Jumat, 10 Februari 2012

Sifat Ma'ani ( Ilmu Kalam Public Relation IAIN STS JAMBI 2011)

0 komentar

BAB II
PEMBAHASAN
  1. Pengertian sifat ma’ani
Sifat ma’ani adalah sifat yang diwajibkan bagi zat Allah suatu hukum atau sifat yang pasti ada pada Dzat Allah(Drs.Sidi Gazalba,1948)[1]. Dalam sifat ma’ani tersebut hendaknya seorang hamba mengitikadkan dengn keteguhan hatinya akan sifat-sifat Allah SWT., baik yang wajib, mustahil maupun yang jaiz. Serta ijmali(keseluruhan) ia haruz beritikad dengan seteguh hati, bahwa Allah itu wajib mempunyai semua sifat kesempurnaan yang sesuai dengn keadaan ketuhanan- Nya, yang mustahil bersifat dengn segala macam sifat kekurangan, serta jaiz bagi Allah untuk melakukan setiap  yang mungkin atau meninggalkannya. Seorang hamba itu wajib pula mengitikadkan secara tafsili ( terperinci) sifat-sifat Allah yang menunjukkan kesempurnaan-Nya yang berjumlah tiga belas dan mengitikadkan lawan –lawan dan sifat- sifat tersebut. Dalam sifat-sifat itulah terkandung ketuhanan-Nya serta keagungan rubbubiyah-Nya.(Afandi Husen syyad,1999 : 8)[2].
  1. Pembagian sifat-sifat ma’ani
Sifat ma’ani terdiri dari 7 sifat  yaitu :
  1. Qudrah(maha kuasa)
  2. Iradat(maha berkehendak)
  3. Ilmu( maha mengetahi)
  4. Hayat( maha hidup)
  5. Sama’( maha mendengar)
  6. Bashor( maha melihat)
  7. Kalam( maha berfirman)
  1. Qudrah
Qudrah ( maha kuasa) adalah sifat azali yang berada pasti pada Zat-Nya Allah S.W.T yang kuasa menjadikan dan menghancurkan setiap yang mungkin sesuai dengan Iradah-Nya.
      

Artinya: “ dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan allah baik dilangit maupun dibumi. Sengguhnya Allah maha mengetahui lagi maha kuasa.”( al- fatir: 44)

Yang dimaksud dengn sifat qudrah  atau kuasa ini adalah Allah mengadakan alam serta apa saja yang terdapat didalamnya ini,dengan berbagai keadaan,misalnya alam binatang,alam tumbuh-tumbuhan, alam logam yang mengandung beratus-ratus ribu macam yang menyebabkan setiap orang tertarik untuk menyelidikinya. Karena itu,sangat mustahil karena Dzat yang mengadakan alam, yang dengan keagungan dan kebenaran ini bersifat lemah atau ‘Ajz serta tidak kuasa. Sebagai tuhannya sekalian alam semesta ini, bersifat kuasa atau qudrah dan mustahil sebaliknya . yakni Ajz atau lemah( Afandiy Husein Sayyid, 1999: 31)[3]
  1. Iradah
Iradah (maha berkehendak) adalah sifat azali yang berada pada Zat-Nya Allah SWT.,menentukan sesuatu yang mungkin dengn suatu sebagian yang boleh terhadapnya.

Yang dimaksud dengan sifat iradah atau berkehendak  adalah Adapun alam ini tidak lah terjadi dengn sendirinya, tetapi ada yang menciptakannya yaitu Allah SWT., yang mahasuci. Kalau demikian dapat dikatakan, bahwa barunya alam ini adalah dari Allah SWT.dan dilakukan dengan jalan iradah dan ihktiar Allah SWT. dan ditentukan pula waktu menciptanya itu. Karena itu, sama sekali dengn tanpa iradah dan ikhtiar allah karena allah maha berkehendak serta mempunyai pemilihan untuk kehendak- Nya itu mustahillah sebaliknya,yakni karaahiyah atau terpaksa.

  1. Ilmu
Ilmu (maha mengetahui) adalah  sifat qodimyang berada pada Zat-Nya Allah swt. mengetahui seluruhsesuatu yang bersangkutan pautdengn sekalian yang wajib,mustahil, dan boleh tanpa didahului oleh sesuatu yang menutupi pengetahuan-Nya.

Artinya: “ allah tidak ada tuhan (yang hendak  disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus(makhluk-Nya); tidak ngantuk tidak tidur. Kepunyaannya apa yang dilangit dan dibumi. Tiada yang dapat memberi syafaat disisi allah tampa izin-nya. Allah mengetahui apa-apa yang dihadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-nya. Kursi allah meliputi langit dan bumi. Dan allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah maha tinggi lagi maha besar”(al-baqarah:255).
Yang dimaksud hayat atau maha hidup adalah allah pasti memiliki sifat-sifat yang mulia seperti kuasa, berkehendak , mengetahui, dan lain-lain. Buktinya bahwa allah itu maha hidup, ialah bahwa sekiranya allah itu mati, maka tidak pantaslah allah SWT. memiliki sifat yang mulia itu. Maka yang wajib adalah sebaliknya yakni hayyaah atau hidup. ( Afandiy Husein Sayyid, 1999: 34)[5]
  1. Sama’
Sama’(maha mendengar) adalah sifat yang qodim berdiri pada zat-nya allah SWT., maha mendengar dari seluruh yang ada baik suara ataupun selainnya.

 
Artinya: “janganlah kamu berdua khwatir, sesungguhnya aku beserta kamu berdua,aku maha mendengar dan maha melihat”. (Thaha:46). )

Yang dimaksud dengan sama’ atau maha mendengar adalah cara mendengarnya bukanlah dengan menggunakan telinga atau menggunakan alat pendengar biasa, dengan itu terbukalah bagi-nya semua apa yang terdengar dialam dan seisinya ini. buktinya bahwa allah itu maha mendengar ialah bahwasanya sifat tuli itu adalah sesuatu kekurangan dan bahwa Allah maha pencipta alam yang sempurna dan bahkan sebagian mahluk-nya diberi kekuatan untuk mendengar yang merupakan kenikmatan yang terbesar, maka sangat mustahillah kalau dia memiliki kekurangan.

  1. Bashor
Bashor ( maha melihat) adalah sifat yang qodim yang terdiri pada zat allah SWT. maha melihat sesuatu yang ada, baik yang  jelas, yang tersembunyi,maupun yang samar-samar.
Allah berfirman:
    
Artinya: “ Tidak ada suatupun yang serupa dengan dia, dia-lah yang maha mendengar lagi maha melihat”. ( as- Syura:11)
Yang dimaksud dengan bashor atau maha melihat adalah dengan ini allah SWT. melihat segala apa yang terlihat dialam dan seisinya . buktinya ialah bahwasanya sifat buta itu sangat mustahil bagi Allah SWT. adalah pencipta alam yang sempurna ini,dan Allah SWT memberi sebagian mahluknya sifat penglihatan.
  1. Kalam
       Kalam( maha berbicara) adalah sifat yang qodim yang berdiri pada zat-nya allah yang maha berbicara tanpa menggunakan huruf dan suara, tanpa i’rab dan bina’ dan maha suci dari sifat-sifat kalam yang baharu.

Allah berfirman:
 
                    Artinya: “ dan allah telah berbicara kepada musa dengan langsung”.(An-Nisa:164).

Yang dimaksud dengan sifat kalam atau maha berbicara ialah dengan ini allah menfirmankan segala kewajiban,kemustahilan dan kejaizan,baik yang telah, sedangkan atau sedang berlangsung. Maka sifat itu pula yang digunakan Allah untuk memberi pengertian pada hambanya yang dikehendaki. Buktinya ialah bahwasanya bisu itu adalah sesuatu kekurangn dan mustahil sekali sifat kekurangan itu bagi allah yang menciptakan alam dan seisinya ini, dan Allah SWT,pun memberikan sebagian mahluknya untuk dapat berbicara karena Allah mustahil bersifat bisu. ( Afandiy Husein Sayyid, 1999: 37)[6]

















[1] Gazalba sidi, Ilmu Islam I Ajaran Islam Pembahasan Ilmu & Tasawuf  Tentang Rukun Islam, hlm 8.
[2] Afandy Husein Sayyid. Memperkokoh akidah  Islamiyah dalam persektif ahlussnahwaljamaah. Cet 1. Ramadhan 1419 H/ Januari 1999 M.
[3] Afandy Husein Sayyid. Memperkokoh akidah  Islamiyah dalam persektif ahlussnahwaljamaah, hlm 31
[4] Abduh syekh Muhammad, Risalah Tauhid, Diterjemahkan Oleh Firdaus A. N.
[5] Afandy Husein Sayyid. Memperkokoh akidah  Islamiyah dalam persektif ahlussnahwaljamaah, hlm 34
6 Afandy Husein Sayyid. Memperkokoh akidah  Islamiyah dalam persektif ahlussnahwaljamaah, hlm 37

Risume Filsafat Ilmu ( Public Relation Iain Sts Jambi 2011)

0 komentar

BAB I                         PENGANTAR
ILMU FILSAFA
A.    PENGANTAR FILSAFAT
1.      Arti secara Etimologi
Kata philosophia terdiri atas kata phelein yang berarti cinta (love) dan Sophia yang berarti kebijaksanaan (wisdom), sehingga secara etimologi filsafat adalah cinta kebijaksaan (love of  wisdom). Seorang fisuf adalah pecinta atau pencari kebijaksaan.
2.      Arti Termologi
a.       Plato mengatakan filsafat adalah pengetahuan ynag berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.
b.      Aristoteles mengatakan filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran.
c.       Rena Descartes mengatakan filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam, dan manusia menjadi pokok penyelidikan.

B.     OBJEK FILSAFAT
Objek filsafat terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut :
1.      Objek material filsafat
Objek material yaitu suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukkan pengetahuan itu.
2.      Ojek formal
Objek formal yaitu sudut pandang yang ditujukan pada bahan dari penelitian atau pembentukan pengetahuan.

C.    METODE FILSAFAT
Kata metode berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang terdiri dari dua kata yaitu : meta (menuju. Mealui, mengikuti, sesudah) dan kata benda hodos (jalan, perjalanan, cara, arah). Jadi metode adalah cara bertindak menurut sisteem aturan tertentu.
Sistem adalah rangkaian proses yang berproses dari suatu bagian kebagian yang lain untuk mencapai satu tujuan.

D.    CIRI-CIRI FILSAFAT
1.      Menyeluruh
Artinya, pemikiran ynag luas karena tidak membatasi diri dan bukan hanya ditinjau dari satu sudut pandangan tertentu
2.      Mendasar
Artinya, pemikiran yang dalam sampai kepada hasil yang fundamental atau esensial objek yang dipelajarinya, sehingga dapat dijadikan dasar berpijak bagi segenap nilai dan keilmuan.
3.      Spekulatif
Artinya, hasil pemikiran yang didapat dijadikan dasr bagi pemekiran selanjutnya.

E.     ASAL DAN PERANAN FILSAFAT
1.      Asal Filsafat
a.       Keheranan
b.      Kesangsian
c.       Kesadaran Akan Keterbatasn
2.      Peranan Filsafat
a.       Pendobrak
b.      Pembebas
c.       Pembimbing

F.     KEGUNAAN FILSAFAT
Pada umumnya filsaft dapt membantu unutk mendalami berbagai pertanyaan asasi manusia tentang makna realitas dan lingkup tanggung jjawabnya. Kemampuan itu dipelajari dari dua jalur yaitu :
1.      Sistematik
Artinya filsafat menawarkan berbagai metode mutakhir untuk menangani masalah-masalah mendalam manusia, tentang hakikat kebenaran dan pengetahuan, baik biasa maupun ilmiah, tentang tanggungjawab dan keadilan dan sebagainya.

2.      Historis
Artinya sejarah filsaf itu sendiri.

G.    PEMBAGIAN (CABANG-CABANG) FILSAFAT
Cabang filsafat ada lima yaitu sebagai berikut :
1.      Logika adalah cabang filsafat yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran kita. Lapangan dalam logika adalah asas-asas yang menentukan pemikiran yang lurus, tepat, dan sehat.
2.      Epistemologi adalah bagian filsafat yang membicaran tentang terdinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, batas-batas, sifat, metode dan kesahihan pengetahuan.
3.      Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku atau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik-buruk.
4.      Estetika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang keindahan.
5.      Metafisika adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Metafisika membicarakan sesuatu disebaliknya yang tampak.
BAB II                        FILSAFAT PENGATAHUAN
                                    (EPISTEMOLOGI)
A.    PENGERTIAN EPISTEMOLOGI
      Epistemologi berasal dari kata Yunani yang terdiri dari : episteme biasa diartiakn pengetahuan atau kebenaran, dan logos diartikan pikiran, kata, atau teori. Epistemologi secara etimologi dapat diartikan teori pengatahuan yang benar dan lazimnya hanya disebut teori pengetahuan.
1.      Logika Material
Logika formal bersangkutan dengan masalah kebenaran formal yang acap kali juga dinamakan keeabsahan (jalan) pemikiran.
2.      Kriteriologia
      Adalah ukuran untuk menetapkan benar tidaknya suatu pikiran atau pengetahuan tertentu.
3.      Kritika Pengetahuan
Kritika disini adalah sejenis usaha manusia untuk menetapkan apakah sesuatu pikiran atau pengetahuan manusia itu sudah benar atau tidak benar dengan jalan meninjaunya secara sedalam-dalamnya.
4.   Gnoseologia
     Istilah gnoseologia berasal dari kata gnosis (pengetahuan yang bersifat keahlian) dan         logos (ilmu pengetahuan).
5.      Filsafat Pengetahuan
Secara singkat dapat dikatakan filsafat pengetahuan merupakan salah satu cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakikat pengetahuan.
B.     ARTI PENGETAHUAN
Pengetahuan  adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk menuturkan apabila seseorang mengenal tentang sesuatu.
C.    TERJADINYA PENGETAHUAN
1.      Pengalaman  Indra (Sense Experience)
Pengalaman indra merupakan sumber pengetahuan yang berupa alat-alat untuk menangakap objek dari luar diri manusia melaluai kekuatan indra. Kekhilafan akanterjadi apabila ada ketidak normalan di antara alat-alat itu.
2.      Nalar (Reason)
Nalar adalah suatu corak berpikir dengan menggabungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapat pengetahuan baru.
3.      Otoritas (Authority)
Otoritas adalah kekeuasaan yang sah yang dimiliki oleh seseorang dan diakui ole kelompoknya.
4.      Intuisi (Intuition)
Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia yang berupa proses kejiwaan dengan tanpa suatu rangsangan atau stimulus mampu untuk membuat pernytaan yang berupa pengetahuan.
5.      Wahyu (Revelation)
Wahyu adalah berita yang disampaikan oleh Tuhan kepada Nabi-Nya untuk kepentingan umatnya.

6.      Keyakinan (Faith)
Keyakinan adalah suatu kemampuan yang ada pada diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan.
D.    JENIS-JENIS PENGETAHUAN
Pengetahuan menurut Soejono Soemargono (1983) dapat di bagi menjadi dua yaitu :
1.      Pengethuan Nonilmiah
Ialah segenap hasil pemahaman manusia atas mengenai barang sesuatu atau ojek tertentu yang terdapat dalan kehidupan sehari-hari.
2.      Pengetahuan Ilmiah
Ialah pengetahuan yang sudah lebih sempurna karena telah mempunyai dan memenuhi syarat-syarat tertentu dengan cara berpikir yang khas, yaitu motodologi ilmiah.
E.     ASAL USUL PENGETAHUAN
1.      Aliran-Aliran dalam Pengetahuan
a.   Rasionalisme
b.   Empirisme
c.    Kritisisme
d.   Positivme
2.      Metode Ilmiah
a.       Metode Ilimiah yang Bersifat Umum
1.      Metode analisis
2.      Metode sintesis
3.      Metode deduksi
4.      Metode induksi
b.      Metode Penyelidikan Ilmiah
1.      Metode siklus-empiris
2.      Metode vertical
3.      Sarana Berpikir Ilimah
a.       Bahasa Ilmiah
b.      Logika dan Matematika
c.       Logika dan Statistika


BAB III                      RUANG LINGKUP
                                    FILSAFAT ILMU
A.    PENGERTIAN FILSAFAT ILMU
Filsafat ilmu adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu, terhadap lambang yang digunakan dan terhadap struktur penelaran tentang system lambang yang digunakan.

B.     OBJEK FILSAFAT ILMU
1.      Ojek Material Filsafat Ilmu
Adalah ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tetentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum.
2.      Objek Formal Filsafat Ilmu
Objek formal filsaft ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan.

C.    LINGKUPAN FILSAFAT ILMU MENURUT
1.      Perenungan mengenai konsep dasar, struktur formal, dan metodologi ilmu.
2.      Persoalan-persoalan ontology dan epistemology yang khas.

D.    PROBLEMA FILSAFT ILMU
1.      Metodologi
2.      Landasan ilmu-ilmu
3.      Ontologi
E.     MANFAAT BELAJAR FILSAFAT ILMU
1.      Filsafat ilmu sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga orang menjadi kritis terhadap kegiatan imiah.
2.      Filsafat ilmu merupakan usaha merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode keilmuan.
3.      Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan.
BAB IV                                  APA ITU
                                    ILMU PENGETAHUAN
A.    DEFINISI ILMU PENGETAHUAN
Ilmu pengetahuan adalah rangkaian aktivitas penelaahan yang mencari penjelasan suatu metode untuk memperoleh pemahaman secara rasional, empiris mengenai dunia ini dalam berbagai seginya, dan keseluruhan  pengetahuan sistematis yang menjelaskan berbagai gejala yang ingin dimengerti manusia.

B.     CIRI-CIRI ILMU PENGETAHUAN
1.      Empiris, pengetahuan diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan.
2.      Sistematis, berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengethuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur.
3.      Objektif, ilmu berarti pengetahuan itu bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi.
4.      Analitis, pengetahuan ilmiah berusaha membeda-bedakan pokok soalnya kedalam bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat, hubungan, dan peranan dari bagian-bagian itu.
5.      Verifikasi, dapat di periksa kebenarannya oleh siapa pun juga.

C.     KERAGAMAN DAN PENGELOMPOKAN ILMU PENGETAHUAN
1.      Deskripsi
2.      Preskripsi
3.      Eksposisi Pola
4.      Rekonstruksi Historis

D.    SUSUNAN ILMU PENGATUHAN
1.      Langkah-langkah Dalam Ilmu Pengetahuan
2.      Limas Ilmu
3.      Siklus Empiris
4.      Penjelasan dan Ramalan

E.     ILMU DAN TEKNOLOGI
Pada tataran nilai-ideasional, muncul permasalahan yang lebih kompleks berkaitan dengan kedudukan dan peran ilmu dan teknologi dalam perubahan peradaban manusia, yang berkaitan dengan pergeseran nilai maupun yang terkait dengan berbagai dampak ideasional dari perkembangan ilmu dan teknologi terhadap komponen pengetahuan manusia yang lain.

F.     WUJUD ILMU
Suatu penjelasan yang sistematis harus dimulai dengan segi pada manusia yang menjadi pelaku dari fenomena yang disebut ilmu.
BAB V                                  SEJARAH PERKEMBANGAN
                                               ILMU PENGETAHUAN
A.    PENGANTAR
Perkembangan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini tidak berlangsung secara mendadak, melainkan terjadi secara bertahap, evolutif. Karena untuk memahami sejarah perkembangan ilmu mau tidak mau harus melakukan pembagian atau klasifikasi secara periodic, karena setiap periode,  karena setiap periode menampilkan ciri khas tertentu dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

B.     ZAMAN PRA YUNANI KUNO
Pada masa ini manusia masih menggunakan batu sebagai peralatan. Karena itu, zaman pra Yunani Kuno disebut juga Zaman Batu yang berkisar antara empat juta tahun sampai 20.000 tahun.
C.    ZAMAM YUNANI KUNO
1.Zaman Kemasan Filsafat Yunani
2.  Masa Helinistis dan Romawi




D.    ZAMAN ABAD PERTENGAHAN
Agama Kristen menjadi problema kefilsafatan karena mengajarkan bahwa wahyu Tuhanlah yang merupakan kebenaran yang sejati. Hal ini berbeda dengan pandangan Yunani Kuno yang mengatakan bahwa kebenaran dapat dicapai oleh kemampuan akal.

E.     ZAMAM RENAISSANCE
Renaissance ialah zaman peralihan ketika abad pertengahan mulai berubah menjadi suatu kebudayaan Modren.

F.     ZAMAN MODREN
Zaman modern ditandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah dirintis sejak Zaman Renaissance.


BAB VI                   PRINSIP-PRINSIP
                                 METODOLOGI


A.    PENGANTAR
Metodologi merupakan hal yang dikaji perihal urutan langkah-langkah yang ditempuh supaya pengetahuan yang diperoleh memenuhi cirri-ciri ilmiah.

B.     PENGERTIAN METODOLODI
Metode penelitian adalah membahas tentang dasar-dasr filsafat ilmu dari metode penelitian, karena metodologi belum memiliki laangkah-langkah praktis.





C.    UNSUR-UNSUR METODOLOGI
1.      Interpretasi
Artinya menafsirkan, membuat tafsiran, tetapi yang bersifat subjektif (menurut selara orang yang menafsirkan) melainkan harus bertumpu pada evidensi objektif, untuk mencapai kebenaran yang autentik.
2.      Induksi dan Deduksi
               Siklus ini diberi bentuk tersendiri dalam penelitian filsafa, berhubungan dengan sifat-sifat          objek formal yang istimewa yaitu manisia.
3.      Koherensi Intern
Yaitu usah auntuk memahami secara benar guna memperoleh hakikat dengan menunjukkan semua unsure structural dilihat dalam suatu struktur yang konsisten, sehingga benar-benar merupakan internal relation.
4.      Holistis
Tinjauan secara lebih mendalam untuk mencapai kebenaran secara utuh.
5.      Kesinambungan Historis
Jika ditinjau menurut perkembangannya, manusia itu makhluk historis. Manusia disebut demikian karena ia berkembang dalam pengalaman dan pikiran, bersama dengan lingkungan zamannya.
6.      Idealisasi
Idealisasi merupakan proses untuk membuat ideal, artinya upaya dalam penelitian untuk memperoleh hasil yang ideal atau yang sempurna.
7.      Komparasi
Adalah usaha untuk memperbandingkan sifat hakiki dalam objek penelitian sehingga dapat menjadi lebih jelas dan lebih tajam.
8.      Heuristika
Adalah metode untuk menemukan jalan baru secara ilmiah untuk mememcahkan masalah.



9.      Analogikal
Adalah filsafat meneliti arti, nalai dan maksud yang diekspresikan dalam fakata dan data.
10.  Deskripsi
Seluruh hasil penelitian harus dapat dideskripsikan.

D.    PANDANGAN TENTANG PRINSIP METODOLOGI
Menurut Michael Polinyi pengembangan ilmu pengetahuan menutut kehidupan Kreatif masyarakat ilmiah yang pada gilirannya didasarkan pada kepercayaan akan kemungkinan terungkap kebenaran-kebenaran yang hingga kini masih tersembunyi.
BAB VII                                 PENEMUAN KEBENARAN

A.    CARA PENEMUAN KEBENARAN
1.      Penemuan Secara Kebetulan
2.      Penemuan Coba dan Ralat
3.       Penemuan Melalui Otoritas atau Kewibawaan
4.      Penemuan Secara Spekulatiff
5.      Penemuan Kebenaran dengan Cara Berpikir Kritis dan Rasional
6.      Penemuan Kebenaran Melalui Penelitian Ilmiah

B.     DEFINISI KEBENARAN
Kebenaran adalah keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya).

C.    JENIS-JENIS KEBENARAN
Kebenaran terbagi menjadi dua yaitu :
1.      Kebenaran Mutlak
Adalah kebenaran yang datangnya hanya dari semata yang Maha Benar.
2.      Kebenaran Nisbi
Adalah kebenaran yang masih tegantung situasi dan kondisi (datangnya dari manusia).


D.    SIFAT KEBENARAN
Kebenaran memiliki tiga sifat yaitu sebagai berikut :
1.      Kebenaran berkaitan dengan kualitas pengetahuan.
2.      Kebenaran dikaitkan dengan sifat atau karakteristik dari bagaimana cara atau dengan alat apakah seseorang membangun pengetahuannya.
3.      Kebenaran yang dikaitkan atas ketergantungan terjadinya pengetahuan.

E.     TEORI KEBENARAN DAN KEKHILAFAN
A.    Kebenaran
1.      Teori Kebenaran Saling Berhubungan
2.      Teori Kebenaran Saling Berkesesuaian
3.      Terori Kebenaran Inherensi
4.      Teori Kebenaran Berdasarkan Arti
5.      Teori Kebenaran Sintaksis
6.      Teori Kebenaran Nondeskripsi
7.      Teori Kebenaran Logik yang Berlebihan.

B.     Kekhilafan
Kekhilafan terjadi karena kesalahan pengambilan kesimpulan yang tidak runtut terhadap pengalaman-pengalaman.










BAB VIII                              DEFINISI DAN
                                               PENALARAN

A.    DEFINISI
Definisi dapat diartikan penjelasan apa yang dimaksudkan dengan sesuatu trem, atau dengan kata lain definisi ialah subuah pernyataan yang memuat penjelasan tentang arti suatu trem.

1.      Macam-Macan Definisi
a.       Defenisi Nominalis
Ialah menjelaskan sebuah kata dengan kata lain yanglebih umumdimengerti.
b.      Definisi Realis
Ialah penjelasan tentang hal yang ditandai oleh suatu trem.
c.       Definisi Praktis
Ialah penjelasan tentang hal sesuatu yang ditinjau dari segi penggunaan dan tujuannya yang sederhana.

2.      Syarat-Syarat Definisi
1.      Sebuah definisi harus menyatakan ciri-ciri yang hakiki dari apa yang didefinisikan.
2.      Sebuah definisi harus merupakan suatu kesetaraan arti dengan yang didefinisikan.
3.      Sebuah definisi harus menghindarikan pernyataan yang memuat trem yang didefinisikan.
4.      Sebuah difinisi sedapat mungkin harus dinyatakan dalam bentuk rumusan yang positif.
5.      Sebuah definisi harus dinyatakan secara singkat dan jelas terlepas dari rumusan yang kabur atau bahasa kiasan.



B.     PENALARAN
1.      Prinsip-Prinsip Penalaran
a.       Prinsip identitas
b.      Prinsip kontradiksi
c.       Prinsip ekslusi tertii
2.      Penalaran Proposisi Kategoris
a.      Pengertian Proposisi Katagoris
Proposisi kategoris adalah suatu pernyataan yang terdiri atas hubungan dua trem sebagai subjek dan predikat serta dapat dinialai benar atau salah.
b.      Penalaran Proposisi Kategoris
Penalaran dalam logika pada umumnya dibedakan antara penyimpulan langsung dan penyimpulan tidak langsung.
3.      Pengertian Generalis
Generalis (berlaku umum) adalah penelitian yang dapat dilakukan ditemapt lain nemun masih menghasilkan hasil yang sama.
Syarat-syarat generalis adalah :
1.      Generalisasi harus tidak terbatas secra numerik.
2.      Generalis harus tidak terbatas secara spasio-temporal.
3.      Generalisasi harus dapat dijadikan dasar pengandaian.

C.    SILOGISME KATEGORIS
Silogisme adalah proses menggabungkan tiga proposisi, dua menjadi dasr penyimpulan, dan yang satu menjadi kesimpulan. Silogisma kategoris berarti argument yang terdiri dari tiga proposisi yang saling berkaitan.

D.    PROPOSISI MAJEMUK
Proposisi majemuk adalah perynataan yang terdiri atas dua bagian yang dapat dinilai benar atau salah.



E.     SESAT FIKIR
Sesat piker terjadi karena bentuknya tidak tepat atau tidak sahih. Kesesatan demikian itu dalah kesesatan formal. Kesesatan formal terjadi karena pelanggaran terhadap kaidah-kaidah logika.
BAB IX                                 HUBUNGAN DAN PERANAN ILMU PENGETAHUAN
                                               TERHADAP PENGAMBANGAN KEBUDAYAAN
                                               NASIONAL


A.    ILMU DAN MASYARAKAT
Deawasa ini ilmu menjadi sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seolah-olah manusia sekarang tidak dapat hidup tanpa ilmu pengetahuan.

B.     PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Kebudayaan dapat diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal.
Sedangkan unsure kebudayaan berarti bagian suatu kebudayaan yang dapat digunakan sebagai satuan analisis tertentu.

C.    PENGARUH TIMBAL BALIK ANTAR ILMU DAN KEBUDAYAAN
1.      Ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung pengembangan kebudayaan.
2.      Ilmu merupakan sumber nilai yang mengisi pembentukkan watak bangsa.

D.    PERANAN ILMU TERHADAP PENGEMBANGAN KEBUDAYAAN NASIONAL
Pengembangan kebudayaan nasional pada hakikatnya adalah perubahan dari kebudayaan yang sekarang bersifat konvensional kearah situasi kebudayaan yang lebih mencerminkan aspirasi tujuan nasional

E.     STRATEGI KEBUDAYAAN
Strategi kebudayaan merupakan upaya bagaiman menangani kebudayaan khususnya di Indonesiayang beragam budaya.
BAB X                                              ETIKA KEILMUAN
A.    ANTARA ETIKA, MORAL, NORMA, DAN KESUSILAAN
Etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah lakuatau perbuatan manusia dalam hubungannya dengan baik buruk.
Moral adalah ajaran, wejangan, khotbah, peraturan lisan atau tulisan tentang bagaimana manusia harus hidup dan bertindak agar ia menjadi manusia yang baik.
Norma adalah alat tukang kayu atau tukang batu yang berupa segitiga. Kemudian norma berarti sebuah ukuran.
Kesusilaan adalah hasil suatu “menjadi” yang terjadi di dalam jiwa.


B.     PENDEKATAN ONTOLOGI
Ontologi adalah cabang filsafatyang membicarakan tentang yang ada. Secara ontologism ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya pada dearah-daerah yang berada dalam jangkauan pengalaman manusia.


C. PENDEKATAN EPITEMOLOGI
Epistemologi adalah cabagng filsafat yang membicarakan tentang asal muasal, sumber, metode, struktur dan vasidalitas atau kebenaran pengetahuan. Landasan epistemology ilmu tercermin secara operasional dalam metode ilmiah.

D. PENDEKATAN AKSIOLOGI
Aksiologi adalah cabang filsafat yang tentang nilai secara umum. Untuk kepentingan manusia ilmu pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun dupergunakan secara komunal dan universal.

E.  SIKAP ILMIAH YANG HARUS DIMILIKI ILMUWAN
Pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang didalam dirinya memiliki karakteristik kritis, rasional, logis, objektif, dan terbuka. Hal ini merupakan suatu keharusan bagi seorang ilmuwan untuk melakukannya.

BAB XI                                  STRATEGI PENGEMBANGAN ILMU
                                                DI INDONESIA


A.    PENGERTIAN PARADIGMA
Paradigma adalah suatu asumsi dasar dan asumsi teoritisyang umum (merupakan suatu sumber ilmiah), sehingga menjadi suatu sumber hokum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, cirri, serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.

B.     LANDASAN ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, AKSIOLOGIS, DAN ANTROPOLOGIS PANCASILA

1.      Landasan Ontologi Pancasila
Ontologi merupakan cabang filsafat yang membicarakan tatanan dan struktur kenyataan dalam arti yang luas. Atas dasar pengertian tersebut, pendangan ontology dari pancasila adalah Tuhan, manusia, satu, rakyat, dan adil.

2.      Landasan Epistemologis Pancasila
Epistemologi adalah cabang filsafat yang menyelidiki secara kritis hakikat, landasan, batas-batas, dan patoakn kesahihan pengetahuan. Epistemologi pancasila dimaksudkan mencari sumber-sumber pengetahuan dan kebenaran dari pencasila.

3.      Lndasan Aksiologis Pancasila
Landasan aksiologi pancasila merujuk pada nilai-nilai dasr yang terdapat di dalam pembukaan UUD 1945.




4.      Landasan Antropologis Pancasila
Antropologis pancasila memandang manusia sebagai monopluralis.


C.    PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PENGEMBANGAN ILMU PENGATAHUAN DAN TEKNOLOGI
Pada hakikatnya pancasila sebagai paradigm pembangunan harus mencerminkan nilai-nilai pancasila. Pancasila telah memberikan dasar nilai-nilai bagi pembangunan iptek demi kesejahteraan hidup manusia.

D.    VISI ILMU DI INDONESIA
Visi adalah wawasan ke depan yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu. Visi ilmu di Indonesia ada tiga yaitu :
1.      Teologis, dalam arti bahwa ilmu pengetahuan hanya sekedar sarana yang memang hraus kita pergunakan untuk mencapai suatu tujuan.
2.      Etis, dalam arti bahwa ilmu pengetahuan harus kita operasionalisasikan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.
3.      Intergral atau Intregratif, dalam arti bahwa penerapan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas manusia, sekaligus juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas struktur masyarakatnya.





 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com