Senin, 17 Februari 2014
PENGERTIAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA
MEMAHAMI PERBEDAAN-PERBEDAAN BUDAYA
- Parameter-parameter Budaya
- Karakteristik-karakteristik Budaya •
- Pendekatan sistem terhadap Budaya •
- Istilah-istilah Budaya yang penting
1. Parameter-parameter Budaya
Budaya adalah gaya hidup unik sekelompok manusia tertentu
Budaya dimiliki oleh keseluruhan manusia
Budaya merupakan pengetahuan yang dapat dikomunikasikan Manusia menciptakan budaya sebagai mekanisme adaptif terhadap lingkungan biologis dan geografis
Budaya memberi andil kepada evolusi sosial
Budaya membantu seseorang untuk memahami wilayah planet dan ruang yang ditempati
Budaya dimiliki oleh keseluruhan manusia
Budaya merupakan pengetahuan yang dapat dikomunikasikan Manusia menciptakan budaya sebagai mekanisme adaptif terhadap lingkungan biologis dan geografis
Budaya memberi andil kepada evolusi sosial
Budaya membantu seseorang untuk memahami wilayah planet dan ruang yang ditempati
2. Karakteristik-karakteristik Budaya
•Komunikasi dan Bahasa:
Sistem Komunikasi, verbal dan non-verbal membedakan satu kelompok dengan kelompok lain
•Pakaian dan Penampilan:
Pakaian, dandanan, perhiasan luar dan dekorasi tubuh berbeda secara kultur
Sistem Komunikasi, verbal dan non-verbal membedakan satu kelompok dengan kelompok lain
•Pakaian dan Penampilan:
Pakaian, dandanan, perhiasan luar dan dekorasi tubuh berbeda secara kultur
•Makanan dan kebiasaan makan:
Cara memilih, menyiapkan dan menyajikan makanan sering berbeda antara budaya satu dengan lainnya
•Waktu dan kesadaran akan waktu
- Kesadaran akan waktu berbeda antara satu budaya dengan budaya lain
- Sebagian orang tepat waktu, sebagian lainnya merelatifkan waktu.
- Penandaan terhadap musim juga berbeda antar budaya
Cara memilih, menyiapkan dan menyajikan makanan sering berbeda antara budaya satu dengan lainnya
•Waktu dan kesadaran akan waktu
- Kesadaran akan waktu berbeda antara satu budaya dengan budaya lain
- Sebagian orang tepat waktu, sebagian lainnya merelatifkan waktu.
- Penandaan terhadap musim juga berbeda antar budaya
•Penghargaan dan pengakuan
- Cara mengamati budaya dapat dilakukan dengan memperhatikan cara dan metode memberikan pujian
- Dalam budaya tertentu, penggunaan celana panjang identik dengan kedewasaan
- Dalam subkultur bisnis, terdapat penghargaan untuk mengakui hak-hak istimewa kaum eksekutif, seperti jamuan makan malam, etc.
- Cara mengamati budaya dapat dilakukan dengan memperhatikan cara dan metode memberikan pujian
- Dalam budaya tertentu, penggunaan celana panjang identik dengan kedewasaan
- Dalam subkultur bisnis, terdapat penghargaan untuk mengakui hak-hak istimewa kaum eksekutif, seperti jamuan makan malam, etc.
•Hubungan-hubungan
- Budaya mengatur hubungan-hubungan manusia dan organisasi
- Hubungan diatur berdasarkan usia, jenis kelamin, status, kekeluargaan, kekayaan, kekuasaan dan kebijaksanaan
- Budaya mengatur hubungan-hubungan manusia dan organisasi
- Hubungan diatur berdasarkan usia, jenis kelamin, status, kekeluargaan, kekayaan, kekuasaan dan kebijaksanaan
- Di beberapa negeri hubungan pernikahan yang lazim adalah monogami, sementara yang lain adalah poligami atau poliandri
•Nilai dan Norma
– Nilai yang ada dalam sebuah budaya berbeda dengan nilai yang dianut budaya lainnya
- Berdasarkan sistem nilai, suatu budaya menetapkan norma-norma perilaku masyarakat yang bersangkutan
•Rasa diri dan ruang
– Ekspresi budaya akan kenyamanan akan berbeda antara satu budaya dengan budaya lainnya.
- Orang Amerika memiliki jarak dan ruang pribadi yang lebih
besar antar individu, sementara orang Amerika Latin dan Vietnam
menginginkan jarak yang lebih dekat
•Proses mental dan belajar
- Beberapa budaya menekankan pengembangan otak dibanding yang lainnya
– Pikiran adalah budaya yang terinternalisasikan (Edward Hall)
- Budaya tertentu menetapkan pahala dan hukum untuk mempelajari dan tidak mempelajari informasi tertentu
•Kepercayaan dan Sikap
- Pada budaya tertentu, kepercayaan pada yang transendental, mempengaruhi sikap
- Dalam kontinum spiritual, tradisi religius,
disadari atau tidak, mempengaruhi sikap-sikap terhadap kehidupan,
kematian, dan hidup sesudah mati
3. Pendekatan sistem terhadap Budaya
•Sistem Kekeluargaan
- Menyangkut hubungan keluarga dan bagaimana cara sekelompok orang memperanakkan, melatih dan mensosialisasikan anak-anak mereka
•Sistem Pendidikan
- Berkaitan dengan cara bagaimana anggota muda
dan baru dalam masyarakat memperoleh informasi, keterampilan,
pengetahuan dan nilai-nilai
•Sistem Ekonomi - Menyangkut cara menghasilkan dan mendistribusikan barang dan jasa
•Sistem Politik
- Sistem politik menyangkut bagaimana memelihara dan melaksanakan kewenangan
– Model-model kekuasaan politik:sistem kekuasaan absolut, kerajaan, demokrasi atau komunis
•Sistem Agama
- Sistem agama berkenan dengan cara memberi makna pada kehidupan spiritual dan hal-hal gaib
•Sistem Asosiasi
- Menyangkut jaringan pengelompokan yang dibentuk.
- Kelompok dapat berupan persaudaraan, kelompok rahasia, kelompok dagang, dll.
•Sistem Kesehatan
- Berkenan dengan cara suatu budaya menghindari dan mengobati penyakit
•Sistem Rekreasi
– Menyangkut suatu bangsa bergaul, atau menggunakan saat santai mereka.
- “bermain” dalam sebuah budaya, dapat dianggap “kerja” dalam budaya lainnya
4. Istilah-istilah Budaya yang penting
•Pola dan Tema
– Pola dan tema biasanya ditentukan secara integratif atau sumatif
•Eksplisit dan Implisit
- Budaya yang jelas (Overt) dan tidak jelas (Covert)
•Subkultur dan Mikrokultur
– Dalam sebuah budaya yang memiliki budaya dominan, mungkin terdapat subbudaya yang memiliki ciri-ciri tertentu
•Unsur-unsur Universal dan Keanekaragaman
- Konsep Universalitas
- Konsep Cultural Diversity (keanekaragaman budaya)
•Perilaku Rasional/Irasional/ Nonrasional
– Ukuran-ukuran rasional, irasioanal dan nonrasional didasarkan atas penilaian budaya
•Tradisi
– Tradisi diekspresikan dalam kebiasaan tak tertulis, pantangan dan sanksi-sanksi
•Keunikan Budaya
– Agar terhindar dari etnosentrik
- Agar lebih terbuka dan toleran menghadapi “keganjilan-keganjilan” budaya
- Untuk dapat mengurangi dampak gegar budaya (cultural shock)
SUMBER :http://bidamalva.wordpress.com/2012/05/13/komunikasi-antar-budaya/
Jumat, 07 Februari 2014
BERPERANNYA HUMAS DARI BERBAGAI PENJURU
Peranan Humas ( Hubungan
Masyarakat ) atau Public Relations
sangat dibutuhkan oleh hamper semua bentuk organisasi atau lembaga, bersifat
komersial maupun tidak komersial, dari perusahaan/industry, organisasi profesi,
institusi pendidikan, organisasi social budaya sampai pemerintahan. Secara garis
besar peran Humas adalah komunikator sebuah organisasi/lembaga/perusahaan, baik
kepada public internal maupun public ekstrena. Karena itu, Humas merupakan
salah satu ujung tombak dari organisasi/lembaga/perusahaan untuk bersaing dalam
era globalisasi. Bagi sebuah organisasi, Humas sangat diperlukan untuk menjalin
komunikasi dengan para stakeholders ataupun
untuk mengkomunikasikan visi, misi,
tujuan dan program organisasi kepada public.[1]
[1]
Badan Operasi Bersama (2007).PT.BPS-Pertamina Hulu,CPP Block,central Sumatra
Basin (BOBCPP, Beranda, Ujung Tombak. Diambil 7 februari 2014, dari
http://ww.digilib.ui.ac.id
SEJARAH IAIN SULTAHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
Sejarah Perkembangan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Lahirnya IAIN Sultan
Thaha Saifuddin tidak terlepas dari perkembangan Agama Islam dan
lembaga pendidikan Islam di Propinsi Jambi. Didorong oleh hasrat
masyarakat dan ulama Jambi, maka diadakanlah Kongres Ulama Jambi pada
tahun 1957, yang "menelorkan" suatu keputusan bahawa di Jambi segera
didirikankanlah Fakultas Syari'ah Perguruan Tinggi Agama Islam al-Hikmah
di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Jambi.
Dalam masa tiga
tahun pertama, Fakultas Syariah ini menunjukkan kemanunggalan antara
pimpinan dengan masyarakat dan pemerintah daerah serta pemerintah pusat.
Dengan SK Menteri Agama Nomor: 50 tahun 1963 tanggal 12 Mei 1963
dinegerikanlah Fakultas Syariah ini menjadi Fakultas Syariah Cabang IAIN
Syarif Hidayatullah Jakarta, dan kemudian berubah menjadi cabang IAIN
Raden Fatah Palembang. Penegerian ini mendorong para pejabat, ulama, dan
pemuka masyarakat, terutama Gubernur KDH Tingkat I Propinsi Jambi saat
itu (M.J Singadekane) untuk memperjuangkan berdirinya IAIN yang
mempunyai beberapa fakultas.
Sejak tanggal 11
Juli 1965 Yayasan Perguruan Tinggi Al-Ma'arif telah memiliki Fakultas
Tarbiyah dan Ushuluddin di Kotamadya Jambi dan sejak Maret 1964 di
Sungai Penuh Kerinci telah berdiri Fakultas Syariah Muhammadiyah. Maka
untuk memenuhi keinginan masyarakat, para ulama dan Pemerintah Daerah
Tingkat I Jambi tersebut, Fakultas Tarbiyah dan Ushuluddin al-Ma'arif
dan Fakultas Syariah Muhammadiyah Kerinci diusulkan untuk menjadi
Fakultas Syariah di lingkungan IAIN Jambi. Hal ini dilakukan kerana
berdasarkan ketetapan MPR Nomor: 11 tahun 1960 dan Peraturan Menteri
Agama nomor 5 tahun 1963, bahwa suatu IAIN minimal harus memiliki 3
(tiga) Fakultas. Pada tanggal 30 September 1965, terbentuklah Panitia
Persiapan Pembukaan IAIN Jambi. Panitia tersebut dipersetujui oleh
Menteri Agama dengan Surat Keputusan nomor : 83 tahun 1965 tanggal 22
Nopember 1965. Setelah melalui beberapa tahapan perjuangan Panitia
Persiapan Pembukaan IAIN Jambi, maka pada akhirnya Menteri Agama
menyetujui berdirinya IAIN dengan Surat Keputusan Nomor : 84 tahun 1967
tanggal 27 Juli 1967.
Berdasarkan Surat
Keputusan Menteri Agama tersebut, pada tanggal 8 September 1967
bertepatan dengan tanggal 3 Jumadil Akhir 1387 Hijriah diresmikanlah
IAIN Sultan Thaha Saifuddin oleh Menteri Agama, Prof. K.H. Saifuddin
Zuhri, dengan personalia sebagai berikut:
1. Rektor, H.A Manap, Gubernur KDH Tingkat 1 Jambi.
2. Dekan Fakultas Syari’ah, H.M.O. Bafadhal
3. Dekan Fakultas Tarbiyah, Drs. Z. Azuan
4. Dekan Fakultas Syari’ah Kerinci, A.R. Dayah
2. Dekan Fakultas Syari’ah, H.M.O. Bafadhal
3. Dekan Fakultas Tarbiyah, Drs. Z. Azuan
4. Dekan Fakultas Syari’ah Kerinci, A.R. Dayah
Kemudian setelah
keluar SK Menteri Agama Nomor : 69 tahun 1982 tanggal 27 Juli 1982,
fakultas yang ada di lingkungan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin
ditingkatkan statusnya dari fakultas muda menjadi fakultas madya.
Fakultas tersebut telah diperkenankan menyelenggarakan perkuliahan
tingkat doktoral.
Pada tahun 1995,
ketika tenaga dosen yang berkualifikasi S.2 dan S.3 semakin diperlukan
kehadirannya, ide untuk membuka Program Pascasarjana pun mengemuka.
Untuk menindaklanjuti ide tersebut, maka pada bulan Februari 1999, Dr.
H. Asafri jaya, MA selaku Rektor IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
membentuk Panitia Persiapan Pendirian Program Pascasarjana yang diketuai
oleh Prof. Dr. H. Sulaiman Abdullah. Panitia ini telah mempersiapkan
program persiapan pendirian Program Pascasarjana di Departemen Agama di
Jakarta pada tanggal 14 April 1999.
Prestasi tersebut
ditindaklanjuti dengan visitasi (kunjungan ke lapangan) ke Jambi dalam
sebuah tim yang diketuai oleh Prof. Dr. Mastuhu, M.Ed, untuk melihat
persiapan IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi membuka Program
pascasarjana. Visitasi dilakukan dua kali yaitu tanggal 14-15 Juli 1999
dan 30-31 Juli 1999. Hasilnya merekomendasikan bahwa Program
Pascasarjana IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi layak dilaksanakan, yang
kemudian dikukuhkan dengan SK Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam
nomor: E/283/1999 tentang penyelenggaraan Program Pascasarjana IAIN
Sulthan Thaha Saifuddin Jambi. Berdasarkan SK Rektor, ditetapkanlah
pengelola Program Pascasarjana untuk pertama kalinya yang dipimpin oleh
Drs. Ahmad Haris, MA, Ph.D.
Dalam rangka
mewujudkan RIP IAIN Sultan Thaha Saifuddin yang mengacu pada Kepres No.
18/1985, maka melalui Kep. Menag. tanggal 25 Mei 2000 memutuskan dan
mengesahkan berdirinya Fakultas Adab (Sastra dan Kebudayaan Islam).
Sebagai Dekan pertama, ditetapkan Prof. Dr. Adrianus Chatib, MA. Dengan
demikian IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi yang semula hanya terdiri
atas tiga fakultas, sekarang telah menjadi empat fakultas dan satu
Program Pascasarjana yang dengan sendirinya tentu meningkatkan status
IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Pada tahun 2001,
dibentuk lembaga baru yaitu Pembantu Rektor IV yang mempunyai tugas
membuka hubungan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka penguatan
dan pengembangan IAIN.
Untuk meningkatkan
penyelenggaraan dan pembinaan Pendidikan Tinggi Agama Islam, sesuai
dengan perkembangan IAIN dewasa ini, maka sebagai pedomannya adalah
Peraturan Pemerintah nomor: 60 dan 61 tahun 1999, KMA No. 489 tahun 2002
tentang statuta IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan peraturan
terkait lainnya.
Dalam perkembangan
selanjutnya, IAIN juga telah berkomitmen untuk melakukan transformasi
menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) STS Jambi melalui program Wider
Mandate (WM). Keinginan ini diharapkan terwujud sekitar tahun 2008
dengan dukungan berbagai pihak, antara lain Pemerintah Propinsi Jambi,
Pemerintah Kabupaten / Kota, pihak swasta, dan Islamic Development Bank
(IDB).
VISI
Visi IAIN Sulthan
Thaha Saifuddin Jambi adalah sebagai lembaga pendidikan tinggi unggulan
yang mengintegrasikan unsure keislaman, keilmuan, teknologi dan
kemanusiaan.
MISI
Misi IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi adalah melaksanakan secara optimal Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan cara:
- Mencetak sarjana yang memiliki keunggulan kompetitif dalam persaingan global.
- Melakukan reintegrasi epistimologi keilmuan
- Memberikan landasan moral terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
- Mengembangkan keilmuan melalui kegiatan penelitian
- Memberikan konstribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
TUJUAN
IAIN bertujuan:
- Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan memperkaya khazanah ilmu pengetahuan agama Islam dan ilmu-ilmu lain yang terkait.
- Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan agama Islam dan ilmu-ilmu lain yang terkait serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan. Sumber : http://www.kias.edu.my/makjambi.htm
Sabtu, 04 Januari 2014
Syarat Judul Berita
Tugas kelima saya kali ini yaitu membuat
artikel mengenai syarat judul yang baik. Tapi sebelum saya membahas
langsung menenai syarat-syaratnya, alangkah baiknya kita mengerti apa
yang dimaksud dengan judul itu sendiri. Judul adalah perincian atau
penjabaran dari topik. Judul lebih spesifik dan sering telah menyiratkan
permasalahan atau variabel yang akan dibahas. Judul juga merupakan nama
yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain;
Ada yang mendefinisikan Judul adalah
lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan.
Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel
diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi
bahasan. Judul tidak harus sama dengan topik. Jika topik sekaligus
menjadi judul, biasanya karangan akan bersifat umum dan ruang lingkupnya
sangat luas. Judul dibuat setelah selesai menggarap tema, shingga bisa
terjamin bahwa judul itu cocok dengan temanya. Sebuah judul yang baik
akan merangsang perhatian pembaca dan akan cocok dengan temanya.
Judul karangan sedapat-dapatnya :
a.. singkat dan padat,
b. menarik perhatian, serta
c. menggambarkan garis besar (inti) pembahasan.
b. menarik perhatian, serta
c. menggambarkan garis besar (inti) pembahasan.
Syarat Judul yang baik, yaitu :
a. Asli
a. Asli
Jangan menggunakan judul yang sudah pernah ada, bila terpaksa dapat dicarikan sinonimnya,
b. Relevan dengan tema dan bagian-bagian dari tulisan tersebut,
c. Provokatif (Menimbulkan rasa ingin tahu orang lain untuk membaca tulisan itu),
d. Singkat,
Tidak mempergunakan kalimat yang terlalu
panjang, jika judul terlalu panjang, dapat dibuat judul utama dan judul
tambahan (subjudul).
e. Harus bebentuk frasa,
f. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi,
g. Tanpa tanda baca di akhir judul karangan,
h. Menarik perhatian,
i. Logis,
j. Sesuai dengan isi.
Judul dibagi menjadi dua,yaitu : e. Harus bebentuk frasa,
f. Awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi,
g. Tanpa tanda baca di akhir judul karangan,
h. Menarik perhatian,
i. Logis,
j. Sesuai dengan isi.
1. Judul langsung :
Judul yang erat kaitannya dengan bagian utama berita, sehingga hubugannya dengan bagian utama nampak jelas.
2. Judul tak langsung :
Judul yang tidak langsung hubungannya dengan bagian utama berita tapi tetap menjiwai seluruh isi karangan atau berita.
mungkin ini bermanfaat buat jurusan Public Relation dan Ilmu Jurnalistik.
salam dari PR
Kamis, 26 Desember 2013
Candi Muaro Jambi, Bukti Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
Ketika saya sampai ke candi Muaro Jambi. sedikit sejarah tentang candi Muaro Jambi dari saya.
Candi Muaro Jambi terletak di Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di Kecamatan Muaro Sebo, Provinsi Jambi. Lokasi candi ini terdapat di pinggir Sungai Batang Hari. Candi ini merupakan peninggalan abad ke-11, di mana Kerajaan Sriwijaya sedang dalam masa jayanya.
Candi Muaro Jambi terletak di Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di Kecamatan Muaro Sebo, Provinsi Jambi. Lokasi candi ini terdapat di pinggir Sungai Batang Hari. Candi ini merupakan peninggalan abad ke-11, di mana Kerajaan Sriwijaya sedang dalam masa jayanya.
Kompleks Candi
Muaro Jambi luasnya 260 hektere dan merupakan kompleks candi yang paling
luas di Sumatra.Candi Muaro Jambi merupakan candi peninggalan era Hindu-Budha di
Sriwijaya. Ajaran sepiritual ini dipengaruhi oleh budaya India. Kompleks
ini terdapat candi utama dan enam candi kecil lainnnya. Semua candi
dibuat dari batu bata yang disusun rapi. Bentuk candi utama kotak
persegi panjang. Pada bagian depan, terdapat susun tangga yang
menghubung ke lantai paling atas.
Candi utama ini terdiri atas tiga bagian. Bagian bawah berupa
tumpukan batu dengan hiasan panel berjenjang. Pada bagian atasnya
terdapat bangunan serupa, tapi ukurannya lebih kecil. Sementara bagian
atas sendiri berupa altar kecil, tempat sembahyang. Pada sekitar candi
terdapat puluhan gundukan batu-bata yang diperkirakan bangunan itu
adalah candi. Ada banyak penemuan benda sejarah dari kompleks candi ini
seperti perhiasan emas, koin dari Cina, arca perunggu dwarapala, gong
perunggu, lumpang, dan pecahan gerabah, serta masih banyak lagi.
Kalau kita melihat sekilas dari poto yang ada di belakang saya memang candi Muaro Jambi seperti batu bata yang sering kita jumpai di sekitar kita.. yang hebatnya lagi ud beribu-ribu tahun tidak lapuk di makan alam..
masih banyak lagu candi-candi yang ada di muaro jambi ini,, di antaranya candi tinggi, candi gembar batu ...
terima kasih atas waktu saudara melihat blog saya.. salam anak semendo dara laut ( Muara Enim Palembang )
Kalau kita melihat sekilas dari poto yang ada di belakang saya memang candi Muaro Jambi seperti batu bata yang sering kita jumpai di sekitar kita.. yang hebatnya lagi ud beribu-ribu tahun tidak lapuk di makan alam..
masih banyak lagu candi-candi yang ada di muaro jambi ini,, di antaranya candi tinggi, candi gembar batu ...
terima kasih atas waktu saudara melihat blog saya.. salam anak semendo dara laut ( Muara Enim Palembang )
Kamis, 19 Desember 2013
SALAM PUBLIC RELATION ANGKATAN III IAIN STS JAMBI
SAAAT KITA BERSAMA.
tidak ada kata yang tepat selain satu kata kalimat " semoga kita semua sukses dalam mempelajari ilmu komunikasi. ingat kawan kebersamaan kita semoga tetap terjaga seperti dalam poto ini. cita-cita kita tentunya ingin baik. begitupun harapan saya selalu seperti poto di bawah ini kawan ...
kenangan terindah saat kita bersama
tidak ada kata yang tepat selain satu kata kalimat " semoga kita semua sukses dalam mempelajari ilmu komunikasi. ingat kawan kebersamaan kita semoga tetap terjaga seperti dalam poto ini. cita-cita kita tentunya ingin baik. begitupun harapan saya selalu seperti poto di bawah ini kawan ...
kenangan terindah saat kita bersama
KITA SEMUA INDAH PADA SAAT BERSAMA.. SEDIH SAAT BERPISAH. JADIKAN POTO INI OBAT HATI JIKA KITA INGIN MELIHAT KEBERSAMAAN NANTINYA
Langganan:
Postingan (Atom)



