Minggu, 04 November 2012

Permasalahan di MTs.N Muhajiran dalam belajar

0 komentar

            Masalah belajar merupakan masalah yang paling actual dan dihadapi oleh setiap orang, termasuk siswa di MTs S Muhajirin Kecamatan Jaluko  Kabupaten Muaro Jambi dalam pembelajaran Bahasa Arab. Pengamatan awal atau sementara penulis di lapangan diantara kesulitan ditemukan dalam pembelajaran Bahasa Arab yaitu siswa yang kesulitan memahami Bahasa Arab, yang notabennya merupakan salah satu bahasa asing yang diajarkan di MTs S Muhajirin selain bahasa Inggris. Permasalahan ini tentu disebabkan  beberapa yang telah dikemukakan oleh slameto berikut ini :
Keberhasilan belajar anak secara mendasar dipengaruhi oleh dua factor, yakni factor intern dan factor ekstern. Hal-hal yang merupakan factor intern antara lain kecerdasan, bakat, motif, minat, perhatian, kesejahteraan jasmani dan cara belajar. Sedangkan yang mencakup factor ekstern antara lain lingkungan alam, lingkungan keluarga,  masyarakat, sekolah, dan pelajaran.
Factor intern dan ekstern diatas dapat dinyatakan secara jelas bahwa antara keduanya saling berkaitan  dan sangat mempengaruhi  kondisi belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Arab di MTs S muhajirin. Apabila ada factor intern dan factor ekstern tersebut dapat sejalan dan saling mendukung maka siswa akan mendapatkan hasil belajar yang memuaskan, dan sebaliknya apabila factor-faktor tersebut tidak terdapat  pada diri siswa, jelaslah siswa tidak mendapatkan hasil belajar secara maksimal atau bahkan  gagal dalam  pembelajaran .  inilah yang terjadi pada siswa MTs SMuhajirin.
            Berdasarkan observasi yang dilakukan penelitian di lapangan, yakni di MTs S Muhajirin Kecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi , dan hasil observasi tersebut diketahui bahwa ada sebagian siswa yang berasal dari sekolah umum seperti Sekolah Dasar (SD), dengan demikian ada anak yang masih belum bisa membaca Al-Quran. Permasalahan lain disebabkan rendahnya kemampuan siswa bisa membaca huruf Arab.Dengan kondisi ini maka menyebabkan anak kurang berminat belajar pada Mata Pelajaran Bahasa Arab.
            MTs S Muhajirin Kecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi merupakan lembaga pendidikan dasar Agama Islam formal yang mempunyai peran sebagai lembaga pengembangan diri individu, melalui kegiatan pembelajaran, mengupayakan siswa mampu untuk memiliki minatbelajar yang tinggi sehingga tercapai hasil belajar yang maksimal.
            Siswa di MTs S MuhajirinKecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi sebagiannya siswa tidak memiliki keinginan untuk belajar. Saat belajar di kelas, konsentrasi siswa banyak yang tidak maksimal, dimana perhatian mereka kurang untuk mengikuti jalannya proses pembelajaran.Disamping itu, mereka lebih tertarik dengan membantu orang tuanya dan bermain dengan teman-temannya.Pekerjaan sekolah, baik di sekolah dan tugas di rumah hanya dikerjakan seadanya, tanpa ada usaha untuk mengerjakan pekerjaan/tugas yang diberikan.



B. Rumusan  Masalah
            Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1.        Bagaimana minat belajar siswa dalam pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin?
2.        Factor-faktor apa yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin?
3.        Bagaiman upaya guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin?
4.        Bagaiman hasil yang dicapai terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin?
C. Batasan Masalah
            Mengingat terlalu luasnya cakupan permasalahan yang diteliti dalam skripsi ini, maka penulis membatasinya pada beberapa aspek kajian yaitu tentang factor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin dan upaya yang bisa dilakukan dalam meningkatkan minat belajar siswa.
D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.         Tujuan penelitian
a.       Ingin mengetahui minat belajar siswa dalam pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.


Sebenarnya para guru MTs S Muhajirin kecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi telah berusaha untuk selalu merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran sebaik-baiknyadengan sangat memperhatikan peran aktif dari para siswa melalui perubahan metode dan tekhnikyang digunakan dalam belajar serta tidak terlepas para guru meminta bantuan para orang tua siswa untuk membimbing anak di rumah. Akan tetapi tetap saja siswa tidak mengalami perubahan dari apa yang diharapkan. Guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan member fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Demikianlah, dalam proses pembelajaran guru MTs S Muhajirin Kecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi tidak terlepas sebagai penyampai ilmu pengetahuan. Akan tetapi lebih dari itu, ia bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian siswa. Ia harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian rupa sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar secara aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan dalam menciptakan tujuan pendidikan.
            Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti permasalahan yang berkenaan dengan judul :Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTs S) Muhajirin Kecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi.

b.      Ingin mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
c.       Ingin mengetahui upaya guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
d.      Ingin mengetahui hasil yang dicapai terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
2.         Kegunaan Penelitian
a.       Sebagai masukan bagi pihak yang bersangkutan dalam permasalahan ini tentang factor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin dan upaya pembenahannya.
b.      Sebagai wahana untuk menambah khasanah pengetahuan tentang ilmu pendidikan bagi penulis khususnya dan dunia pendidikan di Indonesia umumnya.
c.       Sebagai salah satu persyaratan untuk meraih gelar sarjana Strata Satu (S1) Fakkultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Bahasa Arab  (PBA) IAIN STS Jambi.






BAB II
KERANGKA TEORI
1.        Minat
Muhibbin Syah menyatakan minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu.[1]
Minat adalah “  suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau akivitas , tanpa ada yang menyuruh. Minat adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri .semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.[2]
Minat sebagai kesenangan atau ketidaksenangan yang terjadi karena pengalaman masa lalu, sekarang, atau bayangan masa lalu.[3]
Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal dari pada hal lainnya.Dapat pula dimanifestasikanmelalui partisipasi dalam suatu aktivitas.Anak yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut.




2.        Belajar
Skinner dalam Muhibbin Syah mengatakan bahwa belajar adalah“ …suatu adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif.”[4]
Chaplin dalam muhibbin Syah mengemukakan belajar adalah “…perolehan perubahan tingkah laku yang relative menetapsebagai akibat latihan dan pengalaman.[5]
BAB III
PROSEDUR PENELITIAN

A.      Lingkup Penelitian
Penelitian ini dilakukan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTs S) Muhajirin Kecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi.Penelitian ini mengkaji tentang factor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswapada mata pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Swasta MTs S Muhajirin Kecamatan Jaluko Kabupaten Muaro Jambi.
Penelitian ini berbentuk deskriptif yang dilihat melalui sudut pandang pendidikan.Instrument pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumtasi.

B.       Jenis dan Sumber Data
1.      Jenis data
a.       Data Primer
Data primer merupakan “…data yang diambil langsung dari sumbernya tanpa adanya perantara.” Data primer yang penulis maksudkan dalam penelitian ini adalah data wawancara dan observasi mengenai factor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Swasta  (MTs S) Muhajirin yang meliputi keterangan tentang :
1.      Minat belajar siswa dalam pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
2.      Factor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
3.      Upaya guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
4.      Hasil yang dicapai terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
b.      Data Sekunder
Data sekunder merupakan”…data yang diperoleh dari data yang sudah terdokumentasi.” Data sekunder dalam penelitian iniadalah data yang diambil di MTs S Muhajirin menganai :
1.      Historis dan Geografis
2.      Struktur organisasi
3.      Keadaan sarana dan prasarana
4.      Keadaan guru dan siswa
5.      Dokumentasi nilai semester II kelas VII dan kelas VIII
2.      Sumber data
Sedangkan sumber data dalam penelitian ini orang dan materi di MTs S Muhajirin yang meliputi :
1.      Kepala Sekolah
2.      Pengelola perpustakaan.
Factor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTs S)  Muhajirin, yang meliputi tentang :
a.         Bagaimana minat belajar siswa dalam pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
b.        Bagaimana factor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
c.         Bagaiman upaya guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.

2. Observasi
            Metode observasi atau disebut juga dengan pengamatan merupakan “…kegiatan pemuatan perhatian semua objek dengan menggunakan seluruh indera .”penulis menggunakan metode observasi untuk melihat factor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah (MTs S) Muhajirin, yang meliputi keterangan tentang :
a.         Mengamati gejala minat belajar siswa dalam pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
b.        Mengamati faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.
c.         Mengamati upaya guru dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Arab di MTs S Muhajirin.


[1] Muhibbin Syah,Psikologi Belajar,Jakarta: remaja Grafindo Persada,hlm.151.
[2] Slameto,op.cit,hlm.180
[3] Zainuddin Arief,Ilmu Pendidikan Islam,Jakarta : Bumi Aksara,1982,hlm.78.
[4] Muhibbin Syah,Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Bau,Bandung : Remaja           Rodakarya,1995,hlm.89.
[5] Muhibbin Syah,Psikologi Belajar, Jakarta : Raja Grafindo Persada,2005,hlm.65.

Jurnalistik investigasi beserta contohnya

0 komentar
Jurnalisme Investigasi:

Jurnalisme Investigasi adalah sebuah metode peliputan untuk menyibak kebenaran kasus atau peristiwa. Wartawan investigasi dituntut agar mampu melihat celah pelanggaran, menelusurinya dengan energi reportase yang besar, membuat hipotesis, menganalisis, dan pada akhirnya menuliskan laporannya. Jurnalisme investigasi ada ketika terjadi penyimpangan dalam suatu tatanan masyarakat. Pers punya peranan sangat penting untuk dapat menginformasikan peristiwa yang menyimpang itu. Tidak berhenti sampai titik ini, pers juga bisa melangkah jauh mengusut kesalahan, menemukan kebenaran, dan mengadakan perubahan. Jurnalisme investigasi adalah sebuah paham yang sudah lama muncul di Amerika Serikat pada abad ke-17. Genre ini merasuki media massa di Indonesia kala Orde Baru. Media massa cetak yang pertama kali menggunakannya adalah Harian Indonesia Raya, di bawah asuhan Mochtar Lubis. Kondisi politik dan ekonomi suatu negara amat sangat mempengaruhi kemunculan dan pertumbuhan jurnalisme investigasi.

Contoh Jurnalisme Investigasi:

Sekelebat, pentungan mendarat tepat di tubuh tikus berkumis panjang. Tak berdaya, tikus lalu dimasukan kedalam ember hitam. Tempat semua tikus sawah dan got hasil tangkapan dikumpulkan. Malam itu, Edi--bukan nama sebenarnya--tidak sedang membersihkan sawah dari hama yang bernama tikus. Edi juga tidak berburu tikus got untuk membersihkan lingkungan
disekitar rumah. Dia Berburu tikus untuk mengoplosnya dengan daging sapi. Kabarnya, daging-daging itu dipersiapkan untuk membuat BAKSO. BENARKAH? Apakah Edi benar-benar tega mencampur daging sapi dengan daging tikus? Atau cerita diatas hanya isapan jempol belaka? Banyak kisah, dongeng, isu, gosip tentang bakso tikus yang beredar di masyarakat. Tim investigasi REPORTASE Trans TV menelusuri keberadaan bakso tikus ini. Surprise ! Kami menemukan praktik penjualan bakso tikus. Bukan hanya itu, dipasaran ternyata bakso juga tercampur dengan 6 zat kimia mematikan. termasuk bahan boraks alias bahan baku deterjen dan lem kayu. Mual? Jangan dulu ! Sebab tidak semua bakso yang beredar mengandung boraks apalagi daging tikus. Lalu apa perbedaannnya? Dimana dijualnya?

Wartawan Reportase Investigasi Trans TV yang menyelidiki tentang masalah bakso tikus ini sedang menjalankan sistem jurnalisme Investigasi. Dimana narasumber harus disembunyikan identitasnya, harus ada kamera tersembunyi, alat perekam tersembunyi, dan lain sebagainya. Tujuannya agar masyarakat luas tahu tentang kebenaran dan pada akhirnya dapat lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi bakso yang akan mereka makan.

Jurnalistik investigasi beserta contohnya

0 komentar
Jurnalisme Investigasi:

Jurnalisme Investigasi adalah sebuah metode peliputan untuk menyibak kebenaran kasus atau peristiwa. Wartawan investigasi dituntut agar mampu melihat celah pelanggaran, menelusurinya dengan energi reportase yang besar, membuat hipotesis, menganalisis, dan pada akhirnya menuliskan laporannya. Jurnalisme investigasi ada ketika terjadi penyimpangan dalam suatu tatanan masyarakat. Pers punya peranan sangat penting untuk dapat menginformasikan peristiwa yang menyimpang itu. Tidak berhenti sampai titik ini, pers juga bisa melangkah jauh mengusut kesalahan, menemukan kebenaran, dan mengadakan perubahan. Jurnalisme investigasi adalah sebuah paham yang sudah lama muncul di Amerika Serikat pada abad ke-17. Genre ini merasuki media massa di Indonesia kala Orde Baru. Media massa cetak yang pertama kali menggunakannya adalah Harian Indonesia Raya, di bawah asuhan Mochtar Lubis. Kondisi politik dan ekonomi suatu negara amat sangat mempengaruhi kemunculan dan pertumbuhan jurnalisme investigasi.

Contoh Jurnalisme Investigasi:

Sekelebat, pentungan mendarat tepat di tubuh tikus berkumis panjang. Tak berdaya, tikus lalu dimasukan kedalam ember hitam. Tempat semua tikus sawah dan got hasil tangkapan dikumpulkan. Malam itu, Edi--bukan nama sebenarnya--tidak sedang membersihkan sawah dari hama yang bernama tikus. Edi juga tidak berburu tikus got untuk membersihkan lingkungan
disekitar rumah. Dia Berburu tikus untuk mengoplosnya dengan daging sapi. Kabarnya, daging-daging itu dipersiapkan untuk membuat BAKSO. BENARKAH? Apakah Edi benar-benar tega mencampur daging sapi dengan daging tikus? Atau cerita diatas hanya isapan jempol belaka? Banyak kisah, dongeng, isu, gosip tentang bakso tikus yang beredar di masyarakat. Tim investigasi REPORTASE Trans TV menelusuri keberadaan bakso tikus ini. Surprise ! Kami menemukan praktik penjualan bakso tikus. Bukan hanya itu, dipasaran ternyata bakso juga tercampur dengan 6 zat kimia mematikan. termasuk bahan boraks alias bahan baku deterjen dan lem kayu. Mual? Jangan dulu ! Sebab tidak semua bakso yang beredar mengandung boraks apalagi daging tikus. Lalu apa perbedaannnya? Dimana dijualnya?

Wartawan Reportase Investigasi Trans TV yang menyelidiki tentang masalah bakso tikus ini sedang menjalankan sistem jurnalisme Investigasi. Dimana narasumber harus disembunyikan identitasnya, harus ada kamera tersembunyi, alat perekam tersembunyi, dan lain sebagainya. Tujuannya agar masyarakat luas tahu tentang kebenaran dan pada akhirnya dapat lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi bakso yang akan mereka makan.
 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com