- 1. KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA OlehM. Shobrie H.W., SE, CPHR, CPTr.
- 2. Kehidupan Manusia di Dunia KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIATentang hidup dan kehidupan manusia sering menjadiperdebatan banyak orang. Sudah banyak para ilmuwan(scientist) yang merumuskan teori-teori tentang kehidupanmanusia. Salah satunya adalah teori yang dikemukakan olehilmuwan berkebangsaan Inggris yang bernama CharlesDarwin yang terkenal dengan Teori Evolusinya. Menurutseorang cendekiawan muslim bernama Prof. DR. M.Mutawalli Asy-Sya‟rawi dalam bukunya Al-Hayatu WalMaut yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesiamenjadi Esensi Hidup dan Mati dikatakan bahwasesungguhnya indera manusia tidak memiliki kemampuanuntuk melihat esensi hidup dan kalaupun bisa hal ituhanyalah praduga semata, sedangkan praduga akancenderung menghasilkan suatu kesimpulan yang salah padaakhirnya.Memang benar yang dikemukakan beliau tersebut, hal initerbuktikan dengan adanya praduga yang fatal dari TeoriEvolusi Charles Darwin. Dalam teori evolusinya iamengatakan bahwa manusia berasal dari seekor kera, yangberhasil ia temukan fosilnya dan diberi nama Loisy.Perhatikan Firman Allah yang diterangkan dalam Al-Qur‟ansebagai berikut : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, „Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang manusia dari tanah liatMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 1
- 3. Kehidupan Manusia di Dunia kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.‟” (Q.S. Al-Hijr : 28)Dan dalam Firman-Nya : “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan kamu (Adam), kemudian kami bentuk rupamu.” (Q.S. Al-A‟raf : 11)Serta dalam Firman-Nya yang lain : “Dia (Allah) telah menciptakan kamu dari tanah dan kamu sebagai pemakmurnya.” (Q.S. Hud : 61)Maka dengan demikian, teori evolusi Darwin secara otomatislangsung terbantahkan dan terpatahkan. Demikianlah,melalui Firman Allah tersebut menjelaskan bahwasannyamanusia (cq. Adam) diciptakan langsung sebagai manusiabukannya sebagai kera terlebih dahulu. Masih banyak lagiFirman Allah yang menegaskan bahwa manusia diciptakanlangsung oleh Allah sebagai manusia seutuhnya. Begitulah,Allah Sang Pencipta seluruh alam semesta telahmenerangkan dengan sejelas-jelasnya tentang asal-usulkejadian manusia, namum mereka kebanyakan masihmencari bukti-bukti lain selain penjelasan Allah tersebut.Naudzubillahi min dzalik.Baru kemudian di awal abad ke-21 atau di awal milenium ke-3 ini muncul seorang cendekiawan dan ilmuwan muslim yangbernama Adnan Oktar dari Turki yang dalam tulisan-tulisanilmiahnya lebih dikenal dengan nama Harun Yahya. Beliautelah memiliki bukti-bukti sebagai sanggahan secara ilmiahMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 2
- 4. Kehidupan Manusia di Duniaberdasarkan cara berpikir logika modern terhadap teorievolusi Darwin. Diperkuat pula secara arkeologi yangmenjelaskan bahwasannya tidak ada satu pun bukti yangberhasil ditemukan yang dapat memperkuat argumentasibahwa teori evolusi itu benar adanya. Harun Yahya atauAdnan Oktar di dalam bukunya yang berjudul KeruntuhanTeori Evolusi mengatakan bahwa sampai saat ini tidak adabukti yang menunjukkan telah ditemukannya “makhluktransformasi” dari bentuk ikan menjadi burung yang sebagiantubuhnya berbentuk ikan tetapi sudah tumbuh sayap danparuhnya. Harun Yahya jelas-jelas mengatakan bahwa teorievolusi telah menyesatkan umat manusia, bahkan beliaumengatakan bahwa teori evolusi Darwin telahmembahayakan Aqidah Islam, sehingga bagi umat Islamyang mempercayai teori evolusi tersebut dikategorikan telahmelanggar Aqidah Islam.1. AWAL KEJADIAN MANUSIASebagaimana telah diterangkan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur‟an Surat Al-Hijr:28 ; Al-A’raf:11 ; dan Hud:61 di atasmaka sebenarnya telah jelaslah bahwa teori evolusi sudahterbantahkan dan runtuh dengan sendirinya.Lalu perhatikan pula Firman Allah berikut : “Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi, dan tidak pula penciptaan diri mereka sendiri, dan tidaklah Aku mengambil orang-orang menyesatkan itu sebagai penolong”. (Q.S. Kahfi : 51)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 3
- 5. Kehidupan Manusia di DuniaFirman Allah tersebut menegaskan bahwasannya Iblis dananak cucunya saja tidak mengetahui dan mengerti ataspenciptaan diri mereka sendiri, apalagi manusia yangdiciptakan setelah diciptakannya Iblis, sekiranya Allah tidakmemberitahu lewat Firman-Nya melalui Al-Qur‟an yangditurunkan kepada Rasulullah SAW.Bagaimana mungkin mereka bisa menduga bahwa manusia(yang juga termasuk dirinya Darwin) itu berasal dari seekorkera, sedangkan kera adalah spesies binatang bukan manusia.Allah Sang Pencipta manusia itu sendiri menyatakan bahwamanusia adalah makhluk yang sebaik-baik ciptaan-Nyasebagaimana yang dijelaskan malalui Firman-Nya : “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dalam bentuk/rupa yang sebaik- baiknya”. (Q.S. At-Tin : 4)Serta Firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak Adam”. (Q.S. Al-Isra‟: 70)Apakah seorang Charles Darwin tidak sadar bahwa ia sedangmenjatuhkan harga dirinya sendiri sebagai manusia denganmengatakan bahwa ia berasal dari seekor kera, sedangkanTuhan penciptanya saja mengagungkan dan memuliakanmanusia sebagai ciptaan-Nya. Sungguh sangat mengherankansekali bukan ?Lalu muncul lagi setelah itu, perdebatan dan kebingungan diantara orang-orang dengan adanya satu pertanyaan berbaufilsafat : “Mana lebih dahulu, telur ataukah ayam ?”.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 4
- 6. Kehidupan Manusia di DuniaPertanyaan yang sangat sederhana dan bodoh ini kemudianberkembang menjadi sebuah diskusi, seminar-seminar, danbahkan penelitian-penelitian yang hasilnya sudah dapatdipastikan nihil dan tidak pernah menghasilkan suatukesimpulan apapun.Marilah kita perhatikan sebagaimana yang telah dijelaskanAllah dalam Firman-Nya : “Dan segala sesuatunya Kami ciptakan berpasang-pasangan agar supaya kamu mengingat kebesaran Allah”. (Q.S. Adz-Dzariyat : 49)Ayat di atas begitu gamblang menjelaskan bahwa Allahmenciptakan segala sesuatunya secara berpasang-pasangan,yakni laki-laki dan perempuan (untuk manusia), jantan danbetina (untuk fauna), bahkan berlaku pula untuk tumbuh-tumbuhan (flora).Dahulu kala orang mengasosiasikan jenis kelamin hanyauntuk manusia dan hewan, serta tidak berlaku untuk tumbuh-tumbuhan. Namun, seiring dengan perkembangan ilmupengetahuan di akhir abad ke-20, orang sudah tahu bahwadalam dunia tumbuh-tumbuhan (flora) pun terdapat yangnamanya “jenis kelamin”, yakni yang disebut sebagai serbuksari (jantan) dan kepala putik (betina). Jadi maha benarlahapa-apa yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya.Shodaqollahul „azhiim.Dalam penciptaan manusia pertama (Adam), setelah Allahmeniupkan ruh ke dalam tubuh Adam, bersamaan dengan ituMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 5
- 7. Kehidupan Manusia di Duniapula Allah telah menciptakan bahan dasar (substansi)keturunan manusia pada punggung (cq. sulbi) Adam, dalambentuk material substansi calon manusia (ciptaan) yang amatteliti dan teramat kompleks yang tercermin dalam DNA(Deoxyribo Nucleic Acid) pada tiap-tiap manusia yangdilahirkan kemudian. Sementara itu, Siti Hawa (isteri Adam)diciptakan langsung oleh Allah dari tulang rusuk Adam. Halini diterangkan Allah dalam Firman-Nya : “Wahai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya”. (Q.S. An-Nisa‟ : 1)Baru-baru ini dunia telah dikejutkan dengan temuan seorangilmuwan Jepang yang berhasil menyingkap rahasia di balikDNA manusia. Ilmuwan yang telah berhasil itu adalah Prof.DR. Kazuo Murakami, seorang ahli genetika terkemukadunia, yang berhasil memperoleh penghargaan InternasionalMax Planck Research Award dan sekaligus memenangkanJapan Academy Prize di Jepang.Dalam bukunya yang berjudul The Divine Code of Life :Awaken Your Genes & Discover Hidden Talents yangditerjemahkan secara bebas ke dalam Bahasa Indonesiadengan judul The Divine Message of DNA : Tuhan dalamGen Kita, ia mengatakan bahwasannya DNA adalah buktibahwa Tuhan telah menciptakan manusia dengan sedemikiankompleksnya.Berikut adalah kutipan pernyataan dalam bukunya :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 6
- 8. Kehidupan Manusia di Dunia “Walaupun pada awalnya kami percaya bahwa dengan menafsirkan kode-kode genetik itu akan memecahkan misteri kehidupan, namun semakin lama semakin jelas bahwa hidup tidaklah sesederhana itu. Semakin jauh kami mempelajarinya, bahkan untuk satu sel saja, semakin banyak kami mengerti akan tingkat kerumitannya yang sangat tinggi.”Temuan Kazuo Murakami tersebut sekaligus menjadiargumen yang kuat bahwa teori evolusi Darwin itu adalahsungguh tidak benar keberadaan dan validitasnya, sertasangat tidak terbukti dan tidak dapat dibuktikan sama sekali.2. HIDUP DAN PROSES PENCIPTAAN MANUSIABarangkali kita semua bertanya-tanya dalam rentang waktuyang sebegitu jauh sejak Adam diciptakan sampai dengankita sekarang ini, masih adakah hubungan dan relevansinyadengan diri kita? Jawabannya tentu saja ada hubungannyadengan diri kita, sebab kehidupan merupakan mata rantaiyang berkesinambungan antara satu orang dengan anaknya,cucunya, cicitnya dan keturunan seterusnya, sehinggaberkesinambungan pula antara satu generasi kepada generasiberikutnya, sesuai dengan materi substansi pembentukmanusia yang sudah ditanamkan kepada Adam pada awalmula penciptaannya.Awal mula kehidupan manusia terjadi karena adanya campurtangan Allah. Hal ini juga dikatakan Kazuo Murakami, yangMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 7
- 9. Kehidupan Manusia di Duniatelah melakukan penelitian lebih dari 40 (empat puluh) tahununtuk kepentingan kehidupan manusia melalui riset yangsangat teliti tentang gen manusia.Dalam bukunya ia menuliskan : “Mekanisme kehidupan adalah sebuah misteri yang mengagumkan. Orang-orang bicara mengenai hidup seolah-olah kehidupan hanyalah sesuatu yang sederhana. Sebenarnya, tak ada seorangpun yang mampu bertahan hidup hanya melalui usaha secara sadar. Dengan diatur oleh cara kerja hormon dan sistem syaraf yang otomatis, seluruh fungsi vital kita termasuk pernapasan dan peredaran darah setiap waktu dapat menjaga kita agar tetap hidup tanpa adanya usaha-usaha khusus maupun campur tangan dari diri kita sendiri. Gen kitalah yang mengontrol sistem-sistem vital ini, dan untuk dapat melakukan hal itu mereka bekerja secara selaras. Ketika yang satu mulai bekerja maka yang lain bereaksi dengan berhenti atau bekerja lebih keras untuk memperhalus dan mengatur seluruh sistem tersebut. Sepertinya memang hampir tidak mungkin jika pengaturan yang begitu hebat ini hanya terjadi secara kebetulan. Sesuatu yang lebih Agung pastilah berada di balik semua keselarasan ini. Banyak orang menggunakan kata „Tuhan‟ untuk menjelaskan konsep ini. Sebagai seorangMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 8
- 10. Kehidupan Manusia di Dunia ilmuwan, saya telah memilih untuk menyebutnya „Sesuatu yang Agung‟”.Demikian yang dipaparkan oleh Kazuo Murakami, walaupunia tidak mau menyatakan “sesuatu” itu adalah “Tuhan”, tetapiia mengakui bahwasannya ada “Sesuatu yang Agung” dibalik semua itu.Dalam konsep dan aqidah Islam, sesuatu yang Agung itusudah pastilah Allah Subhanahu Wa Ta‟ala, sebagai TuhanYang Maha Agung (Al-Azhim).Sejak awal, Allah SWT telah memperlihatkan eksistensiDzat-Nya kepada semua makhluk ciptaan-Nya, dari yangpertama diciptakan sampai yang terakhir, termasuk kepadamanusia. Sebab tanpa persaksian ini, manusia tidak akanpernah mampu mencerna dan menangkap dengan pancainderanya atas pemahaman hal-hal yang bersifat ghaib (tidaknyata).Kesaksian manusia dalam alam substansi ini telah Allahterangkan dalam Firman-Nya : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka: „Bukankah Aku ini Tuhanmu?‟‟Betul, kami menjadi saksi‟, agar di hari kiamat nanti kamu tidak mengatakan: „Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lupa terhadap ini (keesaan Tuhan)‟”. (Q.S. Al-A‟raf : 172)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 9
- 11. Kehidupan Manusia di DuniaDari awal kejadian manusia itu, sebenarnya manusia sudahmeyakini bahwa Allah itu ada. Inilah yang disebut sebagaiFitrah Iman kepada Allah yang terdapat di dalam Af-idah(Akal & Hati nurani) manusia itu sendiri. Hati nuranimanusia senantiasa akan selalu mendekatkan jiwa dan dirimanusia itu sendiri kepada Sang Penciptanya, yakni AllahSWT.Hati nurani akan selalu melekat pada diri manusia sejak iadilahirkan hingga ajal menjemputnya, bahkan hinggamanusia dibangkitkan kembali oleh Allah SWT pada harikiamat nanti.Kemudian, bagaimana halnya dengan penciptaan manusiamelalui seorang ibu dan seorang bapak ? Untuk itu AllahSWT menerangkan dalam Al-Qur‟an dengan Firman-Nya : “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani dalam tempat yang kokoh (rahim). Lalu air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami balut dengan daging. Kemudian Kami jadikan makhluk (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik”. (Q.S. Al-Mu‟minun : 12-14)Menurut pandangan ilmu pengetahuan, dalam hal ini ilmubiologi, Firman tersebut sesuai dengan kenyataannya yangMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 10
- 12. Kehidupan Manusia di Duniatelah dibuktikan bahwa manusia berasal dari ”saripati tanah”.Ilmu biologi telah membuktikan dengan menggunakanmetode dari abu bekas bakaran manusia (cq. yang diambildari abu jenazah yang telah dikremasi ~ dari penganut agamanon muslim), bahwasannya unsur-unsur asli yang terdapatpada tanah, yaitu: Oksigen (O2), Hidrogen (H), Belerang (S),Zat Arang (C), Kalium (K), Natrium (Na), Yodium (I), ZatAsam Arang (CO2), dan Air (H2O) serta zat-zat pelengkaplainnya.Dengan demikian, proses kejadian manusia ketika masih adadalam kandungan menurut Al-Qur‟an Surat Al-Mu‟minunayat 12-14 tersebut adalah sebagai berikut :1) Allah SWT membuat saripati tanah yang terbentuk dalam tubuh manusia menjadi nutfah (air yang berisi spermatozoa yang biasa disebut sebagai sperma), yang ditumpahkan ke dalam qoror (rahim atau kandungan).2) Allah SWT membuat nutfah menjadi „alaqoh (gumpalan darah yang menyerupai lintah).3) Allah SWT membuat „alaqoh menjadi mudhghoh (segumpal daging).4) Allah SWT membuat mudhghoh menjadi „izhom (tulang- belulang).5) Allah SWT membalut tulang-belulang itu dengan daging.6) Akhirnya Allah SWT menjadikannya seorang makhluk dalam bentuk yang lain, yaitu dalam bentuk manusia yang sangat lengkap (berkepala, bertangan, berkaki, dsb.)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 11
- 13. Kehidupan Manusia di DuniaDi dalam Al-Qur‟an banyak sekali diterangkan peristiwa-peristiwa penciptaan manusia dengan bermacam-macam carapenciptaannya. Apabila kita cermati kejadian-kejadiantersebut, maka sebenarnya proses penciptaa manusia olehAllah SWT adalah melalui 4 (empat) macam cara penciptaan,yaitu :1) Penciptaan langsung oleh Allah SWT. Proses penciptaan ini adalah bukan melalui hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan. Ini adalah penciptaan manusia secara langsung olah Allah SWT sebagaimana diciptakannya Adam „Alaihis Salaam yang disebut sebagai manusia tanpa ayah dan tanpa ibu.2) Penciptaan melalui seorang laki-laki saja. Proses penciptaan ini dilakukan Allah SWT terhadap Siti Hawa (isteri Adam) melalui tulang rusuk Adam, yang disebut sebagai manusia tanpa ibu.3) Penciptaan melalui seorang perempuan saja. Proses penciptaan ini terjadi pada diri Nabi Isa „Alaihis Salaam yang tidak mempunyai ayah karena Maryam (ibunya) tidak mempunyai suami seorangpun dan tidak pula pernah melakukan hubungan seksual dengan laki- laki manapun.4) Penciptaan melalui seorang laki-laki dan perempuan. Proses penciptaan ini adalah proses yang umum terjadi sekarang ini. Semua orang setelah Nabi Isa, dilahirkan ke dunia melalui proses penciptaan ini, kecuali untuk ketiga orang yang telah disebutkan (Adam, Siti Hawa, dan Isa), begitu juga terhadap diri Nabi Muhammad SAW. ProsesMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 12
- 14. Kehidupan Manusia di Dunia penciptaan di sini adalah melalui sebab hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan (ayah dan ibu). Namun demikian, tidak berarti setiap hubungan seksual pasti akan dilahirkannya seorang manusia. Nah, di sinilah Allah kembali ingin menunjukkan kekuasaan-Nya yang Maha Hebat, yakni walaupun semua faktor penyebab (kausalitas) sudah terpenuhi, tetapi tidak pasti semua penyebab-penyebab itu akan dapat menimbulkan atau menghasilkan akibat. Inilah yang dinamakan Hukum Kausalitas Allah, yaitu suatu hukum sebab akibat yang sangat memperhitungkan (tidak me-nafikan) adanya faktor Allah sebagai satu-satunya musabab (penyebab) yang menyebabkan terjadinya akibat. Hukum Kausalitas Allah ini sangat memperhitungkan Kekuasaan (Qudrot) dan Kehendak (Irodat) Allah SWT sebagai satu-satunya Pencipta (Kholiq) atas diri manusia.3. ESENSI HIDUP MANUSIA DI DUNIADi antara ilmu-ilmu fisiologi yang sudah begitu jauhberkembang sampai dengan pengenalan mekanisme danfungsi organ-organ tubuh manusia, ditambah lagi dengantemuan-temuan di bidang ilmu genetika manusia yangsedemikian spektakuler pada milenium ketiga ini, namunhingga saat ini masih sangat banyak manusia yang belumsepenuhnya mengerti tentang hakikat (esensi) dirinya sendiri,karena memang ilmu pengetahuan tentang esensi hidupmanusia masih sangat jarang dibicarakan dan masih sangatjauh dari kemajuan sehingga sampai kini masih berada padatahap awal pengenalan sisi-sisi penting kehidupan manusia.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 13
- 15. Kehidupan Manusia di DuniaAdalah DR. Alexis Carrel, sebagaimana yang ia tulis dalambukunya Man The Unknown mengatakan : “Memang manusia telah melakukan usaha yang super keras untuk mengenali dirinya, tapi meskipun kita memiliki setumpuk observasi yang telah berhasil dihimpun oleh para ilmuwan, filsuf, bahkan ahli-ahli mistik sepanjang zaman, kita baru dapat menguasai aspek-aspek tertentu saja dari diri kita..., dan ternyata ketidak-tahuan kita begitu banyak disebabkan oleh sebagian besar pertanyaan yang diajukan kepada para ilmuwan tentang manusia belum bisa terjawab..., kita terus terang harus mengakui bahwasannya ilmu tentang manusia merupakan ilmu yang paling sulit di antara seluruh ilmu yang ada”.Kenyataan yang dikemukakan oleh DR. Alexis Carreltersebut terjadi tidak lain karena kita tidak pernah mauberusaha merujuk (refers to) kepada Sang Pencipta (AllahSWT) yang memiliki manhaj (sistem) tentang diri manusia,yang sekaligus menguasai sistem tersebut. Sebagaimana kitatahu, sebuah mobil canggih yang diproduksi sebuah pabrikmobil tidak akan diketahui secara pasti mengenai“Spesifikasi Teknis” yang terdapat di dalamnya, yangmeliputi segala kecanggihan dan keistimewaan mobiltersebut, termasuk segala kekurangannya, seandainya sajapabrik mobil itu tidak menjelaskannya dalam “Manual Book”mobil tersebut yang berisi seluruh “Spesifikasi Teknisnya”secara rinci. Ini sebuah perumpamaan untuk hal itu. Begitujuga halnya dengan manusia, niscaya kita tidak akan pernahMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 14
- 16. Kehidupan Manusia di Duniatahu dan mengerti hakikat hidup kita sendiri seandainya kitatidak mencari tahu (to find out) lewat Sang Penciptanya yangtelah memproduksi (baca: menciptakan) manusia tersebut.Islam memandang eksistensi manusia sebagai suatu kesatuanutuh yang tidak dapat dipisahkan antara jasmani, rohani, sertaakal dan budi. Akal dan budi tersebut sebagai Af-idah yangtelah dikaruniakan Allah kepada manusia. Budi itulah yangdisebut sebagai hati nurani sebagaimana yang telahdijelaskan Allah dengan Firman-Nya : “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibimu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia menganugerahkan kepadamu pendengaran, penglihatan, dan Af-idah (akal dan hati nurani) supaya kamu bersyukur”. (Q.S. An-Nahl : 78)Antara jasmani, rohani, dan akal budi (Af-idah) saling terkaitserta membentuk suatu ikatan yang saling menguatkan satudengan yang lainnya (interdependensi).Pandangan Islam terhadap manusia dalam hal ini adalahseimbang (tawazun). Oleh karena manusia tidak mampumembuat sistem bagi kehidupannya sendiri, maka yangpaling kompeten (kuasa) membuat sistem kehidupan manusiaadalah Allah SWT. Maka dari itu, untuk mengungkap esensihidup manusia di dunia ini haruslah melalui wahyu-wahyuAllah yang diturunkan kepada Rasulullah SAW berupa Al-Qur‟an dan Hadits yang dapat menjelaskan tentang hakikatmanusia itu sendiri. Dia-lah yang paling menguasai tentangmanusia karena Dia (Allah) yang menciptakannya.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 15
- 17. Kehidupan Manusia di DuniaPerhatikan Firman Allah berikut ini : “Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan kamu rahasiakan)?” (Q.S. Al-Mulk : 14)Juga Allah memandang manusia sebagai makhluk yangpelupa (lalai) sesuai dengan nama dan gelar yang diberikanAllah kepada manusia. Kata “manusia” berasal dari kata“insan” yang berarti “pelupa (lalai)”. Gelar ini diberikan olehAllah ketika Nabi Adam lupa akan larangan Allah untukmendekati salah satu pohon di Syurga (pohon Khuldi).Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah : “Dan sungguh telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (lalai) dengan perintah itu”. (Q.S. Thaha : 115)Kehidupan Manusia di Dunia yang Fana’ ini padaHakikatnya adalah :1). Kesenangan yang Menipu/memperdaya. “…dan tidaklah kehidupan dunia itu melainkan hanyalah kesenangan yang menipu/memperdaya” (Q.S. Ali Imran: 185)2). Permainan dan Sesuatu yang Melalaikan. “Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, …” (Q.S. Al-Hadid : 20)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 16
- 18. Kehidupan Manusia di Dunia3). Kesenangan yang Teramat Sedikit sekali. “…kenikmatan hidup di dunia ini bila dibandingkan dengan akhirat amatlah sedikit sekali” (Q.S. At-Taubah : 38)4). Rangkaian Ujian dan Cobaan Hidup. “Dan Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai suatu cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan” (Q.S. Al-Anbiya : 35)Hidup manusia di dunia ini secara keseluruhan padahakikatnya adalah tempat untuk menguji manusia denganberbagai macam cobaan dan ujian sebagaimana yangdijelaskan Allah dalam Surat Al-Anbiya Ayat 35 di atas.Perhatikan pula Firman Allah yang lain : “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, „Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan hanya kepada-Nya- lah kami dikembalikan‟.” (Q.S. Al-Baqarah : 155-156)Jadi, jelaslah bahwa esensi hidup manusia di dunia ini adalahsebagai Tempat Cobaan dan Ujian yang dimulai sejak NabiMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 17
- 19. Kehidupan Manusia di DuniaAdam diturunkan ke dunia hingga hari kiamat nanti. Ujianmanusia di dunia akan datang silih berganti dan membentukmata rantai yang tidak terputus (tidak ada habisnya) selama iamasih hidup di dunia yang sementara (fana) ini.Perhatikanlah beberapa Firman Allah dalam Al-Qur‟an yangmenjelaskan tentang ujian atau cobaan yang akanditimpahkan kepada manusia selama ia masih hidup di duniaini : “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan saja setelah mereka berkata, „Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji lagi ?”. (Q.S. Al-Ankabut : 2)Perhatikan pula Firman Allah lainnya : 1) “Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka...” (Q.S. Al-Ankabut : 3) 2) “Sungguh Kami telah menjadikan apa-apa yang ada di bumi sebagai suatu hiasan dan ujian bagi mereka, siapa di antara mereka yang paling baik amal perbuatannya”. (Q.S. Kahfi : 7) 3) “Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan, sebagai suatu cobaan dan kepada Kamilah kamu akan dikembalikan”. (Q.S. Al-Anbiyaa‟ : 36)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 18
- 20. Kehidupan Manusia di Dunia 4) “Kamu sungguh akan diuji dengan harta- hartamu dan dirimu sendiri...” (Q.S. Ali Imran : 186) 5) “Allah telah menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa yang paling baik amal perbuatannya”. (Q.S. Al-Mulk : 2)Allah akan memberi cobaan hidup kepada manusia denganbermacam-macam cobaan yang bisa berupa kesulitan ataukesusahan hidup, himpitan ekonomi, penyakit dan kesedihan-kesedihan lainnya, tetapi bisa pula berupa kesenangan hidup,rizki yang berlimpah, isteri yang sangat cantik, anak yangbanyak, perhiasan dari emas dan perak, ternak yang banyakatau hasil sawah, kebun dan hasil pertanian yang berlimpah.Sebagaimana yang dikatakan Allah dalam Firman-Nya : “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan-kecintaan kepada : nafsu terhadap wanita, anak-anak (keturunan), harta yang banyak berupa emas, perak, kuda-kuda yang gagah, hewan ternak serta sawah dan ladang. Yang demikian itu merupakan kesenangan hidup di dunia, namun hanya di Sisi Allah-lah sebaik- baiknya tempat kembali” (Q.S. Ali Imran : 14)Semua itu dimaksudkan Allah SWT untuk menguji manusiaserta untuk menyeleksi mana di antara manusia tersebut yangMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 19
- 21. Kehidupan Manusia di Duniapaling baik perbuatannya, paling baik akhlaqnya, paling baikimannya, dan yang paling tinggi kesabarannya.Dengan memberikan cobaan-cobaan dan ujian kepadamanusia tersebut, Allah ingin mendengar sendiri secaralangsung dari manusia yang diuji-Nya tentang reaksi dankomentar atas cobaan itu. Sebagaimana yang dikatakanRasulullah SAW dalam Haditsnya : “Allah berfirman kepada malaikat: „Pergilah kepada hambaKu lalu timpahkanlah berbagai macam ujian kepadanya karena Aku ingin mendengar suaranya‟”. (H.R. Thabrani dan Abu Umamah)Hidup ini memang tidak pernah sunyi dari ujian Allah, baiksenang maupun susah, baik suka maupun duka. Dalamkehidupan manusia di dunia ini, Allah akan pergilirkankepada tiap-tiap manusia, antara senang dan susah, antarasuka dan duka, antara kekayaan dan kemiskinan, antarakejayaan dan kehancuran, supaya manusia mengingat Allah.Hal ini sesuai dengan Firman-Nya : “Dan hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia, supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman...” (Q.S. Ali Imran : 140)Namun demikian, manusia janganlah bersedih hati danberputus asa atas cobaan yang menimpa dirinya, justruMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 20
- 22. Kehidupan Manusia di Duniasebaliknya harus gembira dengan cobaan-cobaan hidup yangdiberikan Allah kepadanya, karena dalam hal ini Allah SWTberfirman : “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (Q.S. Al-Insyirah : 5-6)Dalam Surat Al-Insyiroh tersebut Allah menyebut kata“kemudahan” sebanyak dua kali dalam dua ayat yangberbeda namun dengan kalimat yang persis sama. Sehinggapara ahli tafsir banyak yang mengatakan bahwa maknasebenarnya dari kedua ayat tersebut adalah “Sesungguhnyabersama kesulitan itu ada dua kemudahan sekaligus”.Wallahu A‟lam Bishowab, hanya Allah lah yang mengetahuihakikat sebenarnya dari kedua ayat tersebut.Namun terlepas dari itu semua, di sini Allah sudah berjanjibahwa dalam kesulitan itu pasti ada kemudahan yangterkandung di dalamnya. Niscaya, kalau Allah sudah berjanjipasti benar, dan perkataan Allah adalah Maha Benar.Lalu perhatikan pula Sabda Rasulullah SAW : 1) “Tidak ada seorang muslim pun yang ditimpa gangguan semisal tusukan duri ataupun yang lebih berat daripada itu, melainkan dengan musibah itu dihapuskan Allah perbuatan buruknya dan digugurkan dosa-dosanya seperti pohon yang digugurkan daun-daunnya”. (H.R. Mutafaq „Alaih)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 21
- 23. Kehidupan Manusia di Dunia 2) “Ujian yang tiada henti-hentinya menimpa orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, yang mengenai dirinya, hartanya, anaknya, tetapi ia tetap bersabar, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan tidak berdosa”. (H.R. Tirmidzi)Rasululllah SAW juga Bersabda : 1) “Sesungguhnya bagi setiap umat ada ujiannya, dan ujian bagi umatku adalah harta kekayaan”. (H.R. Tirmidzi) 2) “Demi Allah, bukanlah kefakiran dan kemiskinan yang aku khawatirkan atas kamu, tetapi justru aku khawatir kemewahan dunia yang kamu dapatkan sebagaimana yang telah diberikan kepada orang-orang sebelum kamu, lalu kamu bergelimang kemewahan itu hingga binasa sebagaimana mereka bergelimang harta dan binasa pula”. (H.R. Bukhari) 3) “Sepeninggalku tiada ujian yang lebih berat bagi kaum pria, melainkan godaan wanita”. (H.R. Bukhari)Begitulah kenyataan dalam hidup ini tidak sepi dari cobaanAllah, baik di kala senang menjadi susah, atau di kala susahmenjadi senang, suka menjadi duka, dan duka menjadi suka,secara bergiliran, senantiasa silih berganti dan terus menerusselama hayat masih dikandung badan. Sehingga bagi orangMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 22
- 24. Kehidupan Manusia di Duniaberiman yang bijak akan selalu mempersiapkan dirinya setiapsaat untuk menerima ujian Allah SWT, karena baginya ujianadalah suatu “persyaratan” untuk naik ke tingkatan (level)yang lebih tinggi kedudukannya di Sisi Allah SWT.Ujian-ujian manusia juga bertingkat-tingkat kesulitannyasesuai dengan ketaatan dan keimanan yang dimilikinya.Hal ini diterangkan dalam Hadits Qudsi sebagai berikut : “Orang yang banyak mendapat ujian adalah Para Nabi, kemudian baru orang-orang yang lebih dekat derajatnya dengan Nabi, berurutan secara bertingkat. Orang diuji menurut tingkat ketaatannya pada agama. Jika ia sangat kuat beragama maka sangat kuat pula ujiannya, dan jika ia lemah agamanya maka ringan pula ujiannya. Demikianlah musibah dan ujian itu senantiasa ditimpahkan kepada seorang hamba sampai ia dibiarkan berjalan di muka bumi tanpa suatu dosa apapun”. (H.R. Tirmidzi)4. ESENSI DUNIA DAN DIRI MANUSIADi dalam Al-Qur‟an banyak diterangkan bahwasannya AllahSWT menggambarkan tentang dunia dengan perumpamaan-perumpamaan yang sangat jelas namun sederhana sehinggamudah dimengerti oleh setiap orang yang berakal sehat.Perumpamaan-perumpamaan Dunia yang diibaratkanoleh Allah SWT di antaranya adalah sebagai berikut :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 23
- 25. Kehidupan Manusia di Dunia1) Dunia laksana Bangkai yang dikelilingi anjing-anjing : “Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Daud A.S. dengan Firman-Nya : „Wahai Daud, perumpamaan dunia yaitu laksana bangkai di mana anjing-anjing berkumpul mengelilinginya dan menyeretnya ke sana ke mari. Apakah engkau senang menjadi seekor anjing lalu ikut bersama mereka menyeret bangkai itu ke sana ke mari ?‟”. (H.Qudsi Riwayat Al-Madani)2) Dunia ibarat Air hujan yang turun ke bumi : “Dan berilah perumpamaan kepada mereka bahwa kehidupan dunia bagaikan air hujan yang Kami turunkan dari langit sehingga karenanya menjadi subur tumbuh-tumbuhan di muka bumi, lalu diterbangkan angin. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (Q.S. Kahfi : 45)3) Dunia seperti Orang yang mencelupkan Jarinya ke laut : “Dunia itu bila dibandingkan dengan akhirat seperti jika seseorang mencelupkan satu jarinya ke laut maka hendaklah ia melihat air yang menempel di jarinya itu setelah ia menariknya kembali dari dalam air”. (H.R. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah) “Pergilah ke Pinggir Samudera lalu celupkan ujung jarimu, kemudian angkatlahMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 24
- 26. Kehidupan Manusia di Dunia ujung jarimu, Air yang menempel di ujung jarimu itulah Kehidupan Dunia, sedangkan Air yang tertinggal di Samudera itulah Kehidupan Akhirat” (Hadits Qudsi)Makhluk yang telah Allah SWT ciptakan tetapi paling Iabenci tak lain adalah DUNIA, hal ini berdasarkan Haditsyang diriwayatkan oleh Al-Hakim, sebagai berikut : “Sesungguhnya Allah tidak menciptakan makhluq-Nya yang paling dibenci selain daripada Dunia. Dan sejak diciptakannya Dunia, Allah SWT tidak memandanginya”. (H.R. Al-Hakim)Disamping itu, Allah SWT juga memberikan Status Dunia itusebagai “sesuatu yang terlaknat”, sebagaimana yangditerangkan di dalam Hadits yang diriwayatkan olehThabrani sebagai berikut : “Sesungguhnya Dunia itu Terlaknat, maka semua yang ada di dalamnya juga terlaknat, KECUALI yang digunakan HANYA untuk Kepentingan ALLAH”. (H.R. Thabrani)Demikianlah yang telah diterangkan Allah mengenai esensidunia, baik melalui Lisan Rasul-Nya maupun melaluiFirman-Nya langsung.Untuk mengetahui Jati Diri kita sebagai Manusia, makakitapun HARUSLAH merujuk kepada Al-Qur‟an dan Al-Hadits sebab keterangan-keterangan Allah tersebutlah yang“Paling Valid” dikarenakan hanya Dialah yang palingMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 25
- 27. Kehidupan Manusia di Duniamengetahui hakikat diri manusia karena Dialah satu-satunyaDzat yang menciptakan Manusia.Berikut ini akan dibahas dan dijelaskan mengenai Sifat-sifatManusia berdasarkan Al-Qur‟anul Karim (Kitab Allah yangselalu benar Isi Kandungannya).Berdasarkan Al-Qur’an, sedikitnya ada 7 (tujuh) SIFAT-SIFAT DASAR yang ada pada DIRI MANUSIA, yakni :1). LEMAH (Q.S. An-Nisa‟: 28) “…dan manusia dijadikan bersifat lemah”.2). TERGESA-GESA (Q.S. Al-Anbiya‟: 37) “Manusia telah diciptakan dengan sifat tergesa-gesa…”.3). BERKELUH-KESAH (Q.S. Al-Ma‟arij : 19-20) “Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh-kesah lagi kikir. Apabila ditimpah kesusahan ia berkeluh-kesah”.4). KIKIR / PELIT (Q.S. Al-Ma‟arij : 21) “Dan apabila mendapat kebaikan ia kikir”.5). DALAM KESUSAH-PAYAHAN (Q.S. Al-Balad : 4) “Sungguh telah Kami ciptakan manusia berada dalam kesusah-payahan…”.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 26
- 28. Kehidupan Manusia di Dunia6). CINTA DUNIA DAN MELUPAKAN AKHIRAT (Q.S. Al-Qiyamah : 20-21 dan Q.S. Al-Insan : 27) “Sesungguhnya kalian mencintai kehidupan dunia. Dan melupakan kehidupan akhirat”. “Sesungguhnya mereka lebih menyukai kehidupan dunia, dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka pada hari yang berat (hari akhirat)”7). MELAMPAUI BATAS (Q.S. Al-„Alaq : 6-7) “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya manusia itu melampaui batas. Apabila ia melihat dirinya serba kecukupan (kaya)”.8). PEMBANTAH (Q.S. Kahfi : 54) “Dan manusia adalah makhluq yang paling banyak membantah”.9). PENAKUT (Q.S. Ar-Rum : 24) “…dan Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutanmu dan harapan…”Kemudian lagi, di dalam Al-Qur‟an dijelaskan pula tentangmacam-macam Jiwa yang ada di dalam Diri Manusia.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 27
- 29. Kehidupan Manusia di DuniaJiwa-jiwa (An-Nafs) tersebut adalah sebagai berikut :1). Amaroh Bis-Suu’ (Q.S. Yusuf : 53) Jiwa yang selalu mendorong manusia untuk berbuat kejahatan.2). Lawwaamah (Q.S. Al-Qiyamah : 2) Jiwa yang sering dan selalu menyesali dirinya.3). Sawwaamah (Q.S. Yusuf : 83) Jiwa yang menghiasi kemaksiatan dengan keindahan pada pandangan mata manusia.4). Mulhamah (Q.S. Asy-Syams : 8) Jiwa yang mendorong manusia untuk bertingkah-laku Fujur (durhaka) dan kadang juga sekaligus bertingkah- laku Taqwa kepada Allah SWT.5). Muthmainnah (Q.S. Al-Fajr : 27) Jiwa yang Tenang dan Damai.6). Rhodhiyah (Q.S. Al-Fajr : 28) Jiwa yang merasa Ridho dan Puas kepada Allah.7). Mardhiyah (Q.S. Al-Fajr : 28) Jiwa yang selalu mendapatkan Keridhoan Allah.Oleh karena sifat manusia yang “lebih mencintai dunia”maka bagi manusia akhirat itu amatlah jauh dari jangkauandan pendengaran mereka. Hal ini sesuai dengan Firman AllahSWT di dalam Al-Qur‟an surat At-Taubah ayat 42 : “Kalau kamu (Muhammad) serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidakMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 28
- 30. Kehidupan Manusia di Dunia seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amatlah jauh terasa oleh mereka…”.Untuk melakukan “perlawanan” terhadap sifat-sifat dasarmanusia yang Allah ciptakan buruk tersebut maka Allahmenciptakan dan menyediakan Agama Fitrah bagi manusiasesuai dengan Firman-Nya di dalam Al-Qur‟an surat Ar-Rumayat 30 sebagai berikut : “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama Allah, fitrah Allah yang telah mencipatakan manusia menurut fitrah itu. Tak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.Keinginan dan cita-cita setiap manusia selama ia hidup didunia dibatasi oleh Ajal (batas umur) manusia itu sendiri. Halini sesuai dengan yang digambarkan Rasulullah SAW. Beliaumenggambarkannya di atas pasir dengan sebatang tonggakkayu untuk menjelaskan maksud yang ingin dijelaskannya.Perhatikanlah Gambar yang telah dibuat oleh Rasulullahsebagai berikut :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 29
- 31. Kehidupan Manusia di DuniaPenjelasan Rasulullah atas Gambar yang telah dibuatnyatersebut adalah sebagai berikut : Garis Horisontal di dalam Kotak : adalah Perjalanan Hidup (umur) hidup manusia selama di dunia. Garis Horisontal di luar Kotak : adalah seluruh Cita-cita serta Keinginan manusia selama hidup di dunia yang belum tercapai. Kotak Persegi Empat : adalah Ajal (batas umur) yang membatasi umur hidup manusia di dunia. Garis-garis Vertikal di dalam Kotak : adalah Bermacam- macam Godaan dan Bujukan Syetan kepada manusia selama hidup di dunia, yang berusaha menghalang-halangi jalan hidup manusia dari keinginan untuk menempuh jalan (agama) yang lurus.Selanjtnya untuk dapat memahami lebih jauh hakikatkehidupan manusia di dunia ini dengan lebih terarah dankomprehensif, maka pada bagian berikutnya penulis akanmembahas mengenai esensi bawaan (inherent) manusia yangdinamakan Tata Kehidupan Manusia di Dunia yangpenulis istilahkan dengan “The Human Genuity”, yakni :Tugas hidup manusia, Misi hidup manusia, Tujuan hidupmanusia, Pedoman hidup manusia, Teladan hidup manusiaserta Strategi-strategi hidup manusia. “The Human Genuity”ini dicanangkan Allah kepada manusia untuk meraihkesuksesan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhiratserta untuk menggapai Ke-Ridhoan-Nya.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 30
Selasa, 22 Oktober 2013
ESENSI HIDUP MANUSIA DI DUNIA
TATA KEHIDUPAN MANUSIA
- TATAKEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIA OlehM. Shobrie H.W., SE, CPHR, CPTr.
- 2. Tata Kehidupan Manusia di Dunia TATA KEHIDUPAN MANUSIA DI DUNIAPada akhir zaman ini, banyak tumbuh subur di kalanganmasyarakat kita yang materialistis (materialistic society)suatu pandangan hidup yang memisahkan tentangkepentingan dunia (duniawi) dengan kepentingan akhirat(ukhrowi). Dikotomi (pemisahan) ini dikategorikan sebagaisekularisme dalam beragama. Dikotomi berjalan antaraunsur kebendaan (materi) dengan unsur rohani, unsur visible(tampak) dan unsur invisible (tak tampak), dan antarahedonisme dan spiritualisme. Mereka yang memiliki dimensivertikal (urusan ketuhanan dan akhirat) menganggapeksistensi dunia adalah bagian yang harus dinisbikan dandimarjinalkan. Mereka hanya unggul dalam muhasabah(psycho spiritual contemplation) untuk mengejar akhiratsemata namun ketinggalan di bidang ekonomi, sosial, bahkanilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan mereka yangmemilih dimensi horisontal (urusan dunia), memang ungguldalam hal keduniawian, namun hati nuraninya kering dangersang karena serta masih terbelenggu oleh faktorkeberadaan (materialis) dan kesenangan hidup (hedonis)semata. Pikiran dan Nurani (akal dan budi) yang merupakanFitrah Utama Manusia berada diluar fitrah kehidupanyang sebenarnya sehingga perbuatan dan tindak-tandukmereka sangat jauh dari tuntutan agama, yang telahditanamkan oleh Allah kepada akal budi (af’idah) sejakzaman ‘azali (zaman asal pertama kali ada).Dengan terjadinya dua keadaan ekstrim ini, yang satu ekstrimpositif dan yang satunya ekstrim negatif, akan menjauhkantitik keseimbangan tersebut. Islam tidak menginginkanMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 1
- 3. Tata Kehidupan Manusia di Duniaterjadinya keadaan keadaan ekstrim tersebut karena Islamadalah ajaran (syariat) yang selaras dan seimbang (tawazun-balance). Sistem (manhaj) Islam diciptakan Allah SWTsecara seimbang sebagaimana diciptakannya segala sesuatudi alam semesta ini yang berjalan secara teratur (orderly)tanpa terjadi kontradiksi dan benturan sedikitpun,dikarenakan Allah yang menciptakan sistem tersebut bersifatMaha Adil (Al-Adlu), yang secara implisit juga berarti MahaSeimbang dalam menetapkan hukum-hukum dan Sunatullah-Nya.Berikut ini akan diuraikan mengenai Tata KehidupanManusia di Dunia yang merupakan Fitrah atas KehidupanManusia di Alam Dunia yang telah dicanangkan Allah SWTkarena Qudrot (Kuasa) dan Irodat (Kehendak) Nya kepadaseluruh manusia dengan diiringi Rasa Sayang (Rohman) danCinta (Rohim) kepada makhluq-Nya yang bernama Manusia.1. TUGAS HIDUP (Task of Life)Tugas hidup (task of life) merupakan unsur kedua dari fitrahkehidupan manusia. Adapun tugas manusia di dunia inisemata-mata tidak lain dan tidak bukan adalah sebagaikholifah Allah (wakil Allah) di muka bumi, sebagaimanaditerangkan dalam Firman-Nya : ”Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang kholifah di muka bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau handak menjadikan manusia yang akan membuat kerusakan di muka bumi danMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 2
- 4. Tata Kehidupan Manusia di Dunia menumpahkan darah, padahal kami selalu bertasbih dengan memuji dan mensucikan- Mu.’ Allah berfirman, ‘Sungguh Aku lebih tahu dari apa-apa yang kamu tidak ketahui.’” (Q.S. Al-Baqoroh : 30)Begitulah yang dikatakan Allah mengenai tugas hidupmanusia sebagai kholifah.Kata “kholifah” berasal dari Bahasa Arab yang berarti“wakil” (vicegerent) dari Tuhan. Perwakilan (khilafah)manusia atas Allah ini kedudukannya berada di bawahkedaulatan (Qudrot) Allah SWT, sehingga khilafah manusiadi muka bumi (di dunia) ini haruslah memenuhi tujuan danmaksud yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Oleh sebabitu, manusia di dunia ini haruslah bertindak dan berbuatsesuai dengan yang diperintahkan kepadanya. Itulah hakikatyang terkandung dalam maksud Allah menjadikan manusiasebagai kholifah di dunia ini.Secara umum, tugas-tugas kholifah di muka bumi ini dapatdiklasifikasikan sebagai berikut :1) Memakmurkan muka bumi. Manusia mempunyai tugas yang diembankan Allah SWT untuk mensejahterakan manusia dari kemiskinan dan keterbelakangan, baik dari segi materi maupun spiritual. Metode yang dapat dipakai bermacam-macam, salah satunya mungkin dengan menggali (explore) kekayaan alam bagi kemanfaatan seluas-luasnya pneduduk bumi. Seyogianya hasil pertambangan tersebut dapat dinikmati setiap orang di muka bumi ini secara adil dan merataMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 3
- 5. Tata Kehidupan Manusia di Dunia demi mengentaskan kemiskinan dan kefakiran. Adalah sebuah Hadits mengatakan : “Kefakiran dapat menjurus kepada kekafiran.”2) Memelihara dan menjaga bumi. Selain tugas manusia untuk memakmurkan bumi, jangan dilupakan pula tugasnya untuk memelihara dan menjaga bumi dari kehancuran atas ulah tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Menjaga kelestarian bumi adalah wajib hukumnya dan merupakan sebagian dari iman karena akhlaq yang baik akan menambah keimanan seseorang. Menjaga kelestarian alam dapat dimulai dengan membina manusia (SDM) nya. Karena jika sumber daya manusianya rusak maka akan berpotensi pula bagi kerusakan alam dan lingkungan yang ada.2. MISI HIDUP (Mission of Life)Misi hidup adalah unsur yang ketiga dari fitrah kehidupanmanusia. Misi hidup manusia di dunia ini adalah: untukberibadah kepada Allah SWT, dan sebagaimana telahdisampaikan oleh Allah sendiri dalam Al-Qur’an : “Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”. (Q.S. Adz-Dzariyat : 56)Ayat ini merupakan sumber dari segala sumber hukum-hukum Allah yang mewajibkan penyembahan (ibadah)kepada Allah. Sumber-sumber hukum lainnya yangMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 4
- 6. Tata Kehidupan Manusia di Duniamerupakan perintah Allah untuk beribadah kepada Allahadalah sebagai berikut : 1) “Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu”. (Q.S. Al-Baqoroh : 21) 2) “Kamu sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya (musyrik)”. (Q.S. An-Nisa’: 346) 3) “Dan kamu tidaklah diperintah kecuali untuk menyembah Tuhan Yang Maha Esa”. (Q.S. At-Taubah : 31)Dan ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk taatkepada perintah Allah adalah salah satunya : “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan taatilah orang- orang yang memimpin di antara kamu, maka jika kamu berbeda pendapat di antara kamu tentang sesuatu, kembalikanlah (rujuklah) kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kiamat, yang demikian itu lebih baik dan merupakan sebaik-baiknya tempat kembali (rujukan)”. (Q.S. An-Nisa’: 59)Dengan demikian, apabila misi hidup kita adalah untukberibadah maka Mission Statement (pernyataan misi) kitatersebut harus kita pandang sebagai fenomena hidup untukmemegang tanggung jawab moral multi dimensi, artinyaMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 5
- 7. Tata Kehidupan Manusia di Duniaseluruh tindakan dan perbuatan kita, baik yang nampaknyasepele, harus diletakkan sebagai tindakan pengabdian kepadaAllah SWT. Jadi haruslah dilakukan dengan sadar sebagaibagian dari rencana universal Allah yang dikehendaki-Nya.Dalam terminologi Islam, setiap perbuatan bernilai ibadahasalkan perbuatan itu murni dilakukan karena Allah semata,diniatkan dan ditujukan hanya untuk mendapatkan RidhoAllah SWT. Pengertian ibadah seperti itu akan sangatmemberikan makna yang luas dalam kehidupan manusia didunia.Hanya sistem (manhaj) Islam sajalah yang dapatmenunjukkan kita bahwa kita boleh menggapaikesempurnaan hidup di dunia, dan itu sama sekali tidakdilarang. Islam tidak mencegah manusia untuk mencapaikebahagiaan hidup di atas dunia, dan Islam sama sekali tidakmenangguhkan pemberian kesempurnaan hidup hinggamenunggu jasadnya terkubur terlebih dahulu lantas barusetelah itu diberi kesempurnaan hidup di akhirat. Islam tidakseperti itu, seperti orang-orang di luar Islam menganggap.Islam adalah suatu sistem (manhaj) agama yang diciptakanAllah secara seimbang (tawazun-balance) antara kepentingandunia dan kepentingan akhirat, karena Penciptanya sendiriadalah Yang Maha Seimbang (Al-‘Adlu). Akhirat tanpadunia, tak akan pernah digapai, sebaliknya dunia tanpaakhirat adalah suatu kerugian besar. Dunia adalah tempatbercocok tanam, sedangkan akhirat adalah tempat menuaidan memanen.Untuk itu marilah kita melihat Firman Allah SWT berikut iniyang menunjukkan adanya keseimbangan antara kepentingandunia dengan kepentingan akhirat :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 6
- 8. Tata Kehidupan Manusia di Dunia “Wahai orang-orang beriman, apabila kamu disuruh untuk menunaikan ibadah sholat jum’at pada Hari Jum’at maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (Q.S. Al-Jumu’ah : 9)Firman Allah ini memerintahkan kepada orang-orangMu’min untuk meninggalkan segala kegiatan jual beli ketikamendengar adzan lalu melakukan Sholat Jum’at berjamaah dimesjid. Ini menunjukkan bahwa Allah menghendaki agarmanusia meninggalkan sejenak urusan dunia dan menyuruhmelaksanakan urusan akhirat.Kemudian dalam ayat berikutnya : “Apabila Sholat Jum’at telah ditunaikan (diselesaikan), maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung”. (Q.S. Al-Jumu’ah : 10)Firman Allah ini menunjukkan bahwa apabila Sholat Jum’attelah ditunaikan maka silahkan kembali meneruskan danmenggeluti urusan dunia yang sempat tertinggal sementaratadi. Lihatlah, betapa seimbangnya Syariat (ajaran) Islamdalam urusan dunia dan akhirat, antara urusan materi denganurusan spiritual.Disamping itu, Islam juga menganjurkan sikap zuhudterhadap kesenangan dunia yang berlebih-lebihan, yangdalam istilah modern sering disebut Hedonisme. “Zuhud”Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 7
- 9. Tata Kehidupan Manusia di Duniadisini bukan berarti identik dengan “Kependetaan” yang diantaranya tidak boleh beristeri ataupun bersuami (bagibiarawan/biarawati). Bila yang dimaksud pengertian zuhudseperti itu berarti sama saja dengan melanggar Hak AsasiManusia (HAM) di dunia karena sebenarnya masalahpernikahan antara dua orang yang berlainan jenis sangatlahdihalalkan dan sama sekali tidak dilarang dalam Islamasalkan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.“Zuhud” dalam pengertian Islam bukan pula memusatkan(memfokuskan) aktifitas manusia semata-mata dikhususkanhanya untuk beribadah dalam arti sempit serta untukmengisolir diri dan menjauhkan diri dari kehidupan materisama sekali. Bukan itu maksud “zuhud” di sini. Pengertian“zuhud” di sini maksudnya adalah “jangan sampai dunia dansegala kesenangannya menjadi perhatian utama sehinggamelupakan perhatian kepada akhirat”.Dengan demikian, “zuhud” dalam pengertian Islam adalahmeletakkan kesenangan duniawi hanya sebatas di tangan,bukan di hati. Dalam hal ini Rasulullah SAW menjelaskantentang zuhud sebagai berikut : “Zuhud di dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal, bukan pula dengan membuang (meninggalkan) harta. Tetapi zuhud di dunia adalah bahwa apa yang ada di tanganmu tidak lebih kokoh daripada apa yang ada di tangan Allah”.Adalah satu hal yang keliru apabila menganggap zuhudadalah berpaling sepenuhnya dari nikmat-nikmat Allah SWTMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 8
- 10. Tata Kehidupan Manusia di Duniasehingga enggan berusaha mecari rizki dan bekerja. Sikapyang seperti ini oleh Marwan Al-Qadiry dalam bukunya At-Tawazun Bainar Ruuh wal ‘Aqli wal Jazadi yangditerbitkan dalam Bahasa Indonesia dengan judulSeimbanglah dalam Beragama, dikatakan sebagai “jumud”(beku/fatal). Dengan demikian, orang-orang yang zuhudnyabenar adalah orang-orang yang tidak dilalaikan olehkesenangan-kesenangan hidup yang berada dalamgenggamannya untuk berjihad di jalan Allah, baik denganhartanya maupun dengan jiwa raganya.Adapun orang-orang yang sepenuhnya meninggalkan danmengharamkan nikmat-nikmat Allah, maka Allahmenjelaskannya dalam Al-Qur’an sebagai berikut : “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengharamkan apa-apa yang Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang- orang yang melampaui batas”. (Q.S. Al-Maidah : 87)Dan Firman Allah : “Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah-indah setiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan jangan berlebih- lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. Katakanlah, ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya, dan siapa pulakah yangMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 9
- 11. Tata Kehidupan Manusia di Dunia mengharamkan rezeki yang baik-baik ?’ Katakanlah, ‘Semua itu disediakan bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (bagi mereka saja) di hari kiamat nanti. ’Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui”. (Al-A’raf : 31-32)Selanjutnya, Ibadah yang diwajibkan Allah kepada manusiamencakup 2 (dua) hal, yakni :1) Ibadah Murni (Mahdah) Yaitu ibadah yang telah ditetapkan caranya, waktunya, dan syarat-syaratnya oleh dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadits. Ibadah ini tidak boleh diubah dengan ditambah atau dikurangi. Contohnya adalah ibadah-ibadah yang terkait dengan rukun Islam : sholat, puasa, zakat, haji.2) Ibadah Umum (‘Ammah) Yaitu jenis ibadah dalam konteks pengabdian yang dilakukan manusia kepada Allah, dalam bentuk segala aktivitas hidup yang dilaksanakan dan dijalankan manusia dengan niat untuk mencari keridhoan Allah SWT. Contohnya amat banyak, mulai dari yang palinh sederhana, semisal menyingkirkan duri di jalan. Seluruh aktivitas selain Ibadah Murni (Mahdah) adalah berarti Ibadah Umum asalkan diniatkan karena Allah semata.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa misi hidupmanusia di dunia ini hakikatnya adalah untuk beribadahkepada Allah SWT, dan untuk memenuhi fungsinya sebagaiMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 10
- 12. Tata Kehidupan Manusia di Duniamakhluq Allah. Dan setiap perbuatan manusia di dunia yangditujukan untuk mencari keridhoan Allah, seluruhnya akandinilai oleh Allah SWT sebagai ibadah.3. TUJUAN HIDUP (Purpose of Life)Tujuan hidup adalah unsur yang keempat dari fitrahkehidupan manusia. Tujuan manusia di dunia ini adalahsemata-mata untuk menjadi hamba Allah yang ikhlas dalammenggapai Keridhoan Allah SWT (mardhotillah). Katakunci dalam Goal Statement (pernyataan tujuan) manusia iniadalah Hati Ikhlas dan Ridho Allah.Tujuan hidup manusia sesuai dengan misi dan mendukungpelaksanaan misi hidup manusia itu sendiri, yakni beribadahkepada Allah, dan setiap perbuatan manusia di dunia iniapapun bentuk dan realisasinya, yang hanya semata-mataditujukan untuk memperoleh keridhoan Allah semuanyabernilai ibadah, tanpa terkecuali bagi seorang muslim.Ikhlas adalah sebuah Kata Kunci (keyword) bagi manusiadalam menjalankan dan melaksanakan tujuan hidupnya untukmencapai tingkat (level) tertinggi, yaitu Keridhoan Allah.Tanpa adanya keikhlasan dalam hati, mustahil Ridho Allahdapat diraih, sehingga segala perbuatan kebajikan (virtues)yang telah dilakukan, yang pada awal seharusnya bernilaiibadah, akan tetapi menjadi batal dan gugur (canceled) dimata Allah serta tidak bernilai apapun selain hanya kesia-siaan belaka.Perhatikanlah Firman Allah berikut ini :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 11
- 13. Tata Kehidupan Manusia di Dunia “Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan murni (ikhlas)”. (Q.S. Al-Bayinah : 5)Dalam Firman Allah yang lain dikatakan : “Ketahuilah, bahwa Aku (Muhammad) diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan ikhlas”. (Q.S. Az-Zumar : 11)Firman-Firman Allah tersebut diperkuat lagi dengan Sabda-Sabda Rasulullah SAW dalam Hadits Qudsi-Nya : 1) “Aku tidak akan menerima sesuatu ibadah, kecuali yang ikhlas niatnya untukKu”. (HR. Bukhori) 2) “Sesungguhnya Allah SWT tidak menerima amal perbuatan seseorang kecuali bila dilakukan dengan ikhlas semata-mata mengharapkan keridhoan-Nya”. (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i)Salah satu doa yang sering diucapkan oleh salah seorangsahabat Rasul yakni Umar Ibnu Khotob adalah : “Jadikanlah amalku seluruhnya baik, dan jadikanlah amalku itu ikhlas semata-mata karena Engkau (Allah), dan janganlah sedikitpun amalku itu dijadikan karena ditujukan untuk siapapun juga”.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 12
- 14. Tata Kehidupan Manusia di DuniaTujuan hidup manusia yang telah ditetapkan oleh Allah SWTjuga selaras dengan tujuan penciptaan alam semesta ini, yangmana tidak untuk kesia-siaan dan bukan untuk kesenanganAllah semata. Dalam Firman-Nya dikatakan : “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya sebagai permainan belaka. Sekiranya Kami hendak membuat suatu permainan tentulah Kami telah membuatnya dari sisi Kami, sekiranya Kami menghendaki berbuat demikian.” (Q.S. Al-Anbiya : 16-17)Allah menciptakan alam semesta ini dimaksudkan untukmendukung (support) kepada pelaksanaan tujuan hidupmanusia sebagai makhluq istimewa di dunia ini, yakni untukmemperoleh Keridhoan Allah SWT.Mari kita perhatikan Firman-Firman Allah berikut : 1) “Tidakkah kamu perhatikan bahwa Allah menundukkan (memudahkan) untukmu apa- apa yang ada di langit dan yang ada di bumi”. (Q.S. Lukman : 20) 2) “Dia (Allah) menundukkan untukmu apa- apa yang ada di langit dan yang ada di bumi semuanya sebagai rahmat dari-Nya”. (Al-Jaziah : 13) 3) “Dia (Allah) yang telah menciptakan untukmu apa-apa yang ada di bumi semuanya”. (Al-Baqoroh : 29)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 13
- 15. Tata Kehidupan Manusia di DuniaLalu, semua yang dinyatakan Allah itu dibenarkan dandikonfirmasi (confirmed) oleh manusia sendiri denganmengatakan bahwa semua yang telah dijadikan Allah tersebuttidaklah sia-sia, perhatikanlah Firman Allah berikut ini : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk ataupun berbaring, serta mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi, seraya berkata, ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka jauhkanlah kami dari siksa neraka”. (Ali Imron : 190-191)Begitulah gambaran orang-orang yang selalu mengharapkankeridhoan Allah (Mardhotillah) dalam hidupnya.4. PEDOMAN HIDUP (Guidance of Life)Pedoman hidup adalah unsur kelima dari fitrah kehidupanmanusia (The Seven Human Genuinity). Untuk bisamenerapkan seluruh Syari’at (perintah, aturan atau ajaran)yang telah diturunkan-Nya maka Allah menurunkan suatupedoman hidup kepada manusia sebagai acuan dan rujukan(references) manusia dalam berbuat dan bertindak, yakni :“Al-Qur’an dan Al-Hadits”.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 14
- 16. Tata Kehidupan Manusia di DuniaA. AL-QUR’AN (Firman Allah S.W.T.)Al-Qur’an adalah perkataan-perkataan (Firman) Allah yangditurunkan sebagai wahyu dari Allah kepada RasulullahSAW secara bertahap (berangsur-angsur). Al-Qur’an telahditurunkan Allah dalam rentang waktu selama 22 tahun 2bulan 22 hari. Al-Qur’an pertama kali diturunkan Allahkepada Rasulullah SAW dalam bentuk Surat Al-‘Alaq ayat 1-5 pada tanggal 17 Romadhon, 13 tahun sebelum RasulullahHijrah ke Madinah (610 Masehi), di Gua Hiro, ketikaRasulullah sedang melakukan renungan (SpiritualContemplation). Sehingga untuk selanjutnya, hariditurunkannya Al-Qur’an untuk pertama kali ini seringdiperingati sebagai hari Nuzulul Qur’an.Perlu diketahui, saat ini Allah hanya mengakui Eksistensi danValiditas (keabsyahan) Al-Qur’an sebagai satu-satunyaPedoman dari Allah disamping Sunnah (Al-Hadits)Rasulullah SAW untuk diikuti, dipedomani, dan sekaligusdiimani supaya diaplikasikan dalam setiap aktifitaskehidupan manusia sebagai kholifah di bumi.Sebelum Al-Qur’an diturunkan, Allah juga telah menurunkantiga buah kitab suci kepada tiga orang Rasul, yaitu: MusaA.S. (Kitab Taurat), Daud A.S. (Kitab Zabur), dan Isa A.S.(Kitab Injil). Di samping Kitab-Kitab suci tersebut, Allahjuga telah menurunkan Suhuf (lembaran-lembaran perintah‒ bukan kitab) sebanyak 100 Suhuf yang diturunkan kepadaRasul-Rasul (Nabi-Nabi) : Idris A.S. (30 suhuf), Syits A.S.(50 suhuf), Ibrahim A.S. (10 suhuf) dan Musa A.S. (10suhuf). Sepuluh Suhuf terakhir yang diturunkan kepada NabiMusa A.S. ini dikenal dengan nama Sepuluh PerintahMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 15
- 17. Tata Kehidupan Manusia di DuniaTuhan (The Ten Commandment). Seluruh suhuf-suhuf danKitab-Kitab Suci yang telah diturunkan tersebut bersifatmenggantikan (mansyukh) terhadap suhuf-suhuf dan kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Jadi, dengandemikian, setelah Al-Qur’an diturunkan maka Al-Qur’anmenjadi pengganti (mansyukh) bagi Kitab Injil maupun kitab-kitab sebelumnya (Zabur dan Taurat). Suhuf-suhuf danKitab-kitab Suci selain Al-Qur’an juga bersifat lokal, artinyahanya berlaku pada saat itu saja dan hanya diperuntukkanbagi kaumnya Nabi-Nabi yang membawa kitab atau suhufnyamasing-masing. Kitab Taurat misalnya hanya berlaku untukumat Nabi Musa, Kitab Zabur hanya untuk umat Nabi Daud,juga Kitab Injil hanya berlaku untuk umat Nabi Isa saja.Berbeda halnya dengan Kitab Taurat, Zabur dan Injil, KitabSuci Al-Qur’an, Allah turunkan kepada Rasulullah SAWdengan membawa keistimewaan tersendiri dibandingkandengan Kitab-Kitab Suci lainnya. Di antara keistimewaan Al-Qur’an, salah satunya adalah Al-Qur’an tidak hanyadiperuntukkan bagi umat Muhammad SAW saja, akan tetapiditujukan untuk seluruh umat manusia.Al-Qur’an yang telah Allah SWT turunkan secara bertahapsedikit demi sedikit (tidak sekaligus) ini setelah dianalisa dandikaji oleh Para Pakar Al-Qur’an ternyata di dalamnyamemiliki keseimbangan kata-kata yang tiada taranya. Ini jugamerupakan keistimewaan dari Al-Qur’an, yakni sebagaiberikut :1) Kata-kata yang saling Berlawanan makna (Antonim), jumlahnya sama, contoh : • Al-Hayat (Hidup) dan Al-Maut (Mati) = 145 kataMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 16
- 18. Tata Kehidupan Manusia di Dunia • An-Nafi’ (Manfaat) dan Al-Mudhorot (Mudorot) = 50 kata • Al-Har (Panas) dan Al-Bard (Dingin) = 4 kata • As-Sholihat (Kebajikan) dan As-Sayyiat (Keburukan) = 167 kata • At-Tuma’ninah (Kelapangan) dan Adh-Dhiq (Kesempitan) = 13 kata • Ar-Rohbah (Cemas/Takut) dan Ar-Roghbah (Harap/Ingin) = 8 kata • Al-Kufur (Kekafiran) dan Al-Iman (Keimanan) = 17 kata • As-Shoif (Musim Panas) dan As-Syita’ (Musim Dingin) = 1 kata • Al-Kufur (Kekafiran) dan Al-Iman (Keimanan) dalam bentuk indefinite masing-masing sebanyak 8 kata2) Kata-kata yang Bersamaan makna (Sinonim), jumlahnya sama, contoh : • Al-Harf dan Az-Ziroah (Membajak/Bertani) = 14 kata • Al-Ushb dan Adh-Dhurur (Membanggakan diri/Angkuh) = 27 kata • Adh-Dhollun dan Al-Mauta (Yang mati/Sesat jiwanya) = 17 kata • Al-Islam dan Al-Wahyu (Qur’an/Islam/Wahyu) = 70 kata • Al-Aql dan An-Nur (Akal/Cahaya) = 49 kata • Al-Jahr dan Al-‘Alamiyah (Nyata) = 16 kata3) Kata yang menjadi Sebab dengan kata yang menjadi Akibat jumlahnya sama, contoh :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 17
- 19. Tata Kehidupan Manusia di Dunia • Al-Infaq (Infaq) dan Ar-Ridho (Rela) = 73 kata • Al-Bukhl (Kekikiran) dan Al-Hasaroh (Penyesalan) = 12 kata • Az-Zakah (Penyucian) dan Al-Barokah (Kebaikan yang banyak) = 32 kata • Al-Fahisyah (Kekejian) dan Al-Ghodhob (Kemurkaan) = 26 kata4) Kata yang satu menjadi Relevansi kata yang lain, jumlahnya sama, contoh : • Al-Isrof (Pemborosan) dan Al-Su’rah (Tergesa-gesa) = 23 kata • Al-Mauizhoh (Nasihat) dan Al-Lisan (Lidah) = 25 kata • Al-Asro’ (Tawanan) dan Al-Harb (Perang) = 6 kata • As-Salam (Selamat) dan At-Thoyyibat (Kebaikan) = 60 kata5) Kata-kata yang Cocok dengan Realita kehidupan di dunia, contoh : • Al-Yaum (Hari) dalam bentuk tunggal (Singular) sebanyak 365 kata, hal ini menunjukkan jumlah hari dalam 1 tahun (Masehi). • Al-Yaum (Hari) dalam bentuk jama’ (plural) ada sebanyak 30 kata, hal ini menunjukkan jumlah hari dalam 1 bulan. • As-Syahr (bulan) hanya ada sebanyak 12 kata, hal ini menunjukkan jumlah bulan dalam 1 tahun. • Al-Qur’an menjelaskan bahwa langit ada tujuh lapis, penjelasan ini diulangi dalam 7 kali pula di dalam Al- Qur’an.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 18
- 20. Tata Kehidupan Manusia di Dunia • Al-Qur’an menjelaskan bahwa “cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri sedangkan cahaya bulan bersumber dari matahari”, sesuai yang dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Yunus ayat 5.6) Al-Qur’an menerangkan ramalan-ramalan atas kejadian yang belum terjadi, dan kemudian ramalan itu benar-benar terbukti, misalnya : (1) Tentang kemenangan Bangsa Romawi dalam peperangan melawan Bangsa Persia, hal ini terbukti yang kemudian Bangsa Persia berhasil dikuasai (dijajah) oleh Bangsa Romawi. (2) Tentang jasad (badan) Fir’aun yang akan diselamatkan Allah (baca Surat Yunus ayat 92) sebagai bukti dan pelajaran bagi umat-umat (generasi) berikutnya. Kemudian pada tahun 1896, seorang ahli purbakala yang bernama Loret menemukan mummi seseorang di lembah (kuburan) raja-raja di Luxor Mesir yang selanjutnya diduga kuat bahwa mummi tersebut adalah jasad Fir’aun yang pernah mengejar Musa A.S. yang ditenggelamkan Allah di Laut Merah. Hingga kini setiap orang yang sempat berkunjung ke Museum di Kairo dapat melihat mummi (jasad) Fir’aun tersebut.7) Al-Qur’an banyak menerangkan ayat-ayat yang bernuansa ilmiah, yaitu ayat-ayat yang menjadi sumber untuk kajian- kajian dan penelitian-penelitian atas ilmu pengetahuan, di antaranya menerangkan :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 19
- 21. Tata Kehidupan Manusia di Dunia (1) Bahwasannya bumilah yang mengelilingi matahari (heliocentris) dan bukan matahari yang mengelilingi bumi (geocentris). (2) Bahwasannya cahaya bulan adalah bersumber dari cahaya matahari (Q.S. Yunus : 5). (3) Bahwasanya manusia tidak dapat naik ke luar angkasa kecuali dengan kekuasaan (maksudnya IPTEK). (4) Bahwasanya manusia akan merasakan sesak dadanya apabila ia naik ke luar angkasa (karena kekurangan oksigen) jika tanpa dibantu dengan tabung oksigen. (5) Bahwasanya apabila langit telah terbelah adalah seperti bunga mawar merah yang sedang mekar (Q.S. Ar-Rohman : 37), maka terbukti dengan ditemukannya Peristiwa Supernova (bintang meledak) di jagad raya ini oleh Hubble yang berhasil diabadikan dengan gambar yang dibuat melalui teleskop Hubble tersebut.Semua ini adalah menunjukan bahwa Al-qur’an adalahFirman Allah yang Maha Benar (Sodaqollahul ‘Adjim) yangditurunkan Allah kepada manusia, dan bukanlah kitabkarangan atau buatan Muhammad SAW. Tidak akan adamanusia ataupun jin yang mampu membuat semacam kitabyang sama dengan Al-Qur’an apalagi dapat menandinginya,hal ini telah Allah klaim dengan Firman-Nya : “Sungguh jika manusia dan jin bersatu untuk membuat sesuatu yang sama dengan Al-Qur’an ini, tidaklah mereka sanggup membuatnya sekalipun mereka saling membantu”. (Q.S. Al-Isro’: 88)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 20
- 22. Tata Kehidupan Manusia di DuniaItu merupakan tantangan dari Allah SWT untukmembuktikan bahwasannya Al-Qur’an sungguh benar-benarditurunkan oleh-Nya kepada manusia.Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk, pedoman, penerang,dan sebagai pelajaran (peringatan) bagi manusia,sebagaimana ditegaskan dalam Firman-Firman-Nya, sbb : 1) “Inilah Kitab (Al-Qur’an) yang tak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang- orang bertaqwa”. (Q.S. Al-Baqoroh : 2) 2) “Inilah (Al-Qur’an) sebagai penerang bagi manusia, dan petunjuk serta pelajaran (peringatan) bagi orang-orang yang bertaqwa”. (Q.S. Ali Imron : 138) 3) “Telah diturunkan kepadamu Kitab (Al- Qur’an) yang benar dan membenarkan (mengakui) Kitab-Kitab sebelumnya...” (Q.S. Ali Imron : 3)Isi kandungan Al-Qur’an secara umum (garis besar) adalahberupa : Ayat-ayat yang Muhkamat (jelas) dan Ayat-ayatyang Mutasyabihat (tidak jelas). Maksud tidak jelas di siniadalah beberapa ayat yang terdapat pada permulaa-permulaansurat seperti : Alif-Laam-Miim (Al-Baqoroh), Yaa-Siin(Yasin), Kaf-Ha-Ya-‘Ain-Shood (Maryam), Tho-Ha (Thoha),Haa-Miim (Al-Mu’min), dan sejenisnya. Ayat-ayat tersebuttidak diketahui maknanya karena hanya Allah sajalah yangmengetahui makna dan maksudnya.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 21
- 23. Tata Kehidupan Manusia di DuniaAl-Qur’an tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muhammadsaja, akan tetapi juga ditujukan untuk seluruh umat manusiayang hidup pada zaman Nabi Muhammad dan pada zaman-zaman sesudahnya hingga akhir zaman (kiamat) nanti. Allahmemperlakukan Al-Qur’an sedemikian istimewa karena didalamnya banyak sekali terkandung unsur-unsur pedomanyang lengkap dan sempurna (completely perfect) sebagaisuatu pedoman dan petunjuk bagi hidup manusia di duniayang sangat lengkap, cocok dan sesuai dengan segalapermasalahan hidup manusia di dunia ini hingga akhir zamannanti. Sehingga Allah SWT menutup Al-qur’an denganFirman terakhirnya yang berbunyi : “Pada hari ini Aku sempurnakan bagimu agamamu, dan Aku cukupkan nikmatKu (Al- Qur’an) untukmu, serta Aku ridho Islam menjadi agamamu”. (Q.S. Al-Maidah : 3)Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Isi kandungan Al-Qur’an mudah dimengerti dan bahkan mudah dihafalkan.Pada zaman Rasulullah SAW banyak sekali orang yang hafalAl-Qur’an, terutama para sahabat dekat dan para kerabatnya.Al-Qur’an sejak diturunkan hingga kini pasti akan sangatterjaga keaslian dan kemurniannya karena Allah sendiri yangmenjamin hal itu, sebagaimana difirmankan-Nya : “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al- Qur’an, dan sungguh Kami benar-benar akan menjaganya”. (Q.S. Al-Hijr : 9)Bagi Islam dan orang-orang Muslim, Al-Qur’an tidak hanyasekedar bacaan yang apabila orang membacanya akanMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 22
- 24. Tata Kehidupan Manusia di Duniamemperoleh pahala dari Allah SWT, akan tetapi juga telahditetapkan oleh Allah SWT yang menciptakan danmenurunkannya sebagai pedoman atau petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa, dimana isi kandungannya tidak perludiragukan lagi kebenarannya (Unskeptical Truth).Perhatikan lagi pernyataan Allah berikut ini : “Kitab (Al-Qur’an) ini tak ada keraguan di dalamnya, merupakan petunjuk bagi orang- orang yang bertaqwa”. (Q.S. Al-Baqoroh : 2)Wasiat (pesan) Rasulullah berkaitan dengan Al-Qur’an : “Aku tinggalkan kepadamu sekalian dua hal, yang apabila kamu berpegang teguh kepada keduanya maka kamu tak akan sesat selama- lamanya, dua hal itu adalah Kitab Allah (Al- Qur’an) dan Sunahku (Al-Hadits)”. (HR. Bukhori dan Muslim)Pesan Rasulullah tersebut sangatlah tepat karena menjelaskantentang Al-Qur’an yang telah diturunkan oleh Allah untukmenjadi Solusi (problem solver) bagi tiap-tiap problemahidup yang dihadapi manusia di atas dunia ini. Allah SWTmengingatkan manusia untuk menjadikan Al-Qur’an sebagaireferensi (sumber rujukan) : “Wahai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ‘Ulil Amri’ (pemimpin) di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu halMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 23
- 25. Tata Kehidupan Manusia di Dunia maka ‘kembalikanlah’ kepada Allah (yakni Al-Qur’an) dan Rasul (yakni Hadits) jika kamu benar-benar percaya kepada Allah dan hari kiamat”. (Q.S. An-Nisa’: 59)Disini, “kembalikanlah” maksudnya adalah merujuk (refersto) kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai Solusi (problemsolver) nya, bukan kepada hal-hal selain daripada itu.Oleh karena itu, maka jelaslah bahwa fungsi dari Al-Qur’andalam hal ini adalah sebagai Jalan Keluar (way out) daripermasalahan hidup yang pelik serta kebuntuan manusiadalam menghadapi permasalahan hidup di dunia ini.Al-Qur’an, baik isi kandungannya maupun keindahanbahasanya tidak dapat ditiru oleh siapapun dan tidak akandapat terkalahkan dan tertandingi oleh hasil karya manusiaapapun bentuknya, sebagaimana Firman Allah SWT sbb : “Sekiranya kamu ragu tentang apa yang Kami turunkan (Al-Qur’an) kepada hamba Kami, maka buatlah sebuah surat saja yang semisal dengannya serta ajaklah saksi- saksimu selain daripada Allah jika kamu orang-orang yang benar. Jika kamu tidak dapat melakukan itu (karena pasti kamu tak dapat melakukannya), maka jagalah dirimu dari api neraka yang bahan bakarnya terdiri dari manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir”. (Q.S. Al-Baqoroh : 23-24)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 24
- 26. Tata Kehidupan Manusia di DuniaInformasi-informasi yang terkandung di dalam Al-Qur’ansecara garis besarnya adalah sbb :1) Nama-nama lain Al-Qur’an, diantaranya : • Al-Furqon (Pembeda), terdapat pada Surat Al-Furqon:1. • Kitabullah (Kitab Allah), terdapat pada Surat Al- Baqoroh : 2. • Adz-Dzikri (Pengingat), terdapat pada Surat Al-Hijr : 9. • At-Tanzil (Yang diturunkan), terdapat pada Surat Asy- Syu’aro’: 192.2) Fungsi Al-Qur’an : Sebagai petunjuk dan tuntunan hidup bagi umat manusia dalam memecahkan problema hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak. Dalil Naqlinya sebagai berikut : • Surat Al-Baqoroh : 2 • Surat Al-Isro’: 9 • Surat Ali Imron : 138 • Surat Ali Imron : 33) Kedudukan Al-Qur’an : Sebagai sumber Hukum Utama dari Hukum (Syariat) Islam, yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT (Hablum Minallah), hubungan manusia dengan manusia (Hablum Minan Naas), serta hubungan antara manusia dengan lingkungannya (Hablum Minal Makhluq).Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 25
- 27. Tata Kehidupan Manusia di Dunia Dalil Naqlinya adalah sebagai berikut : • Surat An-Nisa’: 59 • Surat An-Nisa’: 105; serta • Hadits Riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud (Berdasarkan dialog antara Rasulullah SAW dengan Mu’az bin Jabal (yang waktu itu menjabat sebagai Gubernur Yaman). Hadits tersebut menceritakan dialog antara Rasulullah dengan Mu’az, sebagai berikut : “Rasulullah : Wahai Mu’az, bagaimana cara engkau memutuskan perkara yang diajukan kepadamu? Mu’az : Saya akan memutuskan dengan Kitab Allah (Al-Qur’an). Rasulullah : Jika engkau tidak menemukannya dalam Kitab Allah? Mu’az : Saya akan memutuskannya dengan Sunah Nabi (Al-Hadits). Rasulullah : Jika engkau tidak menemukannya dalam sunahku? Mu’az : Saya akan berusaha memutuskannya dengan pikiran atau pendapatku yang tanpa keraguan (Ijtihad). Rasulullah : Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada utusan Rasul- Nya (maksudnya Mu’az) atas apa yang diridhoi-Nya.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 26
- 28. Tata Kehidupan Manusia di Dunia4) Susunan Al-Qur’an, terdiri atas : • 30 Juz • 114 Surat : • 89 Surat diturunkan di Makkah (Makkiyyah) • 25 Surat diturunkan di Madinah (Madaniyyah) • Jumlah Ayat : • 6000 Ayat (menurut Ibnu Katsier) • 6204 Ayat (menurut Ulama Basyroh) • 6210 Ayat (menurut Ulama Makkah) • 6214 Ayat (menurut Ulama Madinah) • 6217 Ayat (menurut Ulama Kufah) • 6226 Ayat (menurut Ulama Syam) • 6236 Ayat (menurut Ulama Masjid Al-Azhar, Jakarta, Indonesia) • 6666 Ayat (menurut Organisasi Islam Muhammadiyah, Indonesia) Perbedaan-perbedaan jumlah ayat ini, disebabkan ada beberapa bagian-bagian ayat yang hanya dihitung sebagai satu kesatuan ayat.5) Isi dan kandungan Al-Qur’an : (1) Hukum-hukum yang berkaitan dengan Aqidah (Istiqodiah). Yaitu ketetapan-ketetapan tentang wajib beriman kepada Allah SWT, Malaikat-malaikat-Nya, Rasul-rasul-Nya, Kitab-Kitab Suci-Nya, Hari Kiamat serta Qodo’ dan Qodar-Nya.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 27
- 29. Tata Kehidupan Manusia di Dunia (2) Hukum-hukum yang berkaitan dengan Akhlaq (Khuluqiah). Yaitu ajaran-ajaran yang menyuruh agar setiap pemeluk agama Islam (Muslim) memiliki Akhlaq (moral dan perilaku) yang mulia serta menjauhi sifat-sifat tercela. (3) Hukum-hukum yang berkaitan dengan perbuatan manusia (Amaliah). Yaitu diantaranya tentang ucapan-ucapan, perbuatan- perbuatan, perjanjian-perjanjian, perniagaan, hutang- piutang, dan sebagainya. Hukum Amaliah ini terbagi lagi menjadi dua, yakni : a) Hukum Ibadah. Yakni hukum-hukum yang berkaitan dengan amal ibadah kepada Allah SWT, seperti: sholat, berpuasa, zakat, haji, nadzar, sumpah, dan sebagainya. b) Hukum Muamalah. Yakni hukum-hukum yang berkaitan dengan kemasyarakatan, atau hubungan antara manusia dengan manusia lainnya (Hablum Minan Naas), seperti perjanjian, hukum pidana, hukum perdata, jual-beli, perekonomian secara umum dan secara khusus, pernikahan/perkawinan, pendidikan, ilmu pengetahuan, da’wah, dan lain sebagainya. Bila diperinci lagi, yang berkaitan dengan Hukum Muamalah ini sangatlah banyak, di antaranya : (untuk lebih rincinya pembaca bisa baca buku berjudul Fiqih Islam karya H. Sulaiman Rasyid)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 28
- 30. Tata Kehidupan Manusia di Dunia (a) Hukum Transaksi : Jual-beli, riba’, mendirikan perusahaan, utang-piutang, wali, ikrar, perwakilan, pinjam- meminjam, hibah, sedekah, hadiah, barang temuan, membuka tanah baru, pampasan perang, wakaf, dan sebagainya. (b) Hukum Waris (Mawaris) : Hak waris, ahli waris, sebab-sebab waris, harta waris, Hijab, pembagian waris, wasiat, dan sebagainya. (c) Hukum Pernikahan (Ta’rif) (d) Hukum Balas (Jinayat/Qishos) (e) Hukum melanggar Larangan Allah (Hudud) (f) Hukum Peperangan (Jihad) (g) Hukum Makanan dan Hewan Sembelihan (h) Hukum Pengadilan (Aqdiyah) (i) Hukum Pemerintahan (Khilafah)B. AL-HADITS (Sabda Rasulullah S.A.W.)Hadits ialah segala tingkah laku dan perbuatan RasulullahSAW, baik yang berupa perkataan (Qouli), perbuatan (Fi’li),maupun sikap diamnya (Taqriri). Dalam penggunaannya(pengamalannya), sebagian Ulama berpendapat bahwa HaditsRasulullah SAW dibedakan antara :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 29
- 31. Tata Kehidupan Manusia di Dunia1) Zaman Sunnah. Yaitu pengamalan Hadits oleh umat Islam ketika Rasulullah masih hidup. Umat Islam ketika itu dapat bertanya dan berdialog langsung dengan Rasulullah tentang apa-apa saja yang belum jelas dan ingin ditanyakan. Setiap pertanyaan pada saat itu akan langsung dijawab Rasulullah dengan gamblang dan rinci serta jelas.2) Zaman Hadits Yaitu pengamalan Hadits oleh umat Islam setelah Rasulullah SAW wafat (pasca Rasulullah).Hadits merupakan sumber hukum kedua dalam Islam setelahAl-Qur’an. Berdasarkan definisinya, hadits terbagi lagimenjadi 3 (tiga) jenis, yaitu :1) Hadits (Sunnah) Qouliyah Yaitu Hadits yang didasarkan atas apa segala perkataan dan ucapan Rasulullah, misalnya Sabda Rasulullah yang menegaskan bahwa rukun iman itu ada enam dan rukun Islam itu ada lima.2) Hadits (Sunnah) Fi’liyah Yaitu Hadits yang didasarkan atas segala perilaku dan perbuatan Rasulullah, misalnya tata cara mengerjakan sholat dan melaksanakan ibadah haji.3) Hadits (Sunnah) Takririyah Yaitu Hadits atau Sunnah yang disandarkan pada persetujuan Rasulullah atas apa-apa yang dilakukan para sahabatnya. Persetujuan ini artinya tidak melarangMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 30
- 32. Tata Kehidupan Manusia di Dunia perbuatan tersebut tetapi hanya mendiamkan atau membiarkan saja perbuatan tersebut dilakukan. Diamnya Rasulullah merupakan tanda persetujuannya. Misalnya : • Membiarkan sebagian sahabatnya berdzikir dengan mengeluarkan suara yang keras. • Membiarkan orang buta melakukan jual-beli. • Membiarkan kaum wanita untuk pergi meninggalkan rumah-rumah mereka untuk mendatangi masjid, dan menghadiri pengajian-pengajian.Adapun dasar hukum diberlakukannya Hadits sebagai hukumIslam yang kedua setelah Al-Qur’an adalah : “...dan apa-apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah, dan apa-apa yang dilarang bagimu maka tinggalkan...” (Q.S. Al-Hasyr : 7)Hadits berfungsi sebagai :1) Memperkuat hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Al-Qur’an. Misalnya: Perintah dalam Al-Qur’an: “...dan jauhkanlah perkataan-perkataan dusta.” (Q.S. Al-Hajj: 30). Perintah ini diperkuat dengan Hadits: “’Ingatlah aku akan menjelaskan kepadamu semua tentang sebesar-besarnya dosa besar’. Dijawab oleh para sahabat, ‘Baik yaMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 31
- 33. Tata Kehidupan Manusia di Dunia Rasulullah’. Beliau meneruskan Sabdanya, ‘Syirik kepada Allah dan durhaka kepada kedua orang tua’. Saat itu Rasulullah sedang bersandar kemudian duduk seraya berkata, ‘Hati-hati, jauhilah berkata dusta.’” (HR. Bukhori dan Muslim)2) Memberikan rincian dan penjelasan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang masih bersifat garis besar (umum). Misalnya: Tentang perintah untuk mendirikan sholat sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam serta mendirikan sholat subuh.3) Memberikan batasan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang belum ada batasannya. Misalnya : Hadits yang menerangkan tentang hukuman potong tangan bagi seorang pencuri.4) Mengkhususkan hal-hal yang diterangkan dalam Al- Qur’an yang masih bersifat mutlak yang umum. Misalnya: Perintah dalam Al-Qur’an: “Diharamkan bagimu bangkai, darah, dan daging babi...” (Al-Maidah: 3). Larangan ini dikhususkan dengan Hadits : “Dihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan dua macam darah. Adapun dua macam bangkai adalah ikan dan belalang, dan dua macam darah adalah hati dan limpa”. (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)5) Menetapkan hukum-hukum atau aturan-aturan yang tidak terdapat dalam Al-Qur’an. Misalnya: Hadits “Sucikan bejanamu yang dijilat anjing dengan menyucikannya sebanyak 7 kali, yang salahMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 32
- 34. Tata Kehidupan Manusia di Dunia satunya dicampur dengan tanah”. (HR. Muslim Ahmad, Abu Dawud dan Baihaqi)C. IJTIHADSelain kedua pedoman yang telah disebutkan, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits, maka apabila suatu urusan atauperkara yang tidak ada dasar hukumnya di dalam Al-Qur’andan Al-Hadits maka manusia diperbolehkan melakukanIjtihad (yang dasar hukumnya adalah Al-Hadits).Ijtihad, definisinya adalah bersungguh-sungguh dalammenggunakan pikiran dan pendapat pribadi yang tanpakeraguan untuk merumuskan dan menetapkan hukumatas suatu perkara atau persoalan yang tidak ditemukankepastian hukumnya dalam Al-Qur’an dan Hadits.Sedangkan untuk masalah atau perkara-perkara yang sudahjelas diterangkan dalam Al-Qur’an dan Hadits tidak bolehlagi diijtihadkan. Hasil dari ijtihad ini merupakan (bisadijadikan) sumber hukum yang ketiga setelah Al-Qur’an danHadits. Bahkan dalam Islam, Ijtihad sangat dihargai danmendapatkan pahala walaupun ijtihad tersebut salah,sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits Rasulullah SAW : “Apabila seorang hakim memutuskan perkara, kemudian ia berijtihad dan ternyata ijtihadnya benar maka ia memperoleh dua pahala. Dan apabila seorang hakim memutuskan perkara melalui ijtihad dan ternyata hasilnya salah maka ia memperoleh satu pahala”. (HR. Mutafaq ’Alaih)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 33
- 35. Tata Kehidupan Manusia di DuniaAdapun bentuk-bentuk Hasil dari Ijtihad yang dikenal dalamSyariat Islam, adalah sebagai berikut :1) Ijma’, yaitu kesepakatan para Ulama tentang hukum suatu masalah yang belum disebutkan secara kongkrit (nyata) dalam Al-Qur’an atau Hadits.2) Qiyas, yaitu menetapkan hukum atas suatu masalah yang belum ada ketentuannya berdasarkan kepada yang sudah ada ketentuannya dengan cara memperhatikan kesamaan di antara keduanya. Misalnya, menetapkan hukum haram atas ganja, heroin, morfin dan sejenis zat-zat adiktif serta obat-obatan psikotropika, yang secara eksplisit tidak ada ketentuannya dalam Al-Qur’an dan Hadits tetapi melihat ada kesamaannya dengan haramnya Khomar (minuman keras) yang mengandung lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya, serta sama-sama bersifat muskir (memabukkan).3) Istishab, yaitu meneruskan berlakunya suatu hukum yang telah ada dan telah ditetapkan dengan suatu dalil, selama belum ada (ditemukan) dalil lain yang dapat mengubah kedudukan (status) hukum tersebut.4) Istihsan (Istislah), yaitu menetapkan hukum atas suatu masalah yang tidak dijelaskan secara nyata di dalam Al- Qur’an dan Hadits yang didasarkan pada kepentingan umum atau kemaslahatan umum ataupun demi keadilan. Imam Hanafi menyebutnya sebagai Istihsan, sedangkan Imam Maliki menyebutnya Istislah.5) Istislal, yaitu menetapkan hukum atas suatu masalah yang tidak disebutkan secara nyata dalam Al-Qur’an dan Hadits, hanya bersandarkan kepada adat istiadat atauMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 34
- 36. Tata Kehidupan Manusia di Dunia kebiasaan masyarakat setempat (masyarakat lokal). Termasuk juga hukum-hukum agama yang diturunkan Allah sebelum turunnya Islam asalkan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits maka diakui dan dibenarkan oleh Islam.6) Mashlahah Mursalah, yaitu kebaikan-kebaikan yang tidak disinggung sama sekali dalam hukum syaro’ (syariat) tetapi sesuai dengan esensi hukum syaro’ (syariat), yang apabila perbuatan tersebut dilakukan akan membawa manfaat dan terhindar dari keburukan- keburukan, misalnya : • Kodifikasi Al-Qur’an pada masa Abu Bakar Shiddiq dan Utsman bin ‘Affan. • Mengganti rugi kepada pemilik barang atas barang- barang yang telah rusak walaupun kerusakan itu tidak dijelaskan klausulnya di dalam perjanjian atau kesepakatan.7) ‘Urf, yaitu urusan yang disepakati oleh sekelompok orang karena sudah menjadi kebiasaan, baik dalam ucapan maupun perbuatan. Misalnya, kebiasaan transaksi jual- beli tanpa adanya tanda terima ataupun akta jual-beli.8) Zaro’i (Wasilah), yaitu perbuatan-perbuatan atau pekerjaan-pekerjaan yang menjadi jalan (perintis) untuk mendapatkan kemanfaatan (mashlahat) dan menghilangkan keburukan (mudhorot).Untuk dapat menjadi seorang yang boleh berijtihad (disebutmujtahid), harus memenuhi kriteria (syarat-syarat) berikut :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 35
- 37. Tata Kehidupan Manusia di Dunia1) Memahami Al-Qur’an beserta Asbabun Nuzulnya (sebab-sebab turunnya suatu ayat dalam Al-Qur’an).2) Mengetahui ayat-ayat Nasikh (yang menghapus hukum), dan ayat-ayat Mansyukh (yang dihapuskan).3) Memahami Hadits dan wurudnya (sebab-sebab munculnya Hadits tersebut).4) Memiliki kemampuan Bahasa Arab yang fasih.5) Mengetahui tempat dan letak-letak Ijma’.6) Mengetahui dan menguasai ilmu Ushul Fiqih.7) Mengetahui maksud-maksud syariat ditetapkan.8) Memahami masyarakat dan Adat Istiadatnya setempat.9) Mempunyai sifat Adil, Bijaksana dan Bertaqwa.10) Mendalami ilmu Ushuludin (ilmu tentang Asal-usul atau Aqidah Islam).11) Memahami ilmu tentang Mantiq (ilmu Logika).12) Mengetahui cabang-cabang Ilmu Fiqih.Karena begitu banyaknya persyaratan yang harus dimilikioleh seorang Mujtahid maka berarti untuk melakukan Ijtihadtidak sembarangan dan tidak dapat dilakukan oleh semuaorang. Oleh sebab itu bagi seorang pemeluk Agama Islam(Muslim) dewasa ini dapat menggunakan Hasil dari Ijtihadpara Ulama Mujtahid yang telah diakui Kepiawaiannyadalam berijtihad, sehingga kita tidak salah dan terperosok kedalam apa yang dinamakan sebagai bid’ah (mengada-ada).Ketetapan hukum-hukum Islam yang didapat dan dihasilkandari Ijtihad dinamakan Madzhab. Para Ulama yangmempunyai madzhab-madzhab terkenal itu cukup banyak,namun hanya ada 4 (empat) Madzhab hingga kini yangpaling banyak dipakai ijtihadnya oleh para Ulama Islam danpemeluk Islam di seluruh dunia, yaitu :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 36
- 38. Tata Kehidupan Manusia di Dunia1) Madzhab Hanafi Madzhab ini dinamakan Madzhab Hanafi karena Ulama penyusunnya adalah yang bernama Abu Hanifah An- Nu’man Ibnu Tsabit At-Taimi, yang lahir di Kuffah tahun 80 H (700 M) dan wafat tahun 150 H di Baghdad. Madzhab Hanafi banyak dipakai pada masa Dinasti Utsmani dan banyak dianut di Irak. Sekarang ini banyak berkembang di Syiria, Afghanistan, Turki, Turkmenistan dan India. Saat ini negara yang secara resmi memakai madzhab ini adalah Syiria, Libanon dan Mesir.2) Madzhab Maliki Madzhab ini dinamakan Madzhab Maliki karena Ulama penyusunnya adalah Imam Malik Ibnu Anas Al-Asbani, yang lahir di Madinah tahun 93 H (713 M) dan wafat pada tahun 179 H (798 M). Kakeknya bernama Abu Amir yang merupakan salah seorang sahabat Nabi SAW. Madzhab Maliki banyak dianut oleh negara: Hijaz, Maroko, Tunis, Tripoli, Mesir, Maghribi Afrika, Andalusia, Bahrain dan Kuwait.3) Madzhab Syafi’i Madzhab ini dinamakan Madzhab Syafi’i karena Ulama penyusunnya adalah Muhammad Ibnu Idris Ibnu Syafi’i, yang lahir di Khuzzah (Gaza) pada tahun 767 M dan wafat di Mesir pada tahun 820 M. Madzhab Imam Syafi’i banyak berkembang di negara: Mesir, Palestina, Suriah, Libanon, Irak, Hijaz, India, Persia, Yaman dan juga di Indonesia.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 37
- 39. Tata Kehidupan Manusia di Dunia4) Madzhab Hambali Madzhab ini dinamakan Madzhab Hambali karena Ulama penyusunnya adalah Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Hambal, yang lahir di Baghdad pada tahun 164 H (780 M) dan wafat pada tahun 241 H (855 M). Ia adalah murid dari Imam Syafi’i. Madzhab ini berkembang di negara: Irak, Mesir, Palestina, Suriah dan Saudi Arabia. Di Saudi Arabia (Arab Saudi) madzhab ini resmi digunakan dan ditetapkan sebagai madzhab negara.5. TELADAN HIDUP (Model of Life)Dalam melaksanakan misi hidup manusia dan untukmencapai tujuan hidupnya, Allah SWT memberikan contohteladan yang terdapat dalam diri Rasulullah SAW,sebagaimana difirmankan di dalam Al-Qur’an : 1) “Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat contoh teladan yang baik bagi orang-orang yang mengharapkan Rahmat Allah dan takut kepada hari kiamat serta ia banyak mengingat Allah”. (Q.S. Al-Ahzab : 21) 2) “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti (berakhlaq) agung”. (Q.S. Al-Qolam : 4)Rasulullah SAW pada tanggal 17 Romadhon tahun 610 M(13 tahun sebelum beliau hijrah) menerima wahyu denganturunnya Malaikat Jibril yang membawa wahyu pertamaSurat Al-‘Alaq ketika beliau sedang “bertahannus”Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 38
- 40. Tata Kehidupan Manusia di Dunia(berkontemplasi/merenung) di Gua Hiro. Pada saat itu usiabeliau genap 40 tahun. Nabi Muhammad SAW diutus AllahSWT sebagai Rasul untuk membawa berita kebenaran(message of truth) dan berita gembira (message of happiness)kepada seluruh umat manusia di dunia ini.Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam Firman-Nya : “Sesungguhnya Kami mengutus engkau (Muhammad) dengan membawa berita gembira sebagai pemberi peringatan...”. (Q.S. Al-Fathir : 24)Beliau diutus Allah SWT sebagai bentuk kasih sayang Allahkepada seluruh alam semesta (Rohmatan lil ‘Alamin) : “Dan Kami tidaklah mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai suatu Rohmatan lil ‘Alamin”. (Q.S. Al-Anbiya : 107)Allah menyuruh manusia untuk mencontoh perilaku danperbuatan-perbuatan Rasulullah SAW karena beberapafaktor, di antaranya yang disebutkan Allah SWT sbb :1) Rasulullah memiliki sifat-sifat dan perilaku yang sangat terpuji dan merupakan Model (teladan) manusia yang paling paripurna dan sempurna (completely perfect).2) Rasulullah selalu mendapatkan bimbingan dan arahan langsung dari Allah SWT sehingga jika sedikit saja melenceng dari yang digariskan oleh Allah maka beliau langsung ditegur dan dikoreksi oleh Allah SWT.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 39
- 41. Tata Kehidupan Manusia di Dunia3) Rasulullah adalah satu-satunya manusia yang dosa- dosanya (kalau ada) baik yang sekarang, yang lalu maupun yang akan datang sudah mendapatkan Ampunan dari Allah SWT, sehingga beliau merupakan satu-satunya manusia yang ma’shum (terbebas dari dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil).Adalah seseorang yang bernama Michael Hart, yang padatahun 1978 membuat daftar urutan ranking nama-namaorang yang paling berpengaruh di dunia. Ia telahmelakukan observasi ilmiah sebelum me-realease daftartersebut kepada publik dengan cara menganalisa danmengamati serta mengukur sebanyak tak kurang dari 100(seratus) orang yang memegang peranan dan kontribusisangat penting dalam mencatatkan jalannya sejarah dunia.Analisa itu didasarkan pada jumlah keseluruhan peran yangdilakukan bagi umat manusia di dunia. Maka dari hasilanalisanya tersebut kemudian ia menyimpulkan denganmenempatkan Profil Nabi Muhammad SAW padaUrutan Pertama (teratas). Michael Hart mengatakan bahwaNabi Muhammad SAW adalah satu-satunya manusiadalam sejarah yang meraih sukses luar biasa, baik darisegi lingkup agama maupun dalam ukuran dunia.Kemudian hasil analisanya tersebut diterbitkan dalam bentukbuku yang telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa,salah satunya dalam Bahasa Indonesia dengan judul SeratusTokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah. Ia jugamengatakan dalam bukunya : ”Muhammad bukanlahsekedar Pemimpin Agama tetapi juga berhak disebutsebagai Pemimpin Dunia yang Sukses”.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 40
KECERDASAN NURANI DAN SPIRITUAL
- 1. KECERDASAN NURANI DAN SPIRITUAL Oleh M. Shobrie H.W., SE, CPHR, CPTr.
- 2. Kecerdasan Nurani dan Spiritual KECERDASAN NURANI DAN SPIRITUALDi dalam diri setiap manusia selalu ada suara hati yang yangingin menyeimbangkan antara kepentingan dunia dengankepentingan akhirat karena suara hati datang dari Allahsecara given (sudah ada sejak awal). Suara hati itu tentunyatimbul dari hati nurani manusia yang paling dalam yangberperan sebagai fitrah manusia itu sendiri. Hati nurani selaluingin menyeimbangkan antara spiritualisme denganmaterialisme, dan antara faktor insaniyah (kemanusiaan)dengan faktor illahiyah (ketuhanan).Selama ini orang biasanya hanya mengenal berbagai jeniskecerdasan konvensional yang sudah ada, yang di antaranyaadalah : kecerdasan intelegensi (IQ), kecerdasan emosi (EQ),dan kecerdasan spiritual (SQ), sementara kecerdasan dayajuang (AQ) belum banyak diketahui orang. Begitu jugadengan kecerdasan nurani (Qolb Quotient - QQ), masihsangat sedikit sekali orang yang mengenalnya apalagimemahaminya. Padahal, kecerdasan nurani ini adalahkecerdasan yang sama tuanya dengan kecerdasan intelegensi(IQ). Kecerdasan nurani (QQ) telah dianugerahkan Allahkepada manusia sejak pertama kali manusia berada dalamkandungan ibu, yang disebut dengan af-idah. Af-idah iniadalah kecerdasan yang berpasangan antara IQ (akal) dan QQ(budi), oleh karena itu sering disebut dengan akal-budi. Budiitulah sebenarnya yang disebut dengan hati nurani. Hatinurani ini merupakan salah satu unsur paling utama darifitrah diri manusia.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 1
- 3. Kecerdasan Nurani dan SpiritualPerhatikan Gambar berikut ini :Kecerdasan Nurani (QQ) adalah sesuai dengan prinsip-prinsip keseimbangan di antara : Manusia dengan manusia(hablum minan naas), Manusia dengan lingkungannya(hablum minal makhluq), dan Manusia dengan Tuhannya(hablum minallah). Orientasi hubungan antar manusia(hablum minan naas) bersifat horisontal, begitu juga orientasihubungan manusia dengan lingkungannya (hablum minalmakhluq). Sedangkan orientasi hubungan manusia denganAllah (hablum minallah) bersifat vertikal, yakni hubunganantara manusia sebagai makhluq (inferior) dan Allah sebagaikholiqnya (superior).Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 2
- 4. Kecerdasan Nurani dan SpiritualMekanisme hubungan antara manusia dengan lingkungannya(hablum minal makhluq) adalah dengan menggerakkansegenap kecerdasan konvensional (IQ, EQ, dan AQ) bersamadengan kecerdasan nurani (QQ) sebagai inisiator danmediatornya. Kecerdasan nurani inilah yang sepatutnyameng-inisiasi, mengatur dan menggerakkan IQ, EQ, dan AQsebelum ketiga kecerdasan ini bergerak, yakni dalam halhubungan antar manusia dan hubungan antar makhluq.Sedangkan dalam hubungan antar manusia dengan Allah(hablum minallah) peran QQ adalah sebagai inisiator dansekaligus sebagai trigger (pemicu) bagi kecerdasan spiritual(SQ) untuk mulai bergerak. Oleh sebab itu, kecerdasan nuraniyang dapat berfungsi dengan baik secara otomatis juga akanmeningkatkan kecerdasan spiritual seseorang.Kecerdasan spiritual ini merupakan kecerdasan yang“berkedudukan paling tinggi” sesudah kecerdasan hatinurani, karena hanya dengan kecerdasan spiritual-lahseseorang akan mampu memahami dan menangkap sinyal-sinyal Ilahiyah yang maujud (ada tetapi tak nampak) denganhati nuraninya, bukan dengan panca inderanya. Kecerdasanspiritual juga bersifat transendental dan hollistik sedangkankecerdasan nurani bersifat inherent (bawaan sejak lahir)sebagai fitrah manusia. Kecerdasan nurani yang pada gambardi atas letak posisinya berada di tengah-tengah (pusat)“segitiga sama sisi” menunjukkan bahwa ia mempunyaikedudukan (posisi) penting dan strategis sebagai inisiator,mediator dan bahkan sebagai pemicu (trigger) untukmenggerakkan kecerdasan-kecerdasan lainnya yakni : IQ,EQ, AQ, dan SQ yang terdapat pada diri setiap manusia.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 3
- 5. Kecerdasan Nurani dan SpiritualOleh karena (pada gambar) posisi SQ berada paling atas danpaling dekat dengan “posisi” Allah sebagai kholiq, maka SQmampu memaksimalkan probabilitas ketercapaian keinginanmanusia lewat doa-doa yang dipanjatkan, berkat campurtangan Tuhan (Allah SWT) dalam hidup. SQ juga merupakansarana bagi manusia untuk mencapai Keridhoan Allah(Mardhotillah). SQ mampu menimbulkan hal-hal positifseperti : ketenangan jiwa, ketentraman bathin, perasaanrelaksasi yang mendalam, bahkan suatu keadaan perasaankenyamanan bathin yang tiada tara pada sebagian orang yangtingkat spiritualnya sudah sangat tinggi seperti : Para Nabi,Thabi’in, Wali, Ulama’ serta orang-orang Sholeh.Sudut-sudut segitiga sama sisi tersebut yang besarnya sama60o antara IQ+EQ+AQ dengan SQ adalah menunjukkan“keharusan diterapkannya skala prioritas yang sama” antarakepentingan duniawi (yang tercermin dalam IQ, EQ, dan AQ)dan kepentingan ukhrowi (yang tercermin dalam SQ),disinilah tercapainya suatu keselarasan dan kesetimbangan(tawazun) atau “balance” dalam kehidupan.Mengenai Hati ini Rasulullah SAW pernah bersabda : “Ketahuilah bahwasannya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, yang mana jika ia baik maka akan baik pulalah tubuh itu, dan jika ia rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuh itu. Segumpal daging itu ialah Hati”. (H.R. Bukhari & Muslim)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 4
- 6. Kecerdasan Nurani dan SpiritualDan Firman Allah SWT : “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan HATI, semuanya itu akan dimintakan pertanggung-jawabannya” (Q.S. Al-Isra’: 36)Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh ParaIlmuwan di seluruh dunia mengenai Brain Hemisphere(Belahan Otak pada Manusia), maka telah ditemukan,diketahui dan disepakati bahwasannya pada Otak Kirimanusia terletak Rational Intelligence (kecerdasan rasio),sedangkan pada Otak Kanan manusia terdapat EmotionalIntelligence (kecerdasan emosi).Begitu pula setelah Penulis mempelajari dari berbagailiteratur kajian mengenai Hati Nurani dari Para Ilmuwan danPakar Manajemen Qolbu, baik lokal maupun internasionalmaka Penulis mendapati bahwasannya perbandingan antaraHati Nurani (Hati) dengan Akal (Otak) pada Manusiadapatlah ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut : “Left Brain is working on The System, while Right Brain is working in The System, but Only HEART is working in The Entire of The System of Our Life” (Otak Kiri manusia bekerjanya di atas sistem, sedangkan Otak Kanan bekerjanya di dalam sistem, namun hanya HATI yang berkerja pada seluruh sistem di dalam sistem kehidupan manusia)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 5
- 7. Kecerdasan Nurani dan SpiritualBerikut ini adalah beberapa lagi kutipan Firman Allah, HaditsNabi, maupun Para Pakar berkaitan dengan Hati Nurani : “Bencana besarlah bagi mereka yang HATI nya telah mengeras”. (Q.S. Az-Zumar : 22) “Dan janganlah kamu seperti orang-orang Ahlul Kitab sebelum kamu yang diturunkan Kitab kepadanya kemudian berlalulah waktu yang panjang kepada mereka, lalu hati mereka menjadi keras”. (Q.S. Al-Hadid: 16) “Sesungguhnya Langit dan Bumi tak dapat Menjangkau KU, tapi AKU dapat dijangkau oleh HATI Orang yang Beriman”. (Hadits Qudsi) “Wahai Washibah, Mintalah Nasehat (fatwa) pada HATI mu !”. (H.R. Ahmad) “Janganlah terlalu banyak tertawa karena terlalu banyak tertawa akan mengeraskan HATI !”. (Al-Hadits) “Pleasure without CONSCIENCE is A Deadly Sin”. (Kesenangan tanpa HATI NURANI adalah Dosa yang amat Fatal). (Mahatma Gandhi) “Seringkali Hatimu mengetahui sesuatu jauh sebelum Pikiranmu !”. (Polly Adler) “Management is Tangible, Leadership is Intangible, but only CONSCIENCE is Feelable !”. (Manajemen kasat mata,Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 6
- 8. Kecerdasan Nurani dan Spiritual Kepemimpinan tak kasat mata, tetapi hanya HATI NURANI yang dapat Anda rasakan !). (Hard-Hi Smart Consulting) “The Balance between The Left and The Right Brain lies at The HEART”. (Keseimbangan antara Otak Kiri dan Otak Kanan adalah terletak pada HATI). (Hard-Hi Smart Consulting) “Manage from the Left Brain, Lead from the Right Brain, but Command and Execute only from the HEART !”. (Menatalah dari Otak Kiri, Memimpinlah dari Otak Kanan, namun Memerintah dan Melaksanakan dengan baik hanyalah dimungkinkan melalui HATI). (Hard-Hi Smart Consulting)Menurut Kitab terkenal Al-Maraghi bahwasannya Hatimerupakan salah satu Hidayah (petunjuk) yang Allah berikankepada manusia. Ada 5 (lima) macam Hidayah yang Allahberikan kepada Manusia bersama dengan Hati, yaitu : 1). Ghorizah (naluri/insting) 2). Hawasi (indera) 3). „Aqli (akal) 4). Qolbi (hati) 5). Diin (agama) 6). Taufiq (pertolongan Allah yang menggerakkan hati manusia untuk berbuat kebajikan)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 7
- 9. Kecerdasan Nurani dan SpiritualManusia yang memiliki Kecerdasan Nurani (QQ) danKecerdasan Spiritual (SQ) akan selalu berusaha keras untukmecapai hal-hal berikut ini : 1). Hati yang Bersih. 2). Jujur dan Ber-Akhlaq Mulia. 3). Taat kepada Allah dan Rasul-Nya. 4). Memperbanyak Ilmu yang Bermanfaat. 5). Bersabar terhadap Ujian dan Cobaan. 6). Memiliki Jiwa yang Tenang dan Ikhlas. 7). Menjadi Manusia Pewaris Syurga Firdaus. 8). Menjauhkan Diri dari Dosa-dosa yang Fatal. 9). Menjauhkan Diri dari Sifat-sifat orang Munafiq. 10). Menerapkan Strategi Hidup yang Baik dan Benar.Kesepuluh hal tersebut akan penulis bahas satu per-satudengan lebih rinci agar pemahaman para pembaca lebihkomprehensif dan lebih mendalam atas hal-hal yang ingindibahas pada bagian ini.1. HATI YANG BERSIHSebagai manusia yang dikatakan memiliki Kecerdasan HatiNurani dan Kecerdasan Spiritual maka kita harus berusahaagar Hati kita mencapai status “Qolbun Salim”, yakni hatiyang bersih dari segala macam penyakit hati, baik yang kecilmaupun yang besar, apalagi yang dahsyat.Mengapa kita harus mencapai Hati yang Qolbun Salim ?Bila Hati kita termasuk ke dalam “Qolbun Maridh“ (Hatiyang Berpenyakit), apalagi bila termasuk ke dalam “QolbunMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 8
- 10. Kecerdasan Nurani dan SpiritualMayyit” (Hati yang Mati/Beku) maka pemiliknya juga akantergolong orang-orang yang dikategorikan oleh Allah SWTsebagai “Pembuat Kerusakan di muka Bumi (Mufsidin)”.Adapun jenis-jenis penyakit hati ini berdasarkan tingkatkronisnya diklasifikasikan sebagai berikut : Ringan : iri, riya‟, ujub, sum‟ah, ghibah. Berat : sombong, dengki, hasad, menentang Allah. Dahsyat : mempersekutukan Allah (syirik).Penyakit-penyakit hati yang ringan dan berat tersebut akanmenghapus pahala-pahala amal ibadah yang telah kitakerjakan laksana air hujan mengguyur bumi (bersih tanpasisa). Sedangkan penyakit hati yang paling berat (dahsyat)merupakan Dosa yang Teramat Besar yang akanmenyebabkan para pelakunya dilemparkan oleh Allah SWTke dalam Api Neraka dengan kekal di dalamnya selama-lamanya. Na‟udzubillaahi Min Dzalik…Bahaya Syirik itu sendiri telah dijelaskan oleh Allah SWTdengan Firman-Nya di dalam Al-Qur’an, di antara Firman-Nya adalah sebagai berikut :1). Syirik adalah Dosa yang Amat Besar : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain syirik bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah (syirik) maka sesungguhnya ia telah berbuat dosa yang teramat besar”. (Q.S. An-Nisa’: 48)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 9
- 11. Kecerdasan Nurani dan Spiritual2). Syirik adalah Kesesatan yang Amat Jauh : “Barangsiapa yang mempersekutukan Allah (syirik) maka sesungguhnya ia telah tersesat dengan kesesatan yang teramat jauhnya”. (Q.S. An-Nisa’: 116)3). Syirik adalah Kejahatan yang Amat Dahsyat : “Janganlah kamu mempersekutukan Allah (syirik), sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kejahatan yang sangat teramat dahsyat”. (Q.S. Luqman : 13)Kita mungkin semua sudah tahu bahwa sebenarnya Iblisadalah makhluq Allah yang paling ta’at dan berbakti kepadaAllah SWT sebelum ia diperintahkan untuk bersujud kepadaAdam. Namun karena Iblis mempunyai penyakit hati, makaAllah mengkategorikan Iblis tersesat dan termasuk ke dalamgolongan yang Kafir, sebagaimana yang telah dijelaskan Al-Qur’an tentang Hukuman Allah terhadap Iblis tersebut.Marilah kita lihat penyakit-penyakit hati apa sajakah yangmenghinggapi Iblis sehingga ia dikategorikan oleh Allahsebagai golongan yang Kafir :1). Membangkang, Sombong / Arogan / Takabbur : “Dan ketika Kami katakan kepada Para Malaikat : „Sujudlah kalian kepada Adam‟, maka bersujudlah mereka (para malaikat) kecuali Iblis, ia Enggan (=membangkang)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 10
- 12. Kecerdasan Nurani dan Spiritual dan Takabbur (=sombong / arogan), maka ia termasuk golongan yang Kafir”. (Q.S. Al-Baqarah : 34)2). Merasa Diri lebih Hebat : “Allah berfirman (kepada Iblis) : „Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?‟. Berkatalah Iblis : „Aku lebih baik daripada dia, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah‟“. (Q.S. Al-A’raf : 12)3). Iri, Dengki, Dendam Kesumat dan Hasad : “Iblis berkata : „Karena Engkau telah menghukumiku tersesat maka aku akan benar-benar menghalang-halangi mereka (manusia) dari Jalan Engkau yang lurus“. (Q.S. Al-A’raf : 16)Lalu perhatikan pula kutipan Hadits Nabi SAW tentang Hatidi bawah ini : “Wahai Washibah, tanyalah pada Hatimu ! Mintalah pendapat pada Hatimu !”. (Kalimat itu diucapkan Nabi sebanyak 3x)Lalu Rasulullah melanjutkan Sabdanya : “Kebaikan adalah sesuatu yang Hati merasa tenang ketika mengerjakannya, danMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 11
- 13. Kecerdasan Nurani dan Spiritual Dosa adalah sesuatu yang membuat perasaan gelisah (tidak tenteram) dan Hati ragu ketika melakukannya, meskipun semua orang sepakat mengatakan bahwa yang engkau lakukan itu adalah baik dan benar”. (H.R. Ahmad)Jadi dengan demikian dapat disimpulkan bahwasannya bilaHati kita merasa tenang dan mantap dalam melakukannyamaka tandanya perbuatan itu benar dan halal untukdilakukan. Tetapi bila Hati kita merasa ragu-ragu (ataubahkan menentangnya) maka tandanya perbuatan itu adalahsalah (tidak dibenarkan oleh Allah) dan haram serta berdosabila kita tetap meakukannya.Agar Hati kita senantiasa tenteram dan damai maka jalansatu-satunya bagi kita adalah dengan memperbanyakDzikirullah (mengingat Allah) baik di kala susah maupunsenang, dan di kala sempit maupun lapang, karena hanyadengan berdzikirlah Hati kita menjadi tenang, sebagaimanayang dijanjikan Allah SWT dalam Surat Ar-Ra’d ayat 28 :“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (Dzikir) sajalahyang membuat Hatimu menjadi tenang dan tenteram”.Allah SWT menghendaki kita untuk senantiasa menjadiorang yang “Mufariddun”, yakni orang yang selalumengingat Allah SWT di manapun, kapanpun dan dimanapun kita berada dan dalam keadaan apapun.Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 41-42 :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 12
- 14. Kecerdasan Nurani dan Spiritual "Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah kepada Allah dengan Dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepadaNya setiap pagi dan petang".Kemudian Rasulullah SAW juga bersabda di dalam HaditsBeliau sebagai berikut : "Maukah aku beritahukan kepada kalian amalan yang paling baik dan paling suci di mata Raja (=Allah) kalian, dan lebih baik daripada menginfakkan emas dan uang serta lebih baik daripada berperang di Jalan Allah? Yaitu, Dzikir kepada Allah".Lebih lanjut di dalam Hadits-hadits Rasulullah SAWditerangkan beberapa Bacaan Dzikir dan Faedahnya bagi kitasebagai orang yang beriman, yakni di antara bacaan tersebutadalah sebagai berikut :1. Barangsiapa yang membaca : "Subhanallah, Walhamdulillah, Walaailaahaillallah, Wallahu Akbar", maka orang itu akan ditanamkan oleh Allah SWT pohon buah-buahan yang banyak di dalam Syurga.2. Barangsiapa yang membaca : "Subhanallah Wabihamdih" sebanyak 100 kali, maka orang itu akan dihapuskan dosa-dosanya walaupun dosa-dosanya sebanyak buih yang ada di lautan.3. Barangsiapa yang membaca : "Asyhadu An- Laailaahaillallah, Wahdahu Lasyariikalah Wa-asyhadu anna Muhammadan Abduhu Warosuuluh", makaMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 13
- 15. Kecerdasan Nurani dan Spiritual orang itu akan dibukakan 8 (delapan) Pintu Syurga, sehingga ia dapat masuk Syurga dari pintu manapun yang ia kehendaki.4. Barangsiapa yang membaca : "Laa Haula Walaa Quwwata Illa Billah", maka orang itu dibukakan salah satu pintu Syurga untuknya.5. Barangsiapa yang membaca : "Asyhadu An- Laailaahaillallah", maka orang itu diberikan Kunci Syurga oleh Allah SWT.6. Barangsiapa yang membaca : "Laa Ilaaha Illallah Al- Malikul Haqqul Mubiin", maka orang itu apabila meninggal dunia ia tidak akan merasa seram di dalam kubur (=alam barzakh), sehingga ia aman dan sentosa di dalam kubur.7. Barangsiapa yang membaca : Sayyidul Istighfar yaitu "Allahumma Anta Robbi Laailahailla Anta Kholaqtani Wa ana Abduka Wa ana Ala Ahdika Wawadika Mastathotu Audzubika Min Syarrima Shonatu Abu ulaka Binimatika Alaiyya Wa abu-u Bidzambi Faghfirli Fainnahu Laa Yaghfirudz Dzunuba Illa Anta", maka : a. Jika dibaca siang hari (sesudah Subuh), kemudian ia meninggal dunia sebelum Sore (sebelum Ashar), maka ia pasti akan termasuk "Ahli Syurga". b. Jika dibaca pada malam hari (sesudah Maghrib), kemudian ia meninggal dunia sebelum pagi (sebelum Subuh), maka ia pasti akan termasuk "Ahli Syurga".Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 14
- 16. Kecerdasan Nurani dan Spiritual8. Barangsiapa yang membaca : "Alhamdulillah", maka akan dipenuhi timbangan Amal Solehnya.9. Barangsiapa yang membaca : "Allahumma Sholli Ala Muhammad Wa Ala Aali Muhammad Wa Ala Ahli Baitihi" sebanyak 100 kali setiap harinya, maka akan didatangkan/dikabulkan Allah SWT kepada orang itu sebanyak 70 “Hajatnya” (= maksud/niat/doa mengenai hal-hal dunia) dengan cepat di Dunia ini, dan akan didatangkan serta dikabulkan kepada orang itu sebanyak 30 Hajatnya untuk Urusan di Akhirat kelak.10. Barangsiapa yang membaca : Sholawat Nariyah sebanyak 11 kali setiap hari sesudah Sholat Ashar, maka akan dimudahkan, dilapangkan dan dilimpahkan Rezekinya di dunia ini dengan tiada putus-putusnya, serta diberikan Rezeki yang berlimpah pula di Akhirat kelak.Rasulullah SAW juga menerangkan bahwasannya ada 5(lima) Perkara yang menjadikan sebagai Obat bagi Hati yangkotor atau berpenyakit, obat tersebut adalah :1). Membaca Al-Qur’an dan menghayati maknanya.2). Sholat Malam (mis: Tahajud atau Sholat Hajat).3). Berpuasa Sunnah (mis: Senin-Kamis, atau Puasa Daud).4). Memperbanyak Dzikir (mengingat) kepada Allah.5). Bergaul hanya dengan orang-orang yang Baik (Sholeh).Itulah 5 (lima) hal/perkara yang dapat membersihkan Hatikita dari kotoran-kotoran atau penyakit yang mungkin sajabercokol di dalam hati tanpa kita ketahui dan kita sadari.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 15
- 17. Kecerdasan Nurani dan Spiritual2. KEJUJURAN DAN AKHLAQ MULIAKejujuran merupakan salah satu simbol dari Akhlaq Mulia,sehingga kita mungkin pernah mendengar ada kata mutiaradari orang-orang tua kita dahulu bahwasannya “Kejujuranadalah Mata Uang yang Berlaku di mana saja”, bahkan didunia kejahatan seperti “MAFIA” (Mafioso – dari Italia) punmasih tetap dibutuhkan adanya sifat kejujuran. Mengapademikian? Karena untuk menjalankan organisasi mafiamereka tersebut tentunya dibutuhkan orang yang akandiserahi tugas untuk mengurusi keuangan organisasi mereka,dan yang pasti akan dipilih tentulah orang-orang yang jujurdalam hal mengelola dan mengurusi keuangan organisasimereka, karena jika tidak, mereka akan berlaku sangat kejamdan sadis terhadap orang-orang yang berusaha membohongidan menipu mereka, meskipun sebenarnya mereka jugaadalah kumpulan para penipu, pembohong, perampok danbahkan pembunuh. Betul ?Begitu juga, banyak sekali di antara orang-orang yang bukanberagama Islam yang tidak pernah tahu dan tidak mengertitentang Islam namun sangat menjunjung tinggi kejujuran danakhlaq mulia tersebut. Marilah kita coba simak beberapakutipan sebagian dari kata-kata mutiara yang sempat merekalontarkan dan kemukakan : “Honesty is the first chapter in the book of wisdom” (Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebajikan). (Thomas Jefferson) “It is not about aptitude but your attitude that will determine your altitude”Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 16
- 18. Kecerdasan Nurani dan Spiritual (Bukanlah kepandaian otakmu, akan tetapi akhlaqmu yang akan menyebabkan kamu mempunyai kedudukan yang amat tinggi dan terhormat). (Jessie Jackson)Urusan akhlaq bukanlah urusan yang hanya sepele saja akantetapi merupakan “Perkara Besar” yang bisa menyebabkansuatu bangsa menjadi berantakan dan porak-porandadisebabkan oleh dampak kejahatan dan kebiabadan manusiaitu sendiri. Lihat saja contohnya, betapa korupsi danmanipulasi sudah menjadi budaya dan merajalela di mana-mana di negeri ini yang notabene sebagian besar rakyatnyaadalah beragama Islam. Bukanlah salah ajaran Agamanyaakan tetapi oknum-oknum (orang-orang) nya-lah yang tidakmemiliki Kejujuran dan Akhlaq yang Karimah. Kemudian,dampak dari akhlaq yang buruk juga dapat menyebabkansuatu ummat terperosok ke jurang kenistaan, dan bahkanyang paling buruk, dapat menyebabkan seseorang pelakunyamengalami Suul Khotimah (akhir hidup yang buruk – BadEnding of Life) pada saat kematiannya (misalnya: bunuhdiri, saling bunuh, dsb). Naudzubillahi Min Dzalik semogakita tidak termasuk golongan orang-orang yang demikian.Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi SAW yang berbunyi : “Sesungguhnya aku (Muhammad) ini diutus Allah SWT untuk kalian, terutamanya adalah untuk memperbaiki dan memuliakan Akhlaq”. (Al-Hadits)Perhatikan pula beberapa kutipan Hadits Beliau berikut ini :Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 17
- 19. Kecerdasan Nurani dan Spiritual “Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling baik akhlaqnya”. (H.R. Bukhari - Muslim) “Makhluq (manusia) yang terbaik adalah yang terbaik akhlaqnya”. (Al-Hadits) “Apabila kalian berakhlaq hendaklah seperti Akhlaqnya Para Nabi”. (Al-Hadits)Adalah seorang Pakar Ilmu Manajemen dari Amerika Serikatyang bernama Stephen R. Covey yang mengutip tentangKejujuran dan Integritas dengan demikian indah dan bagus didalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People(Tujuh Kebiasaan Orang-orang yang sangat Berhasil-guna).Di dalam bukunya tersebut ia mendefinisikan “Kejujuran”dan “Integritas” sebagai berikut : HONESTY (Kejujuran) : is conforming our words to reality (adalah kesesuaian kata-kata kita dengan kenyataan). Jadi, Kejujuran berarti : Bisa Dipercaya (Trustable) INTEGRITY (Integritas) : is conforming reality to our words (adalah kesesuaian kenyataan atas kata-kata kita) Maksud dari definisi Integritas di atas adalah : “adanya kesesuaian antara kata-kata yang kita ucapkan dengan setiap perbuatan yang kita lakukan”. Dengan kata lain juga dapat diartikan sebagai : “tidak munafiq (unhypocrite)”. Jadi, Integritas berarti : Bisa Diandalkan (Reliable)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 18
- 20. Kecerdasan Nurani dan SpiritualMenurut Stephen R. Covey, untuk menjadi Manusia yangBerhasil-guna maka seseorang haruslah memiliki sifat kedua-duanya, yakni “Kejujuran” dan sekaligus “Integritas”.Namun, bila seseorang hanya memiliki Kejujuran tetapi tidakmemiliki Integritas, berarti ia “Bisa Dipercaya tetapi TidakBisa Diandalkan”. Sebaliknya, apabila seseorang hanyamemiliki Integritas saja, maka berarti ia “Hanya BisaDiandalkan tetapi Tidak Bisa Dipercaya”.Pada tahun 2002 lalu tepatnya tanggal 11-12 April 2002, ParaTop Executive (CEO) dari berbagai Perusahaan Internasionaldatang berbondong-bondong untuk menghadiri sebuahLeadership Discussion Forum (Forum Diskusi tentangKepemimpinan) yang diadakan oleh Lembaga PendidikanHarvard Business School yang mengambil Tema “DoesSpirituality Drive Success?” (Apakah Spiritualitas mampumenghasilkan Kesuksesan?). Mereka berdiskusi membahasbagaimana nilai-nilai spiritualitas tersebut dapat membantumereka menjadi pemimpin perusahaan yang berpengaruh ditengah-tengah lingkungan bisnis yang mereka jalankan.Diskusi berjalan dengan hangat selama dua hari di lembagapendidikan bisnis paling bergengsi di Amerika Serikattersebut. Pada akhir Forum Diskusi mereka seluruhnyasepakat menyatakan bahwasannya Nilai-nilai Spiritualitasmampu menghasilkan 5 (lima) hal, yaitu : 1. Integritas dan Kejujuran. 2. Energi dan Semangat. 3. Inspirasi, Ide dan Inisiatif. 4. Wisdom (Kebajikan/Kebijaksanaan) 5. Keberanian dalam Mengambil Keputusan.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 19
- 21. Kecerdasan Nurani dan SpiritualKemudian lagi, pada Tahun 1987, 1995 dan 2002 yang lalusecara berturut-turut sebuah leadership institution (lembagakepemimpinan) internasional yang bernama The LeadershipChallenge melakukan Survey mengenai “karakteristik” parapemimpin (CEO) perusahaan dari 5 (lima) Benua yakni :Amerika, Australia, Asia, Eropah dan Afrika. Dalam surveytersebut masing-masing responden diminta untuk memilihsebanyak 7 dari 20 karakter yang menurut mereka PalingIdeal bagi CEO pilihan perusahaan mereka.Ke-20 karakter yang harus dipilih tersebut adalah sbb : 1. Honest (jujur) 2. Forward Looking (berpikiran maju) 3. Competent (kompeten/mampu) 4. Inspiring (memberi inspirasi) 5. Intelligent (cerdas) 6. Fair-minded (adil) 7. Broad-minded (berwawasan luas) 8. Supportive (mendukung) 9. Straight Forward (berterus terang) 10. Dependable (bisa diandalkan) 11. Cooperative (dapat bekerjasama) 12. Determined (tegas) 13. Imaginative (berdaya-imajinasi) 14. Ambitious (berambisi) 15. Courageous (mendorong/berani) 16. Caring (peduli) 17. Mature (matang/dewasa) 18. Loyal (setia) 19. Self-controlled (menguasai diri) 20. Independent (mandiri)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 20
- 22. Kecerdasan Nurani dan SpiritualMaka Hasilnya mencatat bahwa dari seluruh ke-3 EventSurvey (1987, 1995 dan 2002) tersebut Karakter/sifat“Honest (Jujur)” selalu berada pada “Urutan (ranking)Pertama” secara berturut-turut selama tiga kali diadakansurvey tersebut, sementara jenis karakter-karakter yang lainselalu berubah-ubah posisi urutan (ranking) nya. Hal iniberarti para pebisnis itupun sangat menyadari danmengetahui bahwa kejujuran adalah faktor yang sangatpenting dalam menjalankan bisnis mereka. Disamping itu,sekaligus membuktikan kita bahwasannya “Kejujuran”merupan faktor yang amat sangat dibutuhkan oleh siapapundalam kehidupannya di dunia ini, tak peduli apakah merekaseorang spiritualis, penulis, negarawan, moralis atau bahkanseorang pebisnis sekalipun sangatlah membutuhkan yangnamanya “Kejujuran”.Namun kita mungkin sering atau pernah mendengarsetidaknya bahwa di dalam “Dunia Bisnis” ada suatuUngkapan yang sangat populer sekali, yang berbunyi kuranglebih demikian : “If you only talk about honesty, nobody will come to you talking about business” (Jika anda banyak bicara tentang kejujuran, maka tak akan ada orang yang datang kepada anda untuk bicara tentang bisnis).Pernyataan dalam ungkapan tersebut di atas sangatlah“Berbau SEKULER” dan “PARADOXAL” sekali denganHasil Survey The Leadership Challenge serta denganbanyak Tokoh-tokoh Spiritual, Negarawan dan Pebisnis Jujuryang sangat tidak setuju atau tidak sepaham bahkanmenentang dengan keras ungkapan tersebut.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 21
- 23. Kecerdasan Nurani dan SpiritualBeberapa Tokoh dan Organisasi yang tidak setuju/sepaham(bertentangan) dengan ungkapan tersebut, di antaranya : Mahatma Gandhi, seorang Spiritualis dari India, yang membuat statement (pernyataan) di dalam bukunya yang berjudul The Seven Deadly Sins bahwasannya “Commerce without Morality is A Deadly Sin” (Bisnis tanpa disertai Akhlaq adalah Dosa yang Amat Fatal). Thomas Jefferson, seorang Negarawan dan salah satu mantan Presiden Amerika Serikat yang pernyataannya banyak dikutip oleh Tokoh-tokoh Politik dan Negarawan dari berbagai Negara juga mengatakan “Honesty is the first chapter in the book of wisdom” (Kejujuran adalah Bab pertama di dalam Buku Kebajikan/Kebijaksanaan). Yang maksudnya adalah apabila kita ingin berbuat kebaikan atau kebajikan maka tanamkan terlebih dahulu kejujuran di dalam diri kita, tanpa itu niscaya kita tidak akan bisa dikatakan telah berbuat kebaikan dan kebajikan. American Business Concern, sebuah Organisasi Media Perkumpulan Bisnis terkemuka di Amerika Serikat pernah menerbitkan Hasil Poling dan Survey yang diadakan bagi Para Pebisnis Dunia (CEO Perusahaan) dari sebanyak 500 Perusahaan Multinational Besar Dunia Paling Sukses yang disebut sebagai “Fortune 500” yang isinya menyatakan bahwa sebanyak 94% Para Pemimpin (CEO) perusahaan-perusahaan besar tersebut berhasil mencapai kesuksesan bisnis pada bidang-bidang usahanya berkat diterapkannya Faktor “Kejujuran” dan “Perilaku/Akhlaq yang Terpuji” di dalam menjalankan bisnis mereka.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 22
- 24. Kecerdasan Nurani dan Spiritual Harvard Business School pernah mengadakan Penelitian pada Tahun 1993 mengenai faktor-faktor Penentu Keberhasilan dan Kesuksesan atas diri sesorang, yang kemudian ditemukan dalam penelitian tersebut bahwasannya sebesar 85% Penyebab Keberhasilan dan Kesuksesan seseorang adalah Faktor “Akhlaq”.3. TAAT KEPADA PERINTAH ALLAH DAN RASULDi dalam suatu organisasi, apapun namanya, di manapunadanya serta di bidang apapun kegiatannya, pastilah selaluada yang namanya : “Perintah” (Command – dalam BahasaInggrisnya). Perintah ini sangat diperlukan guna menjalankansistem yang ada di dalam organisasi tersebut. Perintah sangatmutlak diperlukan bagi kelancaran suatu organisasi untukmempermudah dan memperjelas hal-hal yang berkaitandengan : Stratata/Tingkatan (Level) Jabatan para anggotanya. Satuan Komando/Perintah (Unity of Command); dan Jenjang Tingkatan Komando/Perintah (Hierarchy of Command) dalam organisasi.Hanya dengan ke-3 hal tersebut di atas itulah suatu organisasidapat dimungkinkan berjalan dengan baik dan lancar tanpaadanya saling “Tumpang-tindih (Overlapping)” dan saling“Langgar (Outbreaking)” terhadap Otoritas masing-masingjabatan yang ada di antara para anggota organisasi didalamnya.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 23
- 25. Kecerdasan Nurani dan SpiritualBegitu juga halnya dengan “Sistem” (Manhaj) yang ada didalam Agama Allah (cq. Islam), terdapat juga yang namanya“Perintah” (Am‟r – dalam Bahasa Arabnya). Di dalamAgama Islam, ketiga hal yang telah disebutkan di atas telahdicanangkan oleh Allah SWT dengan Urutan Prioritas danKedudukannya sebagai berikut : Perintah Allah SWT Paling Utama (Top Urgent) Perintah Rasulullah SAW Utama/Tinggi (Urgent) Perintah Pemimpin Penting (Important)Adapun Kedudukan Hukum (Legal Standing) dari SkalaPrioritas tersebut di atas telah ditetapkan oleh Allah SWTyang tertuang di dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa’ ayat 59 : “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taati pula Rasul, serta Para Pemimpin di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang segala sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah (cq. Al-Qur‟an) dan Rasul (cq.Hadits) bila kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan baik pula akibatnya”. (Q.S. An-Nisa’ : 59)Taat kepada Allah SWT merupakan suatu kewajiban yangtidak dapat kita ganggu-gugat karena ketika seseorang telahmengucapkan Dua Kalimat Syahadat atau telah berada didalam naungan Agama Islam, maka wajib baginya untuk taatkepada segala bentuk perintah dan larangan dari Allah SWT.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 24
- 26. Kecerdasan Nurani dan SpiritualLalu, apakah dengan taat kepada Allah SWT berarti kita tidakboleh taat kepada yang lain selain Allah ?Satu-satunya hamba Allah yang wajib untuk ditaati pula olehUmat Islam adalah Rasulullah Muhammad SAW. Beliauadalah suri teladan bagai seluruh umat hingga akhir zaman.Hanya Beliaulah yang memiliki hak untuk ditaati olehseluruh umat manusia, khususnya umat Islam. Perintah untuktaat kepada Rasulullah SAW ini merupakan salah satu bentukketaatan kita kepada Allah SWT, karena perintah tersebutterdapat di dalam Al-Qur’an : “Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedangkan kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)”. (Q.S. Al-Anfal : 20) “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taati pula Rasul…”. (Q.S. An-Nisa’ : 59)Adapun orang-orang, golongan, atau aliran-aliran yang tidakpercaya kepada Rasulullah SAW atau tidak mau mematuhisunnah-sunnahnya, maka mereka sama saja dengan tidakmentaati perintah Allah SWT. Orang-orang yang semacaminilah yang disebut dengan orang-orang yang ingkar, durhaka(fasiq) atau kafir.Taat kepada Allah SWT berarti harus pula diiringi denganketaatan kepada Rasulullah SAW. Perintah tersebut banyaksekali terdapat di dalam Al-Qur’an dan senantiasa selaluberpasangan dan berdampingan.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 25
- 27. Kecerdasan Nurani dan SpiritualJika seseorang tidak mau mentaati perintah dan laranganRasul, maka sudah bisa dipastikan bahwasannya ia juga samasaja dengan tidak mentaati perintah dan larangan Allah SWT.Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa setiap muslimharus taat kepada Rasulullah SAW, bukan hanya kepadaAllah SWT saja :1. Perintah untuk taat kepada Rasulullah merupakan perintah dari Allah SWT.2. Rahmat Allah hanya akan diberikan kepada orang-orang yang bertaqwa dan beriman kepada Allah dan mentaati Rasul-Nya.3. Ketaatan kita kepada Rasulullah SAW merupakan sebuah jalan untuk mendapatkan Taufiq (pertolongan) dan Hidayah (petunjuk) dari Allah SWT.4. Allah SWT akan menimpakan adzab yang sangat pedih kepada mereka yang menentang atau menyalahi perintah Allah. Menentang atau menyalahi perintah Rasulullah merupakan salah satu bentuk pengingkaran terhadap perintah Allah SWT.5. Ketaatan dan kepatuhan seseorang terhadap ketetapan Rasulullah SAW merupakan salah satu syarat syahnya iman seseorang kepada Allah SWT.6. Hanya dengan mengikuti atau mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya sajalah maka kita akan memperoleh limpahan kasih sayang dan ampunan dari Allah SWT.Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 26
- 28. Kecerdasan Nurani dan SpiritualDemikian di antaranya beberapa alasan mengapa kita selakuUmat Islam harus juga berlaku taat kepada Rasulullah SAWkarena ketaatan kepada Allah SWT dan ketaatan kepadaRasulullah SAW adalah bukti Cinta kita kepada Allah SWTdan Rasul-Nya yang merupakan suatu keharusan bagi setiappemeluk Islam (Muslim) yang senantiasa selalu beriringandan tidak dapat dipisah-pisahkan.Berikut ini adalah beberapa keterangan tambahan lagi dariAllah SWT yang berkaitan dengan perintah taat dan cintakepada Allah SWT dan Rasul-Nya, yang terdapat di dalamAl-Qur’anul Karim : “Patuhilah olehmu Allah dan Rasul agar supaya kamu diberi rahmat (disayang)”. (Q.S. Ali Imran : 132) “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada sesuatu yang memberikan kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan”. (Qs. Al Anfaal : 24) “Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar”. (Q.S. Al-Ahzab : 71) “Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat, sesungguhnya kamiMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 27
- 29. Kecerdasan Nurani dan Spiritual kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: „Siksa-Ku akan Kutimpahkan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang- orang yang bertaqwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami‟". (Q.S. Al-A’raf : 156) “Katakanlah : „Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang “ummi” yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab- Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk‟”. (Q.S. Al-A’raf : 158) “Katakanlah : „Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban Rasul adalah menyampaikan (amanat Allah) dengan jelas". (Q.S. An-Nur : 54)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 28
- 30. Kecerdasan Nurani dan Spiritual ”Janganlah kamu jadikan sebutan kepada Rasul diantara kamu seperti sebutan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur- angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang melanggar perintah-Nya takut akan ditimpah cobaan atau ditimpah adzab yang amat pedih”. (Q.S. An-Nur : 63) “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan sama sekali dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuh hati”. (Q.S. An-Nisa’ : 65) “Katakanlah : „Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu‟; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Q.S. Ali Imran : 31)Adapun Dalil (Nash) yang memerintahkan taat kepada ParaPemimpin di antara manusia, adalah sebagai berikut : “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taati pula Rasul, serta Para Pemimpin di antara kalian”. (Q.S. An-Nisa’ : 59)Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 29
- 31. Kecerdasan Nurani dan Spiritual “Patuhilah olehmu, walaupun yang memimpin di antara kalian adalah seorang budak Ethiopia yang bentuk kepalanya seperti biji kurma”. (H.R. Bukhari)Lalu, bagaimana bila seandainya ada perintah dari parapemimpin (atasan) kita yang tidak sesuai atau bahkanmelanggar sama sekali Perintah Allah dan Rasul-Nya ?Bila hal itu terjadi, berarti perintah pemimpin tersebutmempunyai status sebagai yang : “Important BUT NOTUrgent!” (Penting tetapi Sangat Tidak Utama/Mendesak) danperintah tersebut hanya memiliki Jenjang Tingkatan Perintah(Hierarchy of Command) yang “Paling Bawah” (prioritasterakhir) dalam Skala Urutan Prioritas Perintah yang telahdicanangkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa’ ayat 59. Jadi dalam hal ini perintah pemimpin (atasan)tersebut haruslah dikaji ulang dengan lebih seksama lewatpertimbangan Hati Nurani kita yang mendalam. Bila memangperintah tersebut sangat melanggar Perintah Allah dan Rasul-Nya maka perintah pemimpin (atasan) tersebut HARUS“diabaikan” dan “tidak boleh sama sekali kita patuhi”.Adapun Kedudukan Hukumnya sangat lengkap sekali, yakniterdapat di dalam Al-Qur’anul Karim dan juga di dalam Al-Hadits Rasulullah SAW, di antaranya sebagai berikut : “Katakanlah : „Sesungguhnya aku hanya diperintahkan untuk berbakti kepada Allah dengan Ikhlas”. (Q.S. Az-Zumar : 11) “Janganlah kalian mematuhi perintah orang-orang yang melampaui batas. YaituMuhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 30
- 32. Kecerdasan Nurani dan Spiritual orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi”. (Q.S. Asy-Syu’ara : 151-152) “Mendengarkan serta patuh kepada pemimpin adalah wajib selama tidak diperintah untuk berbuat maksiat. Bila pemimpin menyuruh berbuat maksiat maka janganlah kamu patuhi”. (H.R. Bukhari) “Tak ada kewajiban mengikuti suatu perintah yang dalam perintah itu berisikan kemaksiatan/kedurhakaan kepada Allah”. (H.R. Bukhari)Demikianlah Allah SWT telah memberikan bimbingannyayang jelas kepada kita selaku umat manusia khususnya UmatIslam untuk senantiasa taat kepada-Nya dan juga taat kepadaRasulullah karena taat kepada Allah SWT dan juga taatkepada Rasulullah SAW merupakan perintah yang harusdilaksanakan secara “kaffah” (menyeluruh).Muhammad Shobrie Hardhi Wibawa, SE, CPHR, CPTr. Page 31
Langganan:
Postingan (Atom)
