masih banyak lagi.
Media komunikasi tentu mempunyai dampak bagi masyarakat luas, bisa saja menjadi positif maupun negatif. Dalam hal positifnya, teknologi komunikasi sudah tidak menjadi suatu hal yang dibatasi oleh wilayah atau jarak, karena kecanggihan dan perkembangannya yang begitu menakjubkan sehingga dapat berkembang hingga ke seluruh pelosok di dunia. Media komunikasi saat ini sudah menjadi sebuah istilah 'Global Village' atau dusun semesta karena media elektronik sudah bisa mengalahkan sebuah batasan jarak, tempat dan waktu.
Kemajuan sebuah teknologi komunikasi ini telah membawa kita kepada sebuah peradaban manusia yang tidak bisa dihindarkan. Di era saat inilah masyarakat dapat mengakses segala informasi yang berada jauh di sana. Sebagai contoh, masyarakat Korea Utara dilarang menggunakan ponsel selama 100 hari dan masyarakat Indonesia dapat mengetahui berita ini karena informasi tersebut dapat di akses secara mudah di surat kabar internasional dalam suatu website surat kabar ternama di internet. Di mana pun dan kapan pun kita bisa mengakses informasi melalui media komunikasi yang bersifat globalisasi.
Dampak lain yang dipengaruhi oleh media komunikasi adalah fragmentasi sosial yang secara negatif menyebabkan masyarakat tidak secara baik dapat bersosialisasi dengan sesamanya, seperti contohnya masyarakat cenderung bersifat individualistik dan cuek kepada lingkungan sekitarnya karena terlalu berlebihan dalam menggunakan media komunikasi (Blackberry, internet, jejaring sosial, dan lain-lain).
Tidak hanya dalam fragmentasi sosial saja, tetapi media komunikasi juga dapat berdampak bagi kesehatan dan lingkungan. Contohnya jika kita bekerja terlalu lama dan berlebihan tanpa mengingat waktu dan tenaga, maka tubuh jasmani kita akan lelah dan hal buruk yang dapat terjadi adalah kita jatuh sakit. Sama seperti ketika seseorang menggunakan media komunikasi secara berlebihan, maka kita akan jatuh sakit karena dalam menggunakan media komunikasi, kita menggunakan tubuh jasmani kita untuk mempergunakan teknologi-teknologi tersebut.
Dalam sebuah pengamatan, masyarakat sudah mengetahui bahwa ada istilah 'autis' yang disebut oleh masyarakat karena penggunaan gadget yang berlebihan. 'Autis' yang dimaksud di sini adalah ketika kita mengacuhkan orang yang berada di sekitar kita, memanggil kita, pada saat kita fokus menggunakan gadget kita. Istilah tersebut bukan mengacu kepada orang yang menderita penyakit autis, tetapi istilah itu muncul karena kita yang menggunakan sebuah gadget terlalu berlebihan malah mengakibatkan perilaku yang mirip serupa seperti penderita penyakit autis, yang selalu fokus kepada barang yang kita miliki dan sukai.Hal ini menjadi negatif dan tidak baik bagi setiap orang.
Maka dari itu perlu kesadaran dari masyarakat agar dapat menggunakan media komunikasi secara baik dan benar. Segala sesuatu tidak baik jika berlebihan dan sebaliknya tidak baik juga jika berkekurangan. Harus ada keseimbangan dalam menggunakan media komunikasi di kehidupan sehari-hari kita. Untuk mempertahankan suatu keseimbangan tidaklah mudah. Perlu yang namanya disiplin dalam melakukan segala hal. Perkembangan teknologi saat ini menjadikan kita sebagai mahkluk sosial yang saling bergantung kepada teknologi, tetapi ketergantungan bisa menjadi negatif jika kita terlalu mengahalalkan segala cara untuk menguasai keseluruhan teknologi komunikasi. Kembali kepada kesadaran masing-masing, bahwa kita adalah manusia yang tidak sempurna dan dapat melakukan kesalahan. Media komunikasi bersifat netral dan jika kita salah dalam mempergunakannya, maka hal buruklah yang berdampak kepada kita.
Budaya juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Ketika teknologi menguasai banyak negara dan daerah, tentunya akan ada perubahan dalam suatu budaya. Contohnya seperti negara Indonesia yang pada jaman dahulu, belum ada teknologi handphone dan setelah ada teknologi handphone, masyarakat Indonesia menjadi berketergantungan dengan handphonenya. Di mana-mana selalu membawa handphone. Padahal sebelum teknologi ini ada, masyarakat Indonesia hanya dapat berkomunikasi menggunakan surat ataupun telepon rumah yang tidak bisa di bawa kemana-mana. Contoh yang lebih spesifik lagi adalah ketika satu keluarga yang memiliki budaya makan malam keluarga yang hangat dengan perbincangan atau had a quality time with family, menjadi berubah ketika munculnya sebuah teknologi komunikasi seperti blackberry. Perbincangan hangat bisa tidak menjadi hangat karena mereka masing-masing sibuk dengan blackberrynya. Di meja makan diletakkannyalah blackberry dan semakin lama jika hal itu terjadi terus menerus, maka kedekatan antara keluarga menjadi kurang erat lagi dan semakin renggang.
Tetapi justru sebaliknya jika kita bisa saling menghargai satu sama lain dan meprioritaskan orang yang berada disekitar kita, maka hal itu menjadi baik dan kita juga akan dihargai oleh orang lain tanpa dicuekan oleh yang lain. Kita tidak mau orang terdekat kita menjadi jauh karena hanya dengan sebuah teknologi yang canggih. Teknologi dapat mendekatkan suatu hubungan jika digunakan secara tepat dan cermat.

PENGERTIAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

0 komentar

KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

1. Komunikasi lintas budaya adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka. (Hafied Cangara). Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. (E. B Taylor)

Adapun komunikasi lintas budaya sendiri didefinisikan sebagai:

  1. Komunikasi yang dilakukan oleh dua kebudayaan atau lebih,
  2. Komunikasi yang dilakukan sebagai akibat dari terjalinnya komunikasi antar unsur kebudayaan itu sendiri, seperti komunikasi antar masyarakatnya.

Jika kita gabungkan dari kedua pengertian tentang Komunikasi dan kebudayaan (budaya) maka akan mendapatkan pengertian sebagai berikut :

“Komunikasi Lintas budaya adalah proses dimana dialihkan ide atau gagasan suatu budaya yang satu kepada budaya yang lainnya dan sebaliknya, dan hal ini bisa antar dua kebudayaan yang terkait ataupun lebih, tujuannya untuk saling mempengaruhi satu sama lainnya, baik itu untuk kebaikan sebuah kebudayaan maupun untuk menghancurkan suatu kebudayaan, atau bisa jadi sebagai tahap awal dari proses akulturasi (penggabungan dua kebudayaan atau lebih yang menghasilkan kebudayaan yang baru).”

2. Berbicara mengenai komunikasi antar budaya, maka kita harus melihat dulu beberapa defenisi yang diikuti :

  •  Intercultural Communication: A Reader” dimana dinyatakan bahwa komunikasi antar budaya (intercultural communication) terjadi apabila sebuah pesan (message) yang harus dimengerti dihasilkan oleh anggota dari budaya tertentu untuk konsumsi anggota dari budaya yang lain (Samovar & Porter, 1994, p. 19).
  •  Liliweri bahwa proses komunikasi antar budaya merupakan interaksi antarpribadi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda (2003, p. 13).
  • komunikasi antar budaya (intercultural communication) menyatakan bahwa komunikasi antar budaya terjadi apabila terdapat 2 (dua) budaya yang berbeda dan kedua budaya tersebut sedang melaksanakan proses komunikasi.
  • Suatu proses pengiriman pesan yang dilakukan oleh anggota dari suatu budaya tertenti kepada anggota lainnya dari budaya lain
  • Komunikasi berhubungan dengan perilaku manusia dan kepuasan terpenuhinya kebutuhan berinteraksi dengan manusia-manusia lainnya.

 3. komunikasi  lintas budaya (intercultural communication) adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang berbeda budaya.1 Ketika komunikasi terjadi antara orang-orang berbeda bangsa, kelompok ras atau komunitas bahasa, komunikasi tersebut disebut komunikasi antar budaya. Jadi pada dasarnya KAB mengkaji bagaimana budaya berpengaruh terhadap aktivitas komunikasi : apa makna pesan verbal dan nonverbal menurut budaya-budaya bersangkutan, apa yang layak dikomunikasikan, kapan mengkomunikasikannya, bagaimana cara mengkomunikasikannya (verbal dan nonverbal).

Komunikasi antarbudaya itu dilakukan :

  • Dengan negosiasi untuk melibatkan manusia di dalam pertemuan antarbudaya yang membahas satu tema (penyampaian tema melalui simbol) yang sedang di pertentangkan.
  •  Memalui pertukaran sistem simbol yang tergantung dari persetujuan antarsubjek yang terlibat dalam komunikasi, sebuah keputusan di buat untuk berpartisipasi dalam proses pemberian makna yang sama
  • Sebagai pembimbing prilaku budaya yang tidak terprogram namun bermanfaat karena mempunyai pengaruh terhadap prilaku kita
  •  Menunjukan fungsi sebuah kelompok sehingga kita dapat membedakan diri dari kelompok lain dan mengidentifikasinya dengan berbagai cara. 

KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA

0 komentar
MEMAHAMI PERBEDAAN-PERBEDAAN BUDAYA
  1. Parameter-parameter Budaya
  2. Karakteristik-karakteristik Budaya •
  3. Pendekatan sistem terhadap Budaya •
  4. Istilah-istilah Budaya yang penting 
1. Parameter-parameter Budaya
Budaya adalah gaya hidup unik sekelompok manusia tertentu
Budaya dimiliki oleh keseluruhan manusia
Budaya merupakan pengetahuan yang dapat dikomunikasikan Manusia menciptakan budaya sebagai mekanisme adaptif terhadap lingkungan biologis dan geografis
Budaya memberi andil kepada evolusi sosial
Budaya membantu seseorang untuk memahami wilayah planet dan ruang yang ditempati
2. Karakteristik-karakteristik Budaya
Komunikasi dan Bahasa:
Sistem Komunikasi, verbal dan non-verbal membedakan satu kelompok dengan kelompok lain
Pakaian dan Penampilan:
Pakaian, dandanan, perhiasan luar dan dekorasi tubuh berbeda secara kultur
Makanan dan kebiasaan makan:
Cara memilih, menyiapkan dan menyajikan makanan sering berbeda antara budaya satu dengan lainnya
Waktu dan kesadaran akan waktu
-  Kesadaran akan waktu berbeda antara satu budaya dengan budaya lain
-  Sebagian orang tepat waktu, sebagian lainnya merelatifkan waktu.
-  Penandaan terhadap musim juga berbeda antar budaya
Penghargaan dan pengakuan
- Cara mengamati budaya dapat dilakukan dengan memperhatikan cara dan metode memberikan pujian
- Dalam budaya tertentu, penggunaan celana panjang identik dengan kedewasaan
-  Dalam subkultur bisnis, terdapat penghargaan untuk mengakui hak-hak istimewa kaum eksekutif, seperti  jamuan makan malam, etc.
Hubungan-hubungan
-  Budaya mengatur hubungan-hubungan manusia dan organisasi
-  Hubungan diatur berdasarkan usia, jenis kelamin, status, kekeluargaan, kekayaan, kekuasaan dan kebijaksanaan
 -  Di beberapa negeri hubungan pernikahan yang lazim adalah monogami, sementara yang lain adalah poligami atau poliandri
Nilai dan Norma
   – Nilai yang ada dalam sebuah budaya berbeda dengan nilai yang dianut budaya lainnya
   -  Berdasarkan sistem nilai, suatu budaya menetapkan norma-norma perilaku masyarakat yang bersangkutan
Rasa diri dan ruang
    – Ekspresi budaya akan kenyamanan akan berbeda antara satu budaya dengan budaya lainnya.
   -  Orang Amerika memiliki jarak dan ruang pribadi yang lebih besar antar individu, sementara orang Amerika Latin dan Vietnam menginginkan jarak yang lebih dekat
Proses mental dan belajar
   -  Beberapa budaya menekankan pengembangan otak dibanding yang lainnya
   – Pikiran adalah budaya yang terinternalisasikan (Edward Hall)
    -  Budaya tertentu menetapkan pahala dan hukum untuk mempelajari dan tidak mempelajari informasi tertentu
Kepercayaan dan Sikap
    - Pada budaya tertentu, kepercayaan pada yang transendental, mempengaruhi sikap
   -  Dalam kontinum spiritual, tradisi religius, disadari atau tidak, mempengaruhi sikap-sikap terhadap kehidupan, kematian, dan hidup sesudah mati

3. Pendekatan sistem terhadap Budaya
Sistem Kekeluargaan
   - Menyangkut hubungan keluarga dan bagaimana cara sekelompok orang memperanakkan, melatih dan mensosialisasikan anak-anak mereka
Sistem Pendidikan
    - Berkaitan dengan cara bagaimana anggota muda dan baru dalam masyarakat memperoleh informasi, keterampilan, pengetahuan dan nilai-nilai
Sistem Ekonomi  -  Menyangkut cara menghasilkan dan mendistribusikan barang dan jasa
Sistem Politik
   - Sistem politik menyangkut bagaimana memelihara dan melaksanakan kewenangan
   – Model-model kekuasaan politik:sistem kekuasaan absolut, kerajaan, demokrasi atau komunis
Sistem Agama 
 -  Sistem agama berkenan dengan cara memberi makna pada kehidupan spiritual dan hal-hal gaib
Sistem Asosiasi
   -  Menyangkut jaringan pengelompokan yang dibentuk.
    -  Kelompok dapat berupan persaudaraan, kelompok rahasia, kelompok dagang, dll.
Sistem Kesehatan
    -  Berkenan dengan cara suatu budaya menghindari dan mengobati penyakit
Sistem Rekreasi
     – Menyangkut suatu bangsa bergaul, atau menggunakan saat santai mereka.
     -  “bermain” dalam sebuah budaya, dapat dianggap “kerja” dalam budaya lainnya
4. Istilah-istilah Budaya yang penting
Pola dan Tema
   – Pola dan tema biasanya ditentukan secara integratif  atau sumatif
Eksplisit dan Implisit
    -  Budaya yang jelas (Overt) dan tidak jelas (Covert)
Subkultur dan Mikrokultur
    – Dalam sebuah budaya yang memiliki budaya dominan, mungkin terdapat subbudaya yang memiliki ciri-ciri tertentu
Unsur-unsur Universal dan Keanekaragaman
    -  Konsep Universalitas
    -  Konsep Cultural Diversity (keanekaragaman budaya)
Perilaku Rasional/Irasional/ Nonrasional
   – Ukuran-ukuran rasional, irasioanal dan nonrasional didasarkan atas penilaian budaya
Tradisi
   – Tradisi diekspresikan dalam kebiasaan tak tertulis, pantangan dan sanksi-sanksi
Keunikan Budaya
   – Agar terhindar dari etnosentrik
   -  Agar lebih terbuka dan toleran menghadapi “keganjilan-keganjilan” budaya
   -  Untuk dapat mengurangi dampak gegar budaya (cultural shock)
SUMBER :http://bidamalva.wordpress.com/2012/05/13/komunikasi-antar-budaya/
 
 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com